<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Induk Usaha Google Bukukan Pendapatan Rp2.221 Triliun</title><description>Youtube mencatat pendapatan yang sumbernya dari iklan sebesar USD15,5 miliar atau Rp213 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163123/induk-usaha-google-bukukan-pendapatan-rp2-221-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163123/induk-usaha-google-bukukan-pendapatan-rp2-221-triliun"/><item><title>Induk Usaha Google Bukukan Pendapatan Rp2.221 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163123/induk-usaha-google-bukukan-pendapatan-rp2-221-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/278/2163123/induk-usaha-google-bukukan-pendapatan-rp2-221-triliun</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/278/2163123/induk-usaha-google-cetak-bukukan-pendapatan-rp2-221-triliun-ej7CyPLAgz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Youtube Sumbang 9% Pendapatan untuk Alphabet. (Foto: Okezone.com/Ibtimes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/278/2163123/induk-usaha-google-cetak-bukukan-pendapatan-rp2-221-triliun-ej7CyPLAgz.jpg</image><title>Youtube Sumbang 9% Pendapatan untuk Alphabet. (Foto: Okezone.com/Ibtimes)</title></images><description>JAKARTA - Youtube mencatat pendapatan yang sumbernya dari iklan sebesar USD15,5 miliar atau Rp213 triliun (kurs Rp13.754/USD). Pendapatan ini lebih banyak sembilan kali lipat dari yang dibayarkan Google untuk sebuah situs web.
Induk perusahaan Google, Alphabet akhirnya merilis laporan keuangan Youtube untuk pertama kalinya pada Senin 3 Februari 2020. Laporan keuangan Youtube tersebut  disampaikan pertamakali sejak Google mengakuisisi Youtube pada 2006.
Baca Juga: Youtube Cetak Pendapatan Rp213 Triliun pada 2019
Berdasarkan laporannya, iklan di situs video mencakup sekira 9% dari keseluruhan pendapatan Alphabet yang jumlahnya mencapai USD162 miliar atau setara Rp2.221 triliun sepanjang 2019. Sementara itu. untuk pendapatan Google Cloud mencapai USD2,6 miliar pada kuartal ini.
CFO Alphabet Ruth Porat menyatakan, alasan pengungkapan mendadak ini untuk memberikan wawasan lebih lanjut tentang bisnis dan peluang di masa depan.
Baca Juga: Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet
&quot;Sebagian besar dari pendapatan ini masuk ke pendiri Youtube, sulit untuk memperkirakan berapa banyak keuntungan yang masuk ke perusahan,&quot; ujar Porat, dilansir dari Business Insider, Selasa (4/2/2020).
Youtube telah berkembang menjadi salah satu situs paling populer yang membuat dan berbagi video di internet. Ada 2 miliar pengguna bulanan yang mengunjungi platform dengan menonton 250 juta jam untuk video vlog, musik hingga olahraga.Sementara itu, Google membeli Youtube pada 2006 ketika platform  tersebut memiliki 65 karyawan. Pada saat itu, Youtube masih dalam masa  pertumbuhan.
Akuisisi Youtube pun dipelopori oleh Susan Wojcicki yang sekarang  menjadi CEO Youtube. Dia berhasil meyakinkan pendiri Google Larry Page  dan Sergey Brin untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Mereka  menawarkan Rp22,6 triliun (USD1,65 miliar) untuk membeli Youtube. CEO  Google saat itu Eric Schmidt menyebut Youtube adalah langkah selanjutnya  dalam evolusi internet.
</description><content:encoded>JAKARTA - Youtube mencatat pendapatan yang sumbernya dari iklan sebesar USD15,5 miliar atau Rp213 triliun (kurs Rp13.754/USD). Pendapatan ini lebih banyak sembilan kali lipat dari yang dibayarkan Google untuk sebuah situs web.
Induk perusahaan Google, Alphabet akhirnya merilis laporan keuangan Youtube untuk pertama kalinya pada Senin 3 Februari 2020. Laporan keuangan Youtube tersebut  disampaikan pertamakali sejak Google mengakuisisi Youtube pada 2006.
Baca Juga: Youtube Cetak Pendapatan Rp213 Triliun pada 2019
Berdasarkan laporannya, iklan di situs video mencakup sekira 9% dari keseluruhan pendapatan Alphabet yang jumlahnya mencapai USD162 miliar atau setara Rp2.221 triliun sepanjang 2019. Sementara itu. untuk pendapatan Google Cloud mencapai USD2,6 miliar pada kuartal ini.
CFO Alphabet Ruth Porat menyatakan, alasan pengungkapan mendadak ini untuk memberikan wawasan lebih lanjut tentang bisnis dan peluang di masa depan.
Baca Juga: Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet
&quot;Sebagian besar dari pendapatan ini masuk ke pendiri Youtube, sulit untuk memperkirakan berapa banyak keuntungan yang masuk ke perusahan,&quot; ujar Porat, dilansir dari Business Insider, Selasa (4/2/2020).
Youtube telah berkembang menjadi salah satu situs paling populer yang membuat dan berbagi video di internet. Ada 2 miliar pengguna bulanan yang mengunjungi platform dengan menonton 250 juta jam untuk video vlog, musik hingga olahraga.Sementara itu, Google membeli Youtube pada 2006 ketika platform  tersebut memiliki 65 karyawan. Pada saat itu, Youtube masih dalam masa  pertumbuhan.
Akuisisi Youtube pun dipelopori oleh Susan Wojcicki yang sekarang  menjadi CEO Youtube. Dia berhasil meyakinkan pendiri Google Larry Page  dan Sergey Brin untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Mereka  menawarkan Rp22,6 triliun (USD1,65 miliar) untuk membeli Youtube. CEO  Google saat itu Eric Schmidt menyebut Youtube adalah langkah selanjutnya  dalam evolusi internet.
</content:encoded></item></channel></rss>
