<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Terserang Virus Korona, Jokowi Ingin RI Cermati Peluang Ekspor hingga Investasi</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia melihat peluang ekonomi di tengah wabah virus korona yang melanda China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163252/china-terserang-virus-korona-jokowi-ingin-ri-cermati-peluang-ekspor-hingga-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163252/china-terserang-virus-korona-jokowi-ingin-ri-cermati-peluang-ekspor-hingga-investasi"/><item><title>China Terserang Virus Korona, Jokowi Ingin RI Cermati Peluang Ekspor hingga Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163252/china-terserang-virus-korona-jokowi-ingin-ri-cermati-peluang-ekspor-hingga-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/04/320/2163252/china-terserang-virus-korona-jokowi-ingin-ri-cermati-peluang-ekspor-hingga-investasi</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/320/2163252/china-terserang-virus-korona-jokowi-ingin-ri-cermati-peluang-ekspor-hingga-investasi-eBJg0IPKXF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/320/2163252/china-terserang-virus-korona-jokowi-ingin-ri-cermati-peluang-ekspor-hingga-investasi-eBJg0IPKXF.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia melihat peluang ekonomi di tengah wabah virus korona yang melanda China. Jokowi meminta jajarannya mengalkulasikan ini secara cermat.

&quot;Dikalkulasi secara cermat dampak dari kebijakan ini bagi perekonomian kita, baik dari sektor perdagangan, investasi dan pariwisata,&quot; kata Jokowi dalam rapat terbatas kesiapan menghadapi dampak virus korona di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).
Baca Juga: Selain Virus Korona, Ini Masalah yang Akan 'Memukul' Ekonomi China
Jokowi berujar, China merupakan tujuan ekspor pertama bagi Indonesia dengan pangsa pasar 16,6% dari total ekspor di Tanah Air. Jumlah ini dinilai sangat besar. Di sisi lain, China sekaligus menjadi negara asal impor terbesar bagi Indonesia.

&quot;Karena itu betul-betul harus diantisipasi dampak dari virus korona dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita,&quot; tutur Jokowi.
Baca Juga: Ekonomi China 'Digerogoti' Virus Korona
Jokowi melihat ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara lain yang sebelumnya banyak mengimpor produk yang sama dari China.

&quot;Saya juga melihat hal ini memberikan momentum bagi industri substitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari China&quot; ucapnya.
Sementara itu, di sektor pariwisata, Jokowi meminta jajarannya  menyiapkan rencana kontingensi terutama untuk Bali dan Sulawesi Utara di  tengah mewabahnya virus korona di China.

&quot;Terakhir dari sektor pariwisata saya minta disiapkan langkah-langkah  kontingensi terutama untuk Bali dan Sulut, dua daerah yang selama ini  banyak dikunjungi oleh wisatawan dari RRT. Dan dalam jangka pendek juga  saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisata  mancanegara yang sedang cari alternatif untuk destinasi wisata karena  batal berkunjung ke RRT,&quot; jelas Jokowi.

Dalam rapat terbatas ini, turut hadir Menlu Retno LP Marsudi, Menkes  dr Terawan Agus Putranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri  Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Selain itu, hadir pula Menkumham Yasonna Hamonongan Laoly, Menteri  PUPR Basuki Hadi Muljono, Menteri KKP Edhy Prabowo, Menko Bidang  Kemaritiman Lubut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Ada juga Mendagri Tito Karnavian, Mendikbud Nadiem Makarim,  Menparekraf Wishnutama Kusubandio, Menkeu Sri Mulyani, Kepala BKPM  Bahlil Lahadalia, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dan Mensos  Juliari Batubara.

Kepala BIN Budi Gunawan dan Menkop dan UKM Teten Masduki, Menteri  BUMN Erick Thohir, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menperin  Agus Gumiwang, Menko Polhukam Mahfud MD, Menakertrans Ida Fauziyah, dan  jajaran kabinet lainnya.
</description><content:encoded>BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia melihat peluang ekonomi di tengah wabah virus korona yang melanda China. Jokowi meminta jajarannya mengalkulasikan ini secara cermat.

&quot;Dikalkulasi secara cermat dampak dari kebijakan ini bagi perekonomian kita, baik dari sektor perdagangan, investasi dan pariwisata,&quot; kata Jokowi dalam rapat terbatas kesiapan menghadapi dampak virus korona di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).
Baca Juga: Selain Virus Korona, Ini Masalah yang Akan 'Memukul' Ekonomi China
Jokowi berujar, China merupakan tujuan ekspor pertama bagi Indonesia dengan pangsa pasar 16,6% dari total ekspor di Tanah Air. Jumlah ini dinilai sangat besar. Di sisi lain, China sekaligus menjadi negara asal impor terbesar bagi Indonesia.

&quot;Karena itu betul-betul harus diantisipasi dampak dari virus korona dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita,&quot; tutur Jokowi.
Baca Juga: Ekonomi China 'Digerogoti' Virus Korona
Jokowi melihat ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara lain yang sebelumnya banyak mengimpor produk yang sama dari China.

&quot;Saya juga melihat hal ini memberikan momentum bagi industri substitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari China&quot; ucapnya.
Sementara itu, di sektor pariwisata, Jokowi meminta jajarannya  menyiapkan rencana kontingensi terutama untuk Bali dan Sulawesi Utara di  tengah mewabahnya virus korona di China.

&quot;Terakhir dari sektor pariwisata saya minta disiapkan langkah-langkah  kontingensi terutama untuk Bali dan Sulut, dua daerah yang selama ini  banyak dikunjungi oleh wisatawan dari RRT. Dan dalam jangka pendek juga  saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisata  mancanegara yang sedang cari alternatif untuk destinasi wisata karena  batal berkunjung ke RRT,&quot; jelas Jokowi.

Dalam rapat terbatas ini, turut hadir Menlu Retno LP Marsudi, Menkes  dr Terawan Agus Putranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri  Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Selain itu, hadir pula Menkumham Yasonna Hamonongan Laoly, Menteri  PUPR Basuki Hadi Muljono, Menteri KKP Edhy Prabowo, Menko Bidang  Kemaritiman Lubut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Ada juga Mendagri Tito Karnavian, Mendikbud Nadiem Makarim,  Menparekraf Wishnutama Kusubandio, Menkeu Sri Mulyani, Kepala BKPM  Bahlil Lahadalia, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dan Mensos  Juliari Batubara.

Kepala BIN Budi Gunawan dan Menkop dan UKM Teten Masduki, Menteri  BUMN Erick Thohir, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menperin  Agus Gumiwang, Menko Polhukam Mahfud MD, Menakertrans Ida Fauziyah, dan  jajaran kabinet lainnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
