<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JB Sumarlin, Menkeu Terbaik di Dunia Sebelum Sri Mulyani dan Mar'ie Muhammad</title><description>Prof Dr Johannes Baptista JB Sumarlin telah meninggal dunia. Selain  tokoh ekonomi Indonesia, namanya pun harum di kancah internasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164456/jb-sumarlin-menkeu-terbaik-di-dunia-sebelum-sri-mulyani-dan-mar-ie-muhammad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164456/jb-sumarlin-menkeu-terbaik-di-dunia-sebelum-sri-mulyani-dan-mar-ie-muhammad"/><item><title>JB Sumarlin, Menkeu Terbaik di Dunia Sebelum Sri Mulyani dan Mar'ie Muhammad</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164456/jb-sumarlin-menkeu-terbaik-di-dunia-sebelum-sri-mulyani-dan-mar-ie-muhammad</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164456/jb-sumarlin-menkeu-terbaik-di-dunia-sebelum-sri-mulyani-dan-mar-ie-muhammad</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164456/jb-sumarlin-menkeu-terbaik-di-dunia-sebelum-sri-mulyani-dan-mar-ie-muhammad-F4W81yuoGv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JB Sumarlin (Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164456/jb-sumarlin-menkeu-terbaik-di-dunia-sebelum-sri-mulyani-dan-mar-ie-muhammad-F4W81yuoGv.jpg</image><title>JB Sumarlin (Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Prof Dr Johannes Baptista JB Sumarlin telah meninggal dunia. Selain tokoh perekonomian Indonesia, namanya pun harum di kancah internasional.

Gelar Menteri Keuangan Terbaik di dunia dari Indonesia ternyata tak hanya Sri Mulyani dan Marie Muhammad, tapi JB Sumarlin lah yang menjadi pelopor pertamanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga:JB Sumarlin Wafat, Sempat Dijuluki Cabe Rawit oleh Presiden Soeharto 
 
Seperti diketahui, Sri Mulyani yang disematkan gelar Finance Minister of the Year 2019 Global and Asia Pacific oleh majalah keuangan The Banker yang dimiliki oleh Financial Times (The Nikkei), berbasis di London.

Serta Mar&amp;rsquo;ie Muhammad yang menjadi suksesor Sumarlin juga tak kalah membanggakan. Dia menjabat Menkeu periode 1993-1998 dalam Kabinet Pembangunan VI. Menkeu berjuluk &amp;ldquo;Mr. Clean&amp;rdquo; itu diakui majalah Asiamoney sebagai Menkeu Terbaik pada Mei 1995.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mengenang JB Sumarlin Penggagas Gerakan Sumarlin
JB Sumarlin mendapatkan penghargaan dari internasional. Salah satunya Menteri Keuangan terbaik di dunia. Di mana, penghargaan yang diraih atas Pengabdiannya yaitu Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney. Demikian seperti dikutip di Jakarta, Kamis (6/2/2020),

Ketika dihelat Annual Meetings of World Bank-IMF (Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional) di Washington DC, Amerika Serikat, 25 September 1989, Sumarlin menerima penghargaan Finance Minister of the Year dari majalah tersohor Euromoney.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Profil JB Sumarlin, Menteri Keuangan ke-17 yang Wafat Hari Ini
Penghargaan yang diberikan di sela-sela pertemuan Bank Dunia-IMF itu, diserahkan langsung oleh pendiri Euromoney, Sir Patrick Sergeant. Sumarlin dianggap berperan besar meracik perombakan besar dalam perekonomian Indonesia yang sebelumnya sangat bergantung dari sektor minyak dan gas (migas) ke arah diversifikasi ekonomi non-migas, serta membalikkan orientasi substitusi impor ke orientasi ekspor.Sementara itu di tahun 1990, dirinya menyabet Menteri Keuangan  Terbaik oleh majalah Asia. Selain itu, dirinya juga mendapatkan Bintang  mahaputra Adiprana III (1973), dan pernah pula meraih Bintang Grootkruis  in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975.

Seperti diketahui, Lahir di Blitar pada tanggal 7 Desember 1932.  Menempuh pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Indonesia. Gelar  sarjananya diraih tahun 1958. Menempuh pendidikan S2 di Universitas  California Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (M.A)  pada tahun 1960. Pendidikan S3 nya ditempuh di Universitas Pittsburg  Amerika Serikat dan gelar doktor Ph.D didapat pada tahun 1968 . Sebelum  masuk ke dalam instansi pemerintah pernah bekerja sebagai dosen di  Fakultas Ekonomi dan sempat bekerja di sebuah perusahaan industri di  Jakarta. Bahkan dimasa Revolusi fisik berperan serta bergerilya sebagai  anggota Palang Merah Indonesia, dan sebagai anggota TNI (Tentara  Nasional Indonesia) di Jawa Timur.

Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis  sejak melakukan  Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987. Pada saat itu menjabat sebagai  Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim. Gebrakan Sumarlin I  adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat  Bank Indonesia (SBI). Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank  Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi  kesulitan. Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang  membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% melebihi target rata-rata  pertumbuhan 5% (1988).

