<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Sosok JB Sumarlin di Mata Emil Salim: Tegas Berantas Pungli</title><description>Beberapa tokoh penting mulai berdatangan ke rumah duka Prof Dr Johannes Baptista (JB) Sumarlin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164566/sosok-jb-sumarlin-di-mata-emil-salim-tegas-berantas-pungli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164566/sosok-jb-sumarlin-di-mata-emil-salim-tegas-berantas-pungli"/><item><title>      Sosok JB Sumarlin di Mata Emil Salim: Tegas Berantas Pungli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164566/sosok-jb-sumarlin-di-mata-emil-salim-tegas-berantas-pungli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/06/20/2164566/sosok-jb-sumarlin-di-mata-emil-salim-tegas-berantas-pungli</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164566/sosok-jb-sumarlin-di-mata-emil-salim-tegas-berantas-pungli-QA3gMNMt5d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sosok JB Sumarlin di Mata Emil Salim (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/20/2164566/sosok-jb-sumarlin-di-mata-emil-salim-tegas-berantas-pungli-QA3gMNMt5d.jpg</image><title>Sosok JB Sumarlin di Mata Emil Salim (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa tokoh penting mulai berdatangan ke rumah duka  Prof Dr Johannes Baptista (JB) Sumarlin di RS Siloam Semanggi malam ini. Salah satunya adalah Mantan Menteri Perhubungan pada Kabinet pembangunan II periode 1973-1978 era Presiden Soeharto Emil Salim.

Emil mengaku kehilangan rekan kerja sekaligus seorang sahabat. Dirinya mengenal sosok JB Sumarlin sebagai pribadi yang serius, pejuang namun tetap telaten.

&quot;Beliau itu serius, sungguh-sungguh jadi senda gurau itu. Beliau serius, pejuang, gigih dan telaten. Kalau bekerja telaten betul. Tulisannya itu necis orangnya telaten,&quot; ujarnya di RS Siloam Semanggi, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Baca Juga: JB Sumarlin Punya Firasat Meninggal Hari Kamis
Emil pertama kali berkenalan dengan Sumarlin saat mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kala itu, keduanya sama-sama menjadi mahasiswa dan asisten dosen.

Keduanya kemudian kembali dipertemukan saat mengenyam pendidikan master. Keduanya mengenyam pendidikan di kampus yang sama yakni University of California Amerika Serikat.
Baca Juga: Anak JB Sumarlin Ungkap Sang Ayah Menderita Stroke dan Diabetes
Setelah itu, keduanya sama-sama malang melintang di pemerintahan era orde baru. Pertama kali Emil menjabat sebagai Wakil Ketua Bappenas dan kemudian dipindah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Setelah pindah Sumarlin lah yang mengisi jabatan di sebagai wakil kepala Bappenas. Kemudian Emil pindah ke Menteri Perhubungan dan jabatan di MenpanRB diisi oleh Sumarlin.

&quot;Jadi kita terus sama-sama (di pemerintahan),&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Satu hal yang paling diingat dari sosok Sumarlin adalah komitmenya  untuk memberantas korupsi. Ketika itu dirinya menjabat sebagai MenpanRB  dan tidak suka dengan pungutan yang dilakukan oleh pejabat pejabat.

&quot;Pak Sumarlin dengan pak Sudomo mengusahakan pemberantasan pungutan-pungutan,&quot; ucapnya.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang  Brodjonegoro mendatangi rumah duka almarhum JB Sumarlin pada malam hari  ini di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Bambang datang pada pukul 20.10 WIB  dengan menggunakan batik berwarna biru.

Ketika datang, Bambang langsung melihat jenazah JB Sumarlin sambil  berdoa. Kemudian, setelah itu, Bambang langsung berbincang dengan anak  kedua JB Sumarlin yakni Sylvia Sumarlin.

Menurut Bambang, dirinya memiliki banyak kesamaan dengan sang  almarhum. Khususnya dari sisi karir, hingga pendidikan antara JB  Sumarlin memiliki kesamaan.

Asal tahu saja, JB Sumarlin merupakan lulusan dari Universitas  Indonesia begitupun dengan Bambang Brodjonegoro. Selanjutnya, JB  Sumarlin juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Kepala  Bappenas begitupun dengan Bambang.

JB Sumarlin pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era  Presiden Soeharto. Sementara Bambang Brodjonegoro pernah menjabat  sebagai Menteri Keuangan pada kabinet Jokowi-JK periode pertama  2014-2016
&amp;nbsp;Selain itu, JB Sumarlin pernah menjabat sebagai Kepala Bappenas pada   1983-1988. Sementara Bambang menjabat sebagai Kepala Bappenas pada  tahun  2016-2019.

&quot;Saya banyak kesamaan sama beliau,&quot; ucap Bambang.

Menurut Bambang, sosok JB Sumarlin merupakan pribadi yang bersahaja   dan selalu tajam ketika berdiskusi. Dirinya yang merupakan juniornya di   kampus banyak mendapatkan banyak wejangan dari alamarhum.

&quot;Saya mengenal beliau sebagai pribadi bersahaja tapi selalu tegas dan   tajam dalam berdiskusi. Banyak belajar sebagai junior,&quot; ucapnya.

Menurutnya, ada dua wejangan yang selalu diingat dari sosok JB   Sumarlin. Pertama adalah ketika sosok JB Sumarlin menjadi ketua dewan   guru besar untuk selalu membina pra dosen.

&quot;Kalau untuk saya memang ada dua. Pertama saya sebagai dekan fakultas   UI kebetulan beliau adalah ketua dewan guru besar dan beliau selalu   mengingatkan saya sebagai dekan agar selalu membina para dosen,&quot;   jelasnya.

