<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Optimistis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik ditopang prospek peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164182/bi-optimistis-ekonomi-tahun-ini-lebih-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164182/bi-optimistis-ekonomi-tahun-ini-lebih-baik"/><item><title>BI Optimistis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164182/bi-optimistis-ekonomi-tahun-ini-lebih-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164182/bi-optimistis-ekonomi-tahun-ini-lebih-baik</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164182/bi-optimistis-ekonomi-tahun-ini-lebih-baik-zE1eSOBZV2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164182/bi-optimistis-ekonomi-tahun-ini-lebih-baik-zE1eSOBZV2.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa lebih baik, ditopang peningkatan ekspor dan investasi. Di mana pada 2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% atau lebih rendah dari realisasi 2018 sebesar 5,17%.
Mengutip keterangan BI, Kamis (6/2/2020), ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik ditopang prospek peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, BI: Itu Ditopang Permintaan Domestik
Investasi diprakirakan juga meningkat didorong pembangunan infrastruktur serta kenaikan keyakinan pelaku usaha sebagai dampak peningkatan ekspor dan kemudahan iklim berusaha sejalan dengan kebijakan Pemerintah termasuk implementasi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,02%, Jokowi: Patut Kita Syukuri, Negara Lain Anjlok
Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi 2019 banyak ditopang oleh permintaan domestik yang tetap terjaga sedangkan ekspor menurun sejalan dengan melambatnya permintaan global dan menurunnya harga komoditas global.
Permintaan domestik yang terjaga dipengaruhi stabilnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04% pada 2019, tidak banyak berbeda dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya sebesar 5,05%.Konsumsi rumah tangga yang terjaga didorong inflasi yang terkendali  dan tingkat keyakinan konsumen yang tetap baik. Konsumsi Lembaga  Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT) meningkat dari 9,10% pada 2018 menjadi  10,62%, didorong dampak positif penyelenggaraan pemilu 2019.
Permintaan domestik juga didukung oleh investasi yang tetap tinggi,  terutama investasi bangunan yang tumbuh 5,37%, tidak jauh berbeda dari  kinerja 2018 sebesar 5,41%. Dari sisi lapangan usaha , pertumbuhan  ekonomi tahun 2019 terutama didorong kinerja lapangan usaha jasa-jasa di  sektor tersier, terutama sektor komunikasi dan informasi, sektor jasa  keuangan dan asuransi dan sektor jasa lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa lebih baik, ditopang peningkatan ekspor dan investasi. Di mana pada 2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% atau lebih rendah dari realisasi 2018 sebesar 5,17%.
Mengutip keterangan BI, Kamis (6/2/2020), ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik ditopang prospek peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, BI: Itu Ditopang Permintaan Domestik
Investasi diprakirakan juga meningkat didorong pembangunan infrastruktur serta kenaikan keyakinan pelaku usaha sebagai dampak peningkatan ekspor dan kemudahan iklim berusaha sejalan dengan kebijakan Pemerintah termasuk implementasi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,02%, Jokowi: Patut Kita Syukuri, Negara Lain Anjlok
Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi 2019 banyak ditopang oleh permintaan domestik yang tetap terjaga sedangkan ekspor menurun sejalan dengan melambatnya permintaan global dan menurunnya harga komoditas global.
Permintaan domestik yang terjaga dipengaruhi stabilnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04% pada 2019, tidak banyak berbeda dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya sebesar 5,05%.Konsumsi rumah tangga yang terjaga didorong inflasi yang terkendali  dan tingkat keyakinan konsumen yang tetap baik. Konsumsi Lembaga  Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT) meningkat dari 9,10% pada 2018 menjadi  10,62%, didorong dampak positif penyelenggaraan pemilu 2019.
Permintaan domestik juga didukung oleh investasi yang tetap tinggi,  terutama investasi bangunan yang tumbuh 5,37%, tidak jauh berbeda dari  kinerja 2018 sebesar 5,41%. Dari sisi lapangan usaha , pertumbuhan  ekonomi tahun 2019 terutama didorong kinerja lapangan usaha jasa-jasa di  sektor tersier, terutama sektor komunikasi dan informasi, sektor jasa  keuangan dan asuransi dan sektor jasa lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
