<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengguna Angkutan Umum di Jabodetabek Masih Sedikit Dibanding Jepang dan Singapura</title><description>Pengguna angkutan umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) baru 32%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163007/pengguna-angkutan-umum-di-jabodetabek-masih-sedikit-dibanding-jepang-dan-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163007/pengguna-angkutan-umum-di-jabodetabek-masih-sedikit-dibanding-jepang-dan-singapura"/><item><title>Pengguna Angkutan Umum di Jabodetabek Masih Sedikit Dibanding Jepang dan Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163007/pengguna-angkutan-umum-di-jabodetabek-masih-sedikit-dibanding-jepang-dan-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163007/pengguna-angkutan-umum-di-jabodetabek-masih-sedikit-dibanding-jepang-dan-singapura</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/320/2163007/pengguna-angkutan-umum-di-jabodetabek-masih-sedikit-dibanding-jepang-dan-singapura-vluSDiEjU7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna Angkutan Umum di Jabodetabek Masih Sedikit. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/320/2163007/pengguna-angkutan-umum-di-jabodetabek-masih-sedikit-dibanding-jepang-dan-singapura-vluSDiEjU7.jpg</image><title>Pengguna Angkutan Umum di Jabodetabek Masih Sedikit. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) baru 32%. Angkah pengguna tersebut masih rendah dibandingkan negara seperti Jepang dan Singapura.
&quot;Jepang dan Singapura rata-rata pengguna angkutan umum sudah capai 50%-60%. Maka itu harapan kita menjadi satu tujuan untuk mencapai itu,&quot; ujar dia, pada rapat koordinasi BPTJ di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Baca Juga: Cegah Virus Korona, Kapal China Masuk RI Langsung di Karantina
Menurut mantan Direktur Utama Angkasa Pura II ini, sebaiknya transportasi umum memiliki sistem promosi yang baik dan efektif.
&quot;Beberapa tahun ini dengan adanya MRT Jakarta dan dibangunnya LRT menjadi angkutan massal yang harus kita bangun. Dan apa yang dilakukan itu adalah membentuk efisiensi yang ada di kota,&quot; tandasnya.
Baca Juga: Penerbangan ke China Dihentikan Mulai 5 Februari, Bagaimana Tiket yang Sudah Dibeli?
Dia menjelaskan, Jabodetabek merupakan pengguna transportasi terbesar di Asean. Oleh karena itu menjadi suatu perolehan yang serius.
&quot;Di mana penduduk di Jabodetabek ini 88 juta dan angkanya akan terus meningkat karena ibu kota ini menjadi magnet luar biasa,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) baru 32%. Angkah pengguna tersebut masih rendah dibandingkan negara seperti Jepang dan Singapura.
&quot;Jepang dan Singapura rata-rata pengguna angkutan umum sudah capai 50%-60%. Maka itu harapan kita menjadi satu tujuan untuk mencapai itu,&quot; ujar dia, pada rapat koordinasi BPTJ di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Baca Juga: Cegah Virus Korona, Kapal China Masuk RI Langsung di Karantina
Menurut mantan Direktur Utama Angkasa Pura II ini, sebaiknya transportasi umum memiliki sistem promosi yang baik dan efektif.
&quot;Beberapa tahun ini dengan adanya MRT Jakarta dan dibangunnya LRT menjadi angkutan massal yang harus kita bangun. Dan apa yang dilakukan itu adalah membentuk efisiensi yang ada di kota,&quot; tandasnya.
Baca Juga: Penerbangan ke China Dihentikan Mulai 5 Februari, Bagaimana Tiket yang Sudah Dibeli?
Dia menjelaskan, Jabodetabek merupakan pengguna transportasi terbesar di Asean. Oleh karena itu menjadi suatu perolehan yang serius.
&quot;Di mana penduduk di Jabodetabek ini 88 juta dan angkanya akan terus meningkat karena ibu kota ini menjadi magnet luar biasa,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