Sementara ketika dirinya menjadi Kepala Bappenas, Bambang menerima   nasihat agar pembangunan infrastruktur harus direncanakan untuk jangka   pendek, menengah dan panjang. Selain itu dirinya juga selalu menekankan   agar ada harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah.

&quot;Sebagai Kepala Bappenas beliau memberi nasihat kepada saya agar   Bappenas bisa menjga eksistensinya dalam konteks merancang pembangunan   nasional untuk jangka panjang,&quot; jelasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa tokoh penting mulai berdatangan ke rumah duka  Prof Dr Johannes Baptista (JB) Sumarlin di RS Siloam Semanggi malam ini. Salah satunya adalah Mantan Menteri Perhubungan pada Kabinet pembangunan II periode 1973-1978 era Presiden Soeharto Emil Salim.

Emil mengaku kehilangan rekan kerja sekaligus seorang sahabat. Dirinya mengenal sosok JB Sumarlin sebagai pribadi yang serius, pejuang namun tetap telaten.

&quot;Beliau itu serius, sungguh-sungguh jadi senda gurau itu. Beliau serius, pejuang, gigih dan telaten. Kalau bekerja telaten betul. Tulisannya itu necis orangnya telaten,&quot; ujarnya di RS Siloam Semanggi, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Baca Juga: JB Sumarlin Punya Firasat Meninggal Hari Kamis
Emil pertama kali berkenalan dengan Sumarlin saat mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kala itu, keduanya sama-sama menjadi mahasiswa dan asisten dosen.

Keduanya kemudian kembali dipertemukan saat mengenyam pendidikan master. Keduanya mengenyam pendidikan di kampus yang sama yakni University of California Amerika Serikat.
Baca Juga: Anak JB Sumarlin Ungkap Sang Ayah Menderita Stroke dan Diabetes
Setelah itu, keduanya sama-sama malang melintang di pemerintahan era orde baru. Pertama kali Emil menjabat sebagai Wakil Ketua Bappenas dan kemudian dipindah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Setelah pindah Sumarlin lah yang mengisi jabatan di sebagai wakil kepala Bappenas. Kemudian Emil pindah ke Menteri Perhubungan dan jabatan di MenpanRB diisi oleh Sumarlin.

&quot;Jadi kita terus sama-sama (di pemerintahan),&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Satu hal yang paling diingat dari sosok Sumarlin adalah komitmenya  untuk memberantas korupsi. Ketika itu dirinya menjabat sebagai MenpanRB  dan tidak suka dengan pungutan yang dilakukan oleh pejabat pejabat.

&quot;Pak Sumarlin dengan pak Sudomo mengusahakan pemberantasan pungutan-pungutan,&quot; ucapnya.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang  Brodjonegoro mendatangi rumah duka almarhum JB Sumarlin pada malam hari  ini di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Bambang datang pada pukul 20.10 WIB  dengan menggunakan batik berwarna biru.

Ketika datang, Bambang langsung melihat jenazah JB Sumarlin sambil  berdoa. Kemudian, setelah itu, Bambang langsung berbincang dengan anak  kedua JB Sumarlin yakni Sylvia Sumarlin.

Menurut Bambang, dirinya memiliki banyak kesamaan dengan sang  almarhum. Khususnya dari sisi karir, hingga pendidikan antara JB  Sumarlin memiliki kesamaan.

Asal tahu saja, JB Sumarlin merupakan lulusan dari Universitas  Indonesia begitupun dengan Bambang Brodjonegoro. Selanjutnya, JB  Sumarlin juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Kepala  Bappenas begitupun dengan Bambang.

JB Sumarlin pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era  Presiden Soeharto. Sementara Bambang Brodjonegoro pernah menjabat  sebagai Menteri Keuangan pada kabinet Jokowi-JK periode pertama  2014-2016
&amp;nbsp;Selain itu, JB Sumarlin pernah menjabat sebagai Kepala Bappenas pada   1983-1988. Sementara Bambang menjabat sebagai Kepala Bappenas pada  tahun  2016-2019.

&quot;Saya banyak kesamaan sama beliau,&quot; ucap Bambang.

Menurut Bambang, sosok JB Sumarlin merupakan pribadi yang bersahaja   dan selalu tajam ketika berdiskusi. Dirinya yang merupakan juniornya di   kampus banyak mendapatkan banyak wejangan dari alamarhum.

&quot;Saya mengenal beliau sebagai pribadi bersahaja tapi selalu tegas dan   tajam dalam berdiskusi. Banyak belajar sebagai junior,&quot; ucapnya.

Menurutnya, ada dua wejangan yang selalu diingat dari sosok JB   Sumarlin. Pertama adalah ketika sosok JB Sumarlin menjadi ketua dewan   guru besar untuk selalu membina pra dosen.

&quot;Kalau untuk saya memang ada dua. Pertama saya sebagai dekan fakultas   UI kebetulan beliau adalah ketua dewan guru besar dan beliau selalu   mengingatkan saya sebagai dekan agar selalu membina para dosen,&quot;   jelasnya.

Sementara ketika dirinya menjadi Kepala Bappenas, Bambang menerima   nasihat agar pembangunan infrastruktur harus direncanakan untuk jangka   pendek, menengah dan panjang. Selain itu dirinya juga selalu menekankan   agar ada harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah.

&quot;Sebagai Kepala Bappenas beliau memberi nasihat kepada saya agar   Bappenas bisa menjga eksistensinya dalam konteks merancang pembangunan   nasional untuk jangka panjang,&quot; jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
