<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Hadapi Virus Korona, Wall Street Menguat</title><description>Kekhawatiran ekonomi dunia melemah akibat virus corona berkurang setelah intervensi yang dilakukan Bank Sentral China</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/278/2163493/china-hadapi-virus-korona-wall-street-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/278/2163493/china-hadapi-virus-korona-wall-street-menguat"/><item><title>China Hadapi Virus Korona, Wall Street Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/278/2163493/china-hadapi-virus-korona-wall-street-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/278/2163493/china-hadapi-virus-korona-wall-street-menguat</guid><pubDate>Rabu 05 Februari 2020 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/05/278/2163493/china-hadapi-virus-korona-wall-street-menguat-UMhbgbuLdD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Rebound (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/05/278/2163493/china-hadapi-virus-korona-wall-street-menguat-UMhbgbuLdD.jpg</image><title>Wall Street Rebound (Foto: Okezone.com)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir menguat, di mana indeks Nasdaq sentuh rekor tertinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat. Hal ini dikarenakan kekhawatiran akan turunnya ekonomi dunia akibat wabah virus corona  berkurang setelah intervensi yang dilakukan Bank Sentral China
Bank Sentral China menyuntikkan dana 1,7 triliun yuan atau USD242,74 miliar melalui repo. Hal tersebut sebagai upaya untuk menstabilkan ekspektasi pasar keuangan dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Baca Juga: Wall Street Rebound di Tengah Kekhawatiran Virus Korona
Stimulus tersebut mendorong sentimen positif bahkan ketika dampak dari virus corona China diperkirakan akan memberikan tekanan bagi aktivitas ekonomi China dan global pada kuartal pertama tahun ini.
&quot;Tindakan keuangan China meredakan kekhawatiran. Di mana pasar hanya melihat dampak virus,&quot; kata Kepala Strategi Investasi Ally Invest Lindsey Bell, dilansir dari Reuters, Rabu (5/2/2020).
Baca Juga: Wall Street Menguat Sikapi Pernyataan WHO soal Virus Korona
Kebijakan China tersebut mendorong penguatan beberapa saham pada indeks Dow Jones. Dow Jones Industrial Average  naik 407,82 poin atau 1,44% menjadi 28.807,63.
S&amp;amp;P 500  naik 48,67 poin atau 1,50%, menjadi 3.297,59 dan Nasdaq Composite  menambahkan 194,57 poin, atau 2,1% menjadi 9.467,97.Saham teknologi memimpin kenaikan di antara sektor S&amp;amp;P 500, naik 2,6%. Saham Philadelphia Semiconductor naik 3,1%.
Saham Alphabet Inc turun 2,5%, setelah orang tua Google membukukan  penurunan pendapatan kuartal liburan pertamanya dalam lima tahun.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir menguat, di mana indeks Nasdaq sentuh rekor tertinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat. Hal ini dikarenakan kekhawatiran akan turunnya ekonomi dunia akibat wabah virus corona  berkurang setelah intervensi yang dilakukan Bank Sentral China
Bank Sentral China menyuntikkan dana 1,7 triliun yuan atau USD242,74 miliar melalui repo. Hal tersebut sebagai upaya untuk menstabilkan ekspektasi pasar keuangan dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Baca Juga: Wall Street Rebound di Tengah Kekhawatiran Virus Korona
Stimulus tersebut mendorong sentimen positif bahkan ketika dampak dari virus corona China diperkirakan akan memberikan tekanan bagi aktivitas ekonomi China dan global pada kuartal pertama tahun ini.
&quot;Tindakan keuangan China meredakan kekhawatiran. Di mana pasar hanya melihat dampak virus,&quot; kata Kepala Strategi Investasi Ally Invest Lindsey Bell, dilansir dari Reuters, Rabu (5/2/2020).
Baca Juga: Wall Street Menguat Sikapi Pernyataan WHO soal Virus Korona
Kebijakan China tersebut mendorong penguatan beberapa saham pada indeks Dow Jones. Dow Jones Industrial Average  naik 407,82 poin atau 1,44% menjadi 28.807,63.
S&amp;amp;P 500  naik 48,67 poin atau 1,50%, menjadi 3.297,59 dan Nasdaq Composite  menambahkan 194,57 poin, atau 2,1% menjadi 9.467,97.Saham teknologi memimpin kenaikan di antara sektor S&amp;amp;P 500, naik 2,6%. Saham Philadelphia Semiconductor naik 3,1%.
Saham Alphabet Inc turun 2,5%, setelah orang tua Google membukukan  penurunan pendapatan kuartal liburan pertamanya dalam lima tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
