<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Perlambatan Konsumsi dan Investasi</title><description>Sri Mulyani mengakui, perlu mewaspadai komponen pertumbuhan  ekonomi yang mengalami penurunan pertumbuhan pada kuartal IV-2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/20/2165153/sri-mulyani-waspadai-perlambatan-konsumsi-dan-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/20/2165153/sri-mulyani-waspadai-perlambatan-konsumsi-dan-investasi"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Perlambatan Konsumsi dan Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/20/2165153/sri-mulyani-waspadai-perlambatan-konsumsi-dan-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/20/2165153/sri-mulyani-waspadai-perlambatan-konsumsi-dan-investasi</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/20/2165153/sri-mulyani-waspadai-perlambatan-konsumsi-dan-investasi-gmE6vaElMs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/20/2165153/sri-mulyani-waspadai-perlambatan-konsumsi-dan-investasi-gmE6vaElMs.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, perlu mewaspadai komponen pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan pertumbuhan pada kuartal IV-2019. Konsumsi rumah tangga dan investasi pertumbuhannya melambat jadi di bawah 5%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rumah tangga pada kuartal IV 2019 hanya tumbuh sebesar 4,97%, melambat dari posisi kuartal IV-2018 yang sebesar 5,08%. Kemudian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat tumbuh 4,06% pada kuartal IV-2019, melambat dari periode yang sama di tahun 2018 yang sebesar 4,21%.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik
&quot;Kuartal IV-2019 harus kita waspadai, konsumsi turun di bawah 5% yaitu 4,97%, serta pertumbuhan investasi hanya 4% jauh di bawah yang kita harapkan di sekitar 6%,&quot; ujar Sri Mulyani dalam acara Business Gathering di Kempinski, Jakarta, Jumat (7/2/2020).
Padahal, lanjutnya, kedua komponen itu menjadi penopang utama pada perekonomian Indonesia. Konsumsi rumah tangga berkontribusi 57,32% pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan PMTB sebesar 33,80% terhadap PDB.
&quot;Itu variabel yang sangat penting dalam perekonomian kita dari sisi domestik,&quot; tambah dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, BI: Itu Ditopang Permintaan Domestik
Sementara dari kondisi eksternal yang dipenuhi ketidakpastian membuat kinerja ekspor Indonesia terkontraksi. Hal ini pun menyulitkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terkerek lebih tinggi. Meski demikian, Sri Mulyani mengaku akan terus optimistis dalam menghadapi perekonomian di tahun 2020. &quot;Meskipun optimistis tapi tetap harus waspada,&quot; katanya.
Sekedar informasi, pada kuartal IV-2019 ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 4,79, melambat dari posisi kuartal IV-2018 yang sebesar 5,17%. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2019 sebesar 5,02%, melambat dari 2018 yang sebesar 5,17%.Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto juga menyatakan hal yang sama,  bahwa kondisi perekonomian yang terjadi di kuartal IV-2020 perlu  diwaspadai, terutama pada konsumsi rumah tangga. Meski demikian, dirinya  enggan memastikan adanya pelemahan daya beli masyarakat.
&quot;Konsumsi rumah tangga turun, apakah ini ada penurun daya beli  masyarakat atau enggak? Ini perlu diwaspadai,&quot; ujarnya dalam konferensi  pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Dia bilang, jika melihat secara histori pertumbuhan konsumsi rumah  tangga di kuartal sebelumnya lebih tinggi dengan tumbuh 5,01%, begitu  pula dari periode tahun sebelumnya yang sebesar 5,08%.
&quot;Jadi konsumsi rumah tangga kuartal IV-2019 memang tidak sekuat kuartal dan tahun sebelumnya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, perlu mewaspadai komponen pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan pertumbuhan pada kuartal IV-2019. Konsumsi rumah tangga dan investasi pertumbuhannya melambat jadi di bawah 5%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rumah tangga pada kuartal IV 2019 hanya tumbuh sebesar 4,97%, melambat dari posisi kuartal IV-2018 yang sebesar 5,08%. Kemudian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat tumbuh 4,06% pada kuartal IV-2019, melambat dari periode yang sama di tahun 2018 yang sebesar 4,21%.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik
&quot;Kuartal IV-2019 harus kita waspadai, konsumsi turun di bawah 5% yaitu 4,97%, serta pertumbuhan investasi hanya 4% jauh di bawah yang kita harapkan di sekitar 6%,&quot; ujar Sri Mulyani dalam acara Business Gathering di Kempinski, Jakarta, Jumat (7/2/2020).
Padahal, lanjutnya, kedua komponen itu menjadi penopang utama pada perekonomian Indonesia. Konsumsi rumah tangga berkontribusi 57,32% pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan PMTB sebesar 33,80% terhadap PDB.
&quot;Itu variabel yang sangat penting dalam perekonomian kita dari sisi domestik,&quot; tambah dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, BI: Itu Ditopang Permintaan Domestik
Sementara dari kondisi eksternal yang dipenuhi ketidakpastian membuat kinerja ekspor Indonesia terkontraksi. Hal ini pun menyulitkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terkerek lebih tinggi. Meski demikian, Sri Mulyani mengaku akan terus optimistis dalam menghadapi perekonomian di tahun 2020. &quot;Meskipun optimistis tapi tetap harus waspada,&quot; katanya.
Sekedar informasi, pada kuartal IV-2019 ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 4,79, melambat dari posisi kuartal IV-2018 yang sebesar 5,17%. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2019 sebesar 5,02%, melambat dari 2018 yang sebesar 5,17%.Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto juga menyatakan hal yang sama,  bahwa kondisi perekonomian yang terjadi di kuartal IV-2020 perlu  diwaspadai, terutama pada konsumsi rumah tangga. Meski demikian, dirinya  enggan memastikan adanya pelemahan daya beli masyarakat.
&quot;Konsumsi rumah tangga turun, apakah ini ada penurun daya beli  masyarakat atau enggak? Ini perlu diwaspadai,&quot; ujarnya dalam konferensi  pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Dia bilang, jika melihat secara histori pertumbuhan konsumsi rumah  tangga di kuartal sebelumnya lebih tinggi dengan tumbuh 5,01%, begitu  pula dari periode tahun sebelumnya yang sebesar 5,08%.
&quot;Jadi konsumsi rumah tangga kuartal IV-2019 memang tidak sekuat kuartal dan tahun sebelumnya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
