<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wabah Virus Korona, Produksi Automotif Korea Terhenti</title><description>Coronavirus atau virus konora telah membahayakan industri automotif Korea Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/320/2163730/wabah-virus-korona-produksi-automotif-korea-terhenti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/320/2163730/wabah-virus-korona-produksi-automotif-korea-terhenti"/><item><title>Wabah Virus Korona, Produksi Automotif Korea Terhenti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/320/2163730/wabah-virus-korona-produksi-automotif-korea-terhenti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/05/320/2163730/wabah-virus-korona-produksi-automotif-korea-terhenti</guid><pubDate>Rabu 05 Februari 2020 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/05/320/2163730/wabah-virus-korona-produksi-automotif-korea-terhenti-1RcuMPambn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/05/320/2163730/wabah-virus-korona-produksi-automotif-korea-terhenti-1RcuMPambn.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Coronavirus atau virus konora telah membahayakan industri automotif Korea Selatan. Industri automotif merupakan ekspor terbesar Korea Selatan saat ini. Industri terancam karena Hyundai Motor, Kia Motors berserta tiga perusahaan automotif tidak bisa mendapatkan pasokan perkabelan yang dibuat di China.
Perusahaan Korea Leoni telah menghentikan pengoperasian sementara di China setidaknya sampai minggu depan.
Hyundai mengatakan, pengoperasian pabriknya di Ulsan dan dua kota lain akan melambat dan mungkin menghentikan operasi sampai awal minggu depan atau kecuali produksi kabel dilanjutkan di China atau perusahaan Korea dalam negeri dapat mulai memenuhi kebutuhan. Perusahaan meminta pekerja untuk tidak shift lembur dalam memproduksi kendaraan karena ada juga kekhawatiran kalau komponen lain akan segera kekurangan pasokan.
Baca Juga: Penerbangan ke China Dihentikan Dampak Virus Korona, Tahap Awal Berlaku 30 Hari
 
&quot;Tidak ada gangguan, tetapi jika situasi ini berlanjut, rantai pasokan akan terganggu,&quot;CEO Bosch, Volkmar Denner, Jerman, mengutip dari Forbes.com, Rabu (5/2/2020).
Bosch sendiri,  harus menutup dua pabriknya di Wuhan sampai minggu depan.
Demikian pula, Kia Motors yang memproduksi sejumlah kendaraan pada platform yang sama dengan kendaraan Hyundai, harus mengurangi produksi di pabriknya di Korea sementara karena penundaan produksi di China.
Hyundai dan Kia menghasilkan lebih dari 9 juta kendaraan per tahun di pabrik di Korea dan luar negeri, sebesar 5,5 juta diproduksi oleh Hyundai dan 3,8 juta oleh Kia. Target mereka tahun ini adalah 7,5 juta, naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 7,2 juta, tetapi wabah virus korona sudah memotong produksi dan penjualan di Cina dan dapat menurunkan capaian di tempat lain juga.
Baca Juga: Begini Kolaborasi Sri Mulyani-Gubernur BI Selamatkan Ekonomi RI dari Virus Korona
 
Selain Hyundai dan Kia, Ssangyong Motor, yang sudah mengalami kerugian besar, harus menunda produksi di pabriknya di Pyeongtaek. Pembuat kendaraan bermotor terbesar ketiga di Korea, GM Korea dan Renault Samsung Motors keduanya mengatakan mereka hanya melihat untuk memprediksi apa yang harus dilakukan selanjutnya, meskipun yang terakhir mereka bisa memperoleh kabel dari mitra Jepang, Nissan dan Mitsubishi.
Selain menghancurkan industri automotif, wabah ini juga telah menghentikan industri pariwisata di Korea. Pemerintah berhenti memberikan izin masuk bebas visa untuk pelancong asing yang ingin mengunjungi tujuan wisata yang sangat populer di Jeju, pulau yang terhubung langsung melalui udara ke kota-kota besar Tiongkok.
Warga negara China sendiri menyumbang hampir semua pengunjung asing ke pulau itu tanpa visa tahun lalu. Lotte Duty Free dan Shilla Duty Free, atraksi luar biasa bagi wisatawan Tiongkok, keduanya harus menunda operasi di Jeju.</description><content:encoded>JAKARTA - Coronavirus atau virus konora telah membahayakan industri automotif Korea Selatan. Industri automotif merupakan ekspor terbesar Korea Selatan saat ini. Industri terancam karena Hyundai Motor, Kia Motors berserta tiga perusahaan automotif tidak bisa mendapatkan pasokan perkabelan yang dibuat di China.
Perusahaan Korea Leoni telah menghentikan pengoperasian sementara di China setidaknya sampai minggu depan.
Hyundai mengatakan, pengoperasian pabriknya di Ulsan dan dua kota lain akan melambat dan mungkin menghentikan operasi sampai awal minggu depan atau kecuali produksi kabel dilanjutkan di China atau perusahaan Korea dalam negeri dapat mulai memenuhi kebutuhan. Perusahaan meminta pekerja untuk tidak shift lembur dalam memproduksi kendaraan karena ada juga kekhawatiran kalau komponen lain akan segera kekurangan pasokan.
Baca Juga: Penerbangan ke China Dihentikan Dampak Virus Korona, Tahap Awal Berlaku 30 Hari
 
&quot;Tidak ada gangguan, tetapi jika situasi ini berlanjut, rantai pasokan akan terganggu,&quot;CEO Bosch, Volkmar Denner, Jerman, mengutip dari Forbes.com, Rabu (5/2/2020).
Bosch sendiri,  harus menutup dua pabriknya di Wuhan sampai minggu depan.
Demikian pula, Kia Motors yang memproduksi sejumlah kendaraan pada platform yang sama dengan kendaraan Hyundai, harus mengurangi produksi di pabriknya di Korea sementara karena penundaan produksi di China.
Hyundai dan Kia menghasilkan lebih dari 9 juta kendaraan per tahun di pabrik di Korea dan luar negeri, sebesar 5,5 juta diproduksi oleh Hyundai dan 3,8 juta oleh Kia. Target mereka tahun ini adalah 7,5 juta, naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 7,2 juta, tetapi wabah virus korona sudah memotong produksi dan penjualan di Cina dan dapat menurunkan capaian di tempat lain juga.
Baca Juga: Begini Kolaborasi Sri Mulyani-Gubernur BI Selamatkan Ekonomi RI dari Virus Korona
 
Selain Hyundai dan Kia, Ssangyong Motor, yang sudah mengalami kerugian besar, harus menunda produksi di pabriknya di Pyeongtaek. Pembuat kendaraan bermotor terbesar ketiga di Korea, GM Korea dan Renault Samsung Motors keduanya mengatakan mereka hanya melihat untuk memprediksi apa yang harus dilakukan selanjutnya, meskipun yang terakhir mereka bisa memperoleh kabel dari mitra Jepang, Nissan dan Mitsubishi.
Selain menghancurkan industri automotif, wabah ini juga telah menghentikan industri pariwisata di Korea. Pemerintah berhenti memberikan izin masuk bebas visa untuk pelancong asing yang ingin mengunjungi tujuan wisata yang sangat populer di Jeju, pulau yang terhubung langsung melalui udara ke kota-kota besar Tiongkok.
Warga negara China sendiri menyumbang hampir semua pengunjung asing ke pulau itu tanpa visa tahun lalu. Lotte Duty Free dan Shilla Duty Free, atraksi luar biasa bagi wisatawan Tiongkok, keduanya harus menunda operasi di Jeju.</content:encoded></item></channel></rss>
