<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Bulan Puasa, Kerajaan Arab Saudi Minta Tenaga Kerja dari RI</title><description>Arab Saudi meminta kepada pemerintah Indonesia untuk kembali mengirimkan tenaga kerjanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163232/jelang-bulan-puasa-kerajaan-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163232/jelang-bulan-puasa-kerajaan-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri"/><item><title>Jelang Bulan Puasa, Kerajaan Arab Saudi Minta Tenaga Kerja dari RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163232/jelang-bulan-puasa-kerajaan-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163232/jelang-bulan-puasa-kerajaan-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/320/2163232/jelang-bulan-puasa-kerajaan-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri-aToyBEajYW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKI. Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/320/2163232/jelang-bulan-puasa-kerajaan-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri-aToyBEajYW.jpg</image><title>TKI. Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Arab Saudi meminta kepada pemerintah Indonesia untuk kembali mengirimkan tenaga kerjanya. Sebab kebutuhan akan tenaga kerja asal Indonesia sudah sangat mendesak sekali.
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi mengatakan, pemerintah Indonesia diharapkan bisa secepatnya kembali membuka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi. Apalagi menjelang momentum bulan Ramadhan 1441 H yang jatuh pada akhir April 2020 nanti.
Menurut Esam, dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain, pekerja asal Indonesia masih menjadi favorit. Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang mengirimkan pekerjanya juga ke Arab Saudi.
Baca Juga: Pemerintah Akan Perketat Pekerja China Masuk Indonesia
Salah satu alasannya adalah karena ada kecocokan dari segi budaya dan kultur antara Indonesia dengan Arab Saudi. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi agama islam terbesar di dunia.
&quot;Kami sudah kerja sama dengan negara lain. Tapi PMI tetap tak tergantikan, karena masyarakat Saudi sudah memiliki kecocokan dari segi kultur budaya maupun sebagai sesama muslim,&quot;  ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020).
Baca Juga: Wabah Virus Korona, Menaker: Pekerja Migran RI di China dalam Kondisi Sehat
Esam menyebut jika pemerintah kerajaan Arab Saudi akan menjamin keselamatan dari para pekerja asal Indonesia. Bahkan kerjaan Arab Saudi siap memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang bekerja di sana.
Dirinya mewakili Kerajaan Arab Saudi mengaku meminta maaf jika memang dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi kasus kekerasan kepada pekerja migran asal tanah air. Dirinya berjanji dalam beberapa tahun ke depan tidak akan lagi terjadi kasus kekerasan kepada tenaga kerja migran asal Indonesia.

&quot;Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara  serius memberikan perlindungan kepada PMI,&quot; ucapnya
Apalagi pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi tengah  mempersiapkan sistem terpadu untuk rekruitmen tenaga kerja yang akan  dikirim. Adalah sistem penempatan satu kanal (SPSK) atau One Channel  System. Melalui SPSK ini, nantinya tenaga kerja Indonesia ini akan  dikelola dan dicarikan bos barunya lewat pihak ketiga.
SPSK ini merupakan tindak lanjut dari Technical arrangement  concerning Pilot Project on One Channel System for Limited Placement of  Indonesian Migrant Workers in The Kingdom of Saudi Arabia antara RI dan  Menaker pembangunan sosial Kerajaan Arab Saudi.
Kerja sama ini bersifat uji coba secara terbatas, yakni dengan jumlah  PMI tertentu, evaluasi setiap tiga bulan, lokasi tertentu Jeddah,  Madinah, Riyadh, dan wilayah timur, yakni Damam, Qobar dan  Dahran.  Serta jabatan tertentu seperti baby sitter, family cook, elderly  caretaker, family driver, child careworker, dan housekeeper.</description><content:encoded>JAKARTA - Arab Saudi meminta kepada pemerintah Indonesia untuk kembali mengirimkan tenaga kerjanya. Sebab kebutuhan akan tenaga kerja asal Indonesia sudah sangat mendesak sekali.
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi mengatakan, pemerintah Indonesia diharapkan bisa secepatnya kembali membuka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi. Apalagi menjelang momentum bulan Ramadhan 1441 H yang jatuh pada akhir April 2020 nanti.
Menurut Esam, dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain, pekerja asal Indonesia masih menjadi favorit. Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang mengirimkan pekerjanya juga ke Arab Saudi.
Baca Juga: Pemerintah Akan Perketat Pekerja China Masuk Indonesia
Salah satu alasannya adalah karena ada kecocokan dari segi budaya dan kultur antara Indonesia dengan Arab Saudi. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi agama islam terbesar di dunia.
&quot;Kami sudah kerja sama dengan negara lain. Tapi PMI tetap tak tergantikan, karena masyarakat Saudi sudah memiliki kecocokan dari segi kultur budaya maupun sebagai sesama muslim,&quot;  ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020).
Baca Juga: Wabah Virus Korona, Menaker: Pekerja Migran RI di China dalam Kondisi Sehat
Esam menyebut jika pemerintah kerajaan Arab Saudi akan menjamin keselamatan dari para pekerja asal Indonesia. Bahkan kerjaan Arab Saudi siap memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang bekerja di sana.
Dirinya mewakili Kerajaan Arab Saudi mengaku meminta maaf jika memang dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi kasus kekerasan kepada pekerja migran asal tanah air. Dirinya berjanji dalam beberapa tahun ke depan tidak akan lagi terjadi kasus kekerasan kepada tenaga kerja migran asal Indonesia.

&quot;Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara  serius memberikan perlindungan kepada PMI,&quot; ucapnya
Apalagi pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi tengah  mempersiapkan sistem terpadu untuk rekruitmen tenaga kerja yang akan  dikirim. Adalah sistem penempatan satu kanal (SPSK) atau One Channel  System. Melalui SPSK ini, nantinya tenaga kerja Indonesia ini akan  dikelola dan dicarikan bos barunya lewat pihak ketiga.
SPSK ini merupakan tindak lanjut dari Technical arrangement  concerning Pilot Project on One Channel System for Limited Placement of  Indonesian Migrant Workers in The Kingdom of Saudi Arabia antara RI dan  Menaker pembangunan sosial Kerajaan Arab Saudi.
Kerja sama ini bersifat uji coba secara terbatas, yakni dengan jumlah  PMI tertentu, evaluasi setiap tiga bulan, lokasi tertentu Jeddah,  Madinah, Riyadh, dan wilayah timur, yakni Damam, Qobar dan  Dahran.  Serta jabatan tertentu seperti baby sitter, family cook, elderly  caretaker, family driver, child careworker, dan housekeeper.</content:encoded></item></channel></rss>
