<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Youtube Cetak Pendapatan Rp213 Triliun pada 2019</title><description>Google mengungkapkan laba pendapatan pada bisnisnya yaitu YouTube dan Cloud.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163098/youtube-cetak-pendapatan-rp213-triliun-pada-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163098/youtube-cetak-pendapatan-rp213-triliun-pada-2019"/><item><title>Youtube Cetak Pendapatan Rp213 Triliun pada 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163098/youtube-cetak-pendapatan-rp213-triliun-pada-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163098/youtube-cetak-pendapatan-rp213-triliun-pada-2019</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/278/2163098/youtube-cetak-pendapatan-rp213-triliun-pada-2019-gpkD6lMIKo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Youtube (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/278/2163098/youtube-cetak-pendapatan-rp213-triliun-pada-2019-gpkD6lMIKo.jpg</image><title>Youtube (Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Google mengungkapkan laba pendapatan pada bisnisnya yaitu YouTube dan Cloud. Namun pengumuman laba pendapatan yang diungkapkan oleh perusahaan induk Google, Alphabet ini terbatas sehingga sulit melihat profitabilitas untuk bisnis-bisnisnya.
Mengutip laman CNBC, Jakarta, Selasa (4/2/2020), YouTube sendiri menghasilkan USD15,5 miliar atau Rp213 triliun (kurs Rp13.754/USD) selama 2019, dengan USD4,72 miliar atau Rp64 triliun pada kuartal keempat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet
Sebagai perbandingan, pada 2018, YouTube menghasilkan USD11,16 miliar atau Rp153 triliun dan USD3,61 miliar, di mana Rp49 triliun tercatat pada kuartal keempat tahun itu.
Laba itu belum termasuk pada pendapatan non-iklan YouTube, seperti berlangganan TV YouTube dan pendapatan pada Google lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Google Dipetisi oleh Ratusan Pegawainya soal Dinas Imigrasi AS
CFO Google dan Alphabet, Ruth Porat mengatakan pendapatan non-iklan YouTube mencapai USD3 miliar pada kuartal keempat tahun 2019. Dia menambahkan, sebagian besar pendapatan masuk dari iklan di YouTube.
Seorang informan di Google yang tidak disebutkan namanya juga menyebutkan jika laba paling besar memang berasal dari iklan di YouTube. Meskipun dia tidak menyebutkan jumlah persentasenya, tapi tetap pendapatan terbesar memang berasal dari iklan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tak Bisa Menjawab, Ini Pengalaman Bos Google saat Wawancara Kerja
Sedangkan pada bisnis Google bernama Cloud menghasilkan USD8,92 miliar atau Rp122 triliun selama tahun 2019, dengan USD2,61 miliar atau Rp35 triliun pada kuartal keempat. Adapun pada 2018 lalu, pendapatan Cloud hanya sebesar USD5,84 miliar atau Rp80 triliun, dengan USD1,71 miliar atau Rp23 triliun pada kuartal keempat.Para analisis saham juga sudah lama meminta Google untuk merilis  penghasilan YouTube secara terpisah keran melihat peluang bisnis  periklanan yang tinggi.
Sedangkan untuk Cloud yang notabenenya sebagai bisnis yang lebih  sedikit peluangnya daripada YouTube namun berhasil tumbuh cepat daripada  Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure. Pada Juli 2019 lalu,  Cloud saja sudah mencapai USD8 miliar atau Rp110 triliun sebagai  pendapatannya.
Langkah untuk melaporkan laba pendapatan Google pun muncul usai CEO  Sundar Pinchai menjabat sebagai CEO Alphabet usai Larry Page  mengundurkan diri pada Desember lalu.
Google sendiri juga diawasi dengan ketat oleh pengawas federal  setempat. Bahkan terdapat koalisi berisi 50 jaksa agung dari berbagai  negara bagian yang secara terang-terangan akan mengawasi Google.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Google mengungkapkan laba pendapatan pada bisnisnya yaitu YouTube dan Cloud. Namun pengumuman laba pendapatan yang diungkapkan oleh perusahaan induk Google, Alphabet ini terbatas sehingga sulit melihat profitabilitas untuk bisnis-bisnisnya.
Mengutip laman CNBC, Jakarta, Selasa (4/2/2020), YouTube sendiri menghasilkan USD15,5 miliar atau Rp213 triliun (kurs Rp13.754/USD) selama 2019, dengan USD4,72 miliar atau Rp64 triliun pada kuartal keempat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet
Sebagai perbandingan, pada 2018, YouTube menghasilkan USD11,16 miliar atau Rp153 triliun dan USD3,61 miliar, di mana Rp49 triliun tercatat pada kuartal keempat tahun itu.
Laba itu belum termasuk pada pendapatan non-iklan YouTube, seperti berlangganan TV YouTube dan pendapatan pada Google lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Google Dipetisi oleh Ratusan Pegawainya soal Dinas Imigrasi AS
CFO Google dan Alphabet, Ruth Porat mengatakan pendapatan non-iklan YouTube mencapai USD3 miliar pada kuartal keempat tahun 2019. Dia menambahkan, sebagian besar pendapatan masuk dari iklan di YouTube.
Seorang informan di Google yang tidak disebutkan namanya juga menyebutkan jika laba paling besar memang berasal dari iklan di YouTube. Meskipun dia tidak menyebutkan jumlah persentasenya, tapi tetap pendapatan terbesar memang berasal dari iklan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tak Bisa Menjawab, Ini Pengalaman Bos Google saat Wawancara Kerja
Sedangkan pada bisnis Google bernama Cloud menghasilkan USD8,92 miliar atau Rp122 triliun selama tahun 2019, dengan USD2,61 miliar atau Rp35 triliun pada kuartal keempat. Adapun pada 2018 lalu, pendapatan Cloud hanya sebesar USD5,84 miliar atau Rp80 triliun, dengan USD1,71 miliar atau Rp23 triliun pada kuartal keempat.Para analisis saham juga sudah lama meminta Google untuk merilis  penghasilan YouTube secara terpisah keran melihat peluang bisnis  periklanan yang tinggi.
Sedangkan untuk Cloud yang notabenenya sebagai bisnis yang lebih  sedikit peluangnya daripada YouTube namun berhasil tumbuh cepat daripada  Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure. Pada Juli 2019 lalu,  Cloud saja sudah mencapai USD8 miliar atau Rp110 triliun sebagai  pendapatannya.
Langkah untuk melaporkan laba pendapatan Google pun muncul usai CEO  Sundar Pinchai menjabat sebagai CEO Alphabet usai Larry Page  mengundurkan diri pada Desember lalu.
Google sendiri juga diawasi dengan ketat oleh pengawas federal  setempat. Bahkan terdapat koalisi berisi 50 jaksa agung dari berbagai  negara bagian yang secara terang-terangan akan mengawasi Google.</content:encoded></item></channel></rss>