Pada Kabinet Pembangunan V, dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri  Keuangan didampingi Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintapura.  Kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan  memperkuat struktur perkreditan yaitu Paket Kebijakan Deregulasi di  Bidang Moneter, Keuangan dan Perbankan (Pako 1988), Paket Maret 1989,  dan Paket Januari 1990. Kebijakan ini malah menghasilkan ekspansi kredit  perbankan yang berlebihan dan kurang selektif. Pada Maret 1991 Gebrakan  Sumarlin II dikeluarkan. Gebrakan II ini mampu mengekang laju inflasi  hingga secara berangsur-angsur turun menjadi 4,9% pada 1992.</description><content:encoded>JAKARTA - Prof Dr Johannes Baptista JB Sumarlin telah meninggal dunia. Selain tokoh perekonomian Indonesia, namanya pun harum di kancah internasional.

Gelar Menteri Keuangan Terbaik di dunia dari Indonesia ternyata tak hanya Sri Mulyani dan Marie Muhammad, tapi JB Sumarlin lah yang menjadi pelopor pertamanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga:JB Sumarlin Wafat, Sempat Dijuluki Cabe Rawit oleh Presiden Soeharto 
 
Seperti diketahui, Sri Mulyani yang disematkan gelar Finance Minister of the Year 2019 Global and Asia Pacific oleh majalah keuangan The Banker yang dimiliki oleh Financial Times (The Nikkei), berbasis di London.

Serta Mar&amp;rsquo;ie Muhammad yang menjadi suksesor Sumarlin juga tak kalah membanggakan. Dia menjabat Menkeu periode 1993-1998 dalam Kabinet Pembangunan VI. Menkeu berjuluk &amp;ldquo;Mr. Clean&amp;rdquo; itu diakui majalah Asiamoney sebagai Menkeu Terbaik pada Mei 1995.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mengenang JB Sumarlin Penggagas Gerakan Sumarlin
JB Sumarlin mendapatkan penghargaan dari internasional. Salah satunya Menteri Keuangan terbaik di dunia. Di mana, penghargaan yang diraih atas Pengabdiannya yaitu Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney. Demikian seperti dikutip di Jakarta, Kamis (6/2/2020),

Ketika dihelat Annual Meetings of World Bank-IMF (Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional) di Washington DC, Amerika Serikat, 25 September 1989, Sumarlin menerima penghargaan Finance Minister of the Year dari majalah tersohor Euromoney.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Profil JB Sumarlin, Menteri Keuangan ke-17 yang Wafat Hari Ini
Penghargaan yang diberikan di sela-sela pertemuan Bank Dunia-IMF itu, diserahkan langsung oleh pendiri Euromoney, Sir Patrick Sergeant. Sumarlin dianggap berperan besar meracik perombakan besar dalam perekonomian Indonesia yang sebelumnya sangat bergantung dari sektor minyak dan gas (migas) ke arah diversifikasi ekonomi non-migas, serta membalikkan orientasi substitusi impor ke orientasi ekspor.Sementara itu di tahun 1990, dirinya menyabet Menteri Keuangan  Terbaik oleh majalah Asia. Selain itu, dirinya juga mendapatkan Bintang  mahaputra Adiprana III (1973), dan pernah pula meraih Bintang Grootkruis  in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975.

Seperti diketahui, Lahir di Blitar pada tanggal 7 Desember 1932.  Menempuh pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Indonesia. Gelar  sarjananya diraih tahun 1958. Menempuh pendidikan S2 di Universitas  California Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (M.A)  pada tahun 1960. Pendidikan S3 nya ditempuh di Universitas Pittsburg  Amerika Serikat dan gelar doktor Ph.D didapat pada tahun 1968 . Sebelum  masuk ke dalam instansi pemerintah pernah bekerja sebagai dosen di  Fakultas Ekonomi dan sempat bekerja di sebuah perusahaan industri di  Jakarta. Bahkan dimasa Revolusi fisik berperan serta bergerilya sebagai  anggota Palang Merah Indonesia, dan sebagai anggota TNI (Tentara  Nasional Indonesia) di Jawa Timur.

Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis  sejak melakukan  Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987. Pada saat itu menjabat sebagai  Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim. Gebrakan Sumarlin I  adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat  Bank Indonesia (SBI). Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank  Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi  kesulitan. Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang  membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% melebihi target rata-rata  pertumbuhan 5% (1988).

Pada Kabinet Pembangunan V, dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri  Keuangan didampingi Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintapura.  Kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan  memperkuat struktur perkreditan yaitu Paket Kebijakan Deregulasi di  Bidang Moneter, Keuangan dan Perbankan (Pako 1988), Paket Maret 1989,  dan Paket Januari 1990. Kebijakan ini malah menghasilkan ekspansi kredit  perbankan yang berlebihan dan kurang selektif. Pada Maret 1991 Gebrakan  Sumarlin II dikeluarkan. Gebrakan II ini mampu mengekang laju inflasi  hingga secara berangsur-angsur turun menjadi 4,9% pada 1992.</content:encoded></item></channel></rss>
