<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2019 di Bawah 5%, Pertanda Apa bagi RI?</title><description>Realisasi ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 yang sebesar 5,17%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164220/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2019-di-bawah-5-pertanda-apa-bagi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164220/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2019-di-bawah-5-pertanda-apa-bagi-ri"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2019 di Bawah 5%, Pertanda Apa bagi RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164220/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2019-di-bawah-5-pertanda-apa-bagi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164220/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2019-di-bawah-5-pertanda-apa-bagi-ri</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164220/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2019-di-bawah-5-pertanda-apa-bagi-ri-KL58J57ZVC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164220/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2019-di-bawah-5-pertanda-apa-bagi-ri-KL58J57ZVC.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% (year on year/yoy) sepanjang 2019. Realisasi ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 yang sebesar 5,17%.
Sementara, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2019 tercatat sebesar 4,97%. Lebih rendah dari pertumbuhan kuartal IV-2018 yang sebesar 5,17%, begitupula dari pertumbuhan di kuartal III-2019 yang sebesar 5,02%.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik
Menurut Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of  Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan, turunya pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2019 di bawah 5% menggambarkan semakin beratnya persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
&quot;Hadirnya kabinet baru yang hingga akhir 2019, telah bekerja dua bulan lebih, ternyata belum mampu membuat berbagai gebrakan yang dapat menyulut optimisme perekonomian. Sehingga realisasi pertumbuhan bisa lebih tinggi,&quot; ujar dia di Restoran Rantang Ibu Indef Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, BI: Itu Ditopang Permintaan Domestik
Padahal siklus pertumbuhan ekonomi triwulan IV sering memberi harapan bagi akselerasi perekonomian. Pasalnya, ada perayaan Natal dan libur akhir tahun di akhir triwulan IV.
&quot;Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan IV di dua tahun terakhir. Di mana pada triwulan IV-2017 ekonomi tumbuh 5,19% yoy dan pada triwulan IV-2018 sebesar 5,18%,&quot; ungkap dia.Bahkan, dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi triwulan IV  hampir selalu di atas 5% yoy. Tercatat hanya lima kali triwulan IV  tumbuh di bawah 5% yoy.
&quot;Seperti tahun, 2001, 2002, 2003, 2016 dan 2019,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% (year on year/yoy) sepanjang 2019. Realisasi ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 yang sebesar 5,17%.
Sementara, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2019 tercatat sebesar 4,97%. Lebih rendah dari pertumbuhan kuartal IV-2018 yang sebesar 5,17%, begitupula dari pertumbuhan di kuartal III-2019 yang sebesar 5,02%.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik
Menurut Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of  Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan, turunya pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2019 di bawah 5% menggambarkan semakin beratnya persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
&quot;Hadirnya kabinet baru yang hingga akhir 2019, telah bekerja dua bulan lebih, ternyata belum mampu membuat berbagai gebrakan yang dapat menyulut optimisme perekonomian. Sehingga realisasi pertumbuhan bisa lebih tinggi,&quot; ujar dia di Restoran Rantang Ibu Indef Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, BI: Itu Ditopang Permintaan Domestik
Padahal siklus pertumbuhan ekonomi triwulan IV sering memberi harapan bagi akselerasi perekonomian. Pasalnya, ada perayaan Natal dan libur akhir tahun di akhir triwulan IV.
&quot;Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan IV di dua tahun terakhir. Di mana pada triwulan IV-2017 ekonomi tumbuh 5,19% yoy dan pada triwulan IV-2018 sebesar 5,18%,&quot; ungkap dia.Bahkan, dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi triwulan IV  hampir selalu di atas 5% yoy. Tercatat hanya lima kali triwulan IV  tumbuh di bawah 5% yoy.
&quot;Seperti tahun, 2001, 2002, 2003, 2016 dan 2019,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
