<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Tumbuh 5,02% pada 2019, Ini Sederet Faktor yang Mempengaruhinya</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02% pada 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/20/2163627/ekonomi-tumbuh-5-02-pada-2019-ini-sederet-faktor-yang-mempengaruhinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/20/2163627/ekonomi-tumbuh-5-02-pada-2019-ini-sederet-faktor-yang-mempengaruhinya"/><item><title>Ekonomi Tumbuh 5,02% pada 2019, Ini Sederet Faktor yang Mempengaruhinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/20/2163627/ekonomi-tumbuh-5-02-pada-2019-ini-sederet-faktor-yang-mempengaruhinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/20/2163627/ekonomi-tumbuh-5-02-pada-2019-ini-sederet-faktor-yang-mempengaruhinya</guid><pubDate>Rabu 05 Februari 2020 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/05/20/2163627/ekonomi-tumbuh-5-02-pada-2019-ini-sederet-faktor-yang-mempengaruhinya-eAvGAI3C28.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS Umumkan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2019.  (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/05/20/2163627/ekonomi-tumbuh-5-02-pada-2019-ini-sederet-faktor-yang-mempengaruhinya-eAvGAI3C28.jpg</image><title>BPS Umumkan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2019.  (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02% pada 2019. Angka lebih rendah dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tumbuh 5,17%.
&amp;ldquo;Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian,&amp;rdquo; kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/2/2019).
Baca Juga: Menko Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Atas 5%
Di antaranya masih berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, tensi geopolitik yang berlangsung di beberapa negara, juga harga komoditas yang berfluktuatif.
BPS mencatat harga komoditas migas dan non migas di pasar internasional pada kuartal IV-2019 secara umum mengalami peningkatan baik secara kuartal (q to q) maupun secara tahunan (yoy). Hal ini sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia.
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,02% pada 2019
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada kuartal IV-2019 mengalami peningkatan 6,04% dari kuartal III-2019, namun menurun 2,06% bila dibandingkan kuartal IV-2018. Di sisi lain, komoditas cokelat, kedelai, daging sapi, minyak kelapa sawit, dan karet mengalami kenaikan harga di kuartal IV-2019.
Ekonomi Indonesia juga tak terlepas dari empat negara mitra dagang  utama yang perekonomiannya melambat di sepanjang 2019, yakni Singapura,  China, dan Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Ini semua menunjukkan  perekonomian global masih lemah dan belum stabil, akibat lemahnya  perdagangan global dan investasi.
&quot;Jadi banyak negara yang alami perlambatan ekonomi,&quot; kata Kecuk.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02% pada 2019. Angka lebih rendah dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tumbuh 5,17%.
&amp;ldquo;Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian,&amp;rdquo; kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/2/2019).
Baca Juga: Menko Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Atas 5%
Di antaranya masih berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, tensi geopolitik yang berlangsung di beberapa negara, juga harga komoditas yang berfluktuatif.
BPS mencatat harga komoditas migas dan non migas di pasar internasional pada kuartal IV-2019 secara umum mengalami peningkatan baik secara kuartal (q to q) maupun secara tahunan (yoy). Hal ini sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia.
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,02% pada 2019
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada kuartal IV-2019 mengalami peningkatan 6,04% dari kuartal III-2019, namun menurun 2,06% bila dibandingkan kuartal IV-2018. Di sisi lain, komoditas cokelat, kedelai, daging sapi, minyak kelapa sawit, dan karet mengalami kenaikan harga di kuartal IV-2019.
Ekonomi Indonesia juga tak terlepas dari empat negara mitra dagang  utama yang perekonomiannya melambat di sepanjang 2019, yakni Singapura,  China, dan Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Ini semua menunjukkan  perekonomian global masih lemah dan belum stabil, akibat lemahnya  perdagangan global dan investasi.
&quot;Jadi banyak negara yang alami perlambatan ekonomi,&quot; kata Kecuk.</content:encoded></item></channel></rss>
