<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Uji Coba Penggunaan Bahan Bakar Hijau di Musi Banyuasin dan Riau   </title><description>Katalis yang diberi nama katalis Merah Putih adalah hasil temuan oleh tim yang dipimpin oleh seorang profesor dari Institut Teknolog Bandung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164781/ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164781/ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau"/><item><title>RI Uji Coba Penggunaan Bahan Bakar Hijau di Musi Banyuasin dan Riau   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164781/ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164781/ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/320/2164781/ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau-7FpNtwdQa3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uji Coba Bahan Bakar Nabati. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/320/2164781/ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau-7FpNtwdQa3.jpg</image><title>Uji Coba Bahan Bakar Nabati. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro memperkenalkan inovasi dalam bentuk katalis yaitu Bahan Bakar Nabati atau lebih dikenal sebagai green fuel atau bahan bakar hijau. Produk hasil inovasi dalam bentuk katalis ini menjadi produk kedua yang disebutkan Menristekdikti yang akan diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah.
Katalis yang diberi nama katalis Merah Putih adalah hasil temuan oleh tim yang dipimpin oleh seorang profesor dari Institut Teknolog Bandung (ITB). Katalis ini ditengarai dapat mengubah minyak inti sawit.
Baca Juga: Rincian Harga BBM Terbaru, dari Premium hingga Pertamax
&quot;Intinya ini adalah temuan dalam bentuk katalis, yang kita sebut katalis Merah Putih. Di mana katalis yang ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Subagyo dari ITB ini bisa mengubah minyak inti sawit,&amp;rdquo; ujar Bambang Brodjonegoro, dilansir dari laman Setkab, Jumat (7/2/2020).
Minyak inti sawit ini nantinya akan menciptakan tiga jenis bahan bakar yaitu bensin, diesel, dan avtur. Sehingga keseluruhan bahan bakar nabati akan berasal dari kelapa sawit.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM per 1 Februari 2020, Pertalite Tak Turun
Menurut Menristek tahap selanjutnya setelah katalis ditemukan adalah membangun pabrik industri minyak nabati itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk kemudian menghasilkan minyak inti sawit dari perkebunan.
Sementara itu, Menristek juga menyebutkan akan digunakannya dua pilot dari dua kabupaten yang berbeda. &quot;Kita akan menggunakan dua pilot di dua kabupaten, yaitu Musi Banyuasin di Sumatra Selatan dan di Pelalawan di Riau,&quot; ungkapnya.
Pemerintah saat ini tengah menggencarkan pengembangan tiga produk  sebagai bagian dari program super prioritas. Produk ini nantinya harus  dikembangkan dengan bekerja sama bersama dunia usaha agar hasilnya dapat  dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ketiga produk itu antara lain, drone yang diberi nama Elang Hitam,  katalis, dan stem cell atau sel punca. Selain itu juga ada garam, obat  modern asli Indonesia dan inovasi makanan kaleng tanpa pengawet yang  disebutkan oleh Menristekdikti sebagai produk yang juga didorong terus  pengembangannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro memperkenalkan inovasi dalam bentuk katalis yaitu Bahan Bakar Nabati atau lebih dikenal sebagai green fuel atau bahan bakar hijau. Produk hasil inovasi dalam bentuk katalis ini menjadi produk kedua yang disebutkan Menristekdikti yang akan diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah.
Katalis yang diberi nama katalis Merah Putih adalah hasil temuan oleh tim yang dipimpin oleh seorang profesor dari Institut Teknolog Bandung (ITB). Katalis ini ditengarai dapat mengubah minyak inti sawit.
Baca Juga: Rincian Harga BBM Terbaru, dari Premium hingga Pertamax
&quot;Intinya ini adalah temuan dalam bentuk katalis, yang kita sebut katalis Merah Putih. Di mana katalis yang ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Subagyo dari ITB ini bisa mengubah minyak inti sawit,&amp;rdquo; ujar Bambang Brodjonegoro, dilansir dari laman Setkab, Jumat (7/2/2020).
Minyak inti sawit ini nantinya akan menciptakan tiga jenis bahan bakar yaitu bensin, diesel, dan avtur. Sehingga keseluruhan bahan bakar nabati akan berasal dari kelapa sawit.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM per 1 Februari 2020, Pertalite Tak Turun
Menurut Menristek tahap selanjutnya setelah katalis ditemukan adalah membangun pabrik industri minyak nabati itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk kemudian menghasilkan minyak inti sawit dari perkebunan.
Sementara itu, Menristek juga menyebutkan akan digunakannya dua pilot dari dua kabupaten yang berbeda. &quot;Kita akan menggunakan dua pilot di dua kabupaten, yaitu Musi Banyuasin di Sumatra Selatan dan di Pelalawan di Riau,&quot; ungkapnya.
Pemerintah saat ini tengah menggencarkan pengembangan tiga produk  sebagai bagian dari program super prioritas. Produk ini nantinya harus  dikembangkan dengan bekerja sama bersama dunia usaha agar hasilnya dapat  dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ketiga produk itu antara lain, drone yang diberi nama Elang Hitam,  katalis, dan stem cell atau sel punca. Selain itu juga ada garam, obat  modern asli Indonesia dan inovasi makanan kaleng tanpa pengawet yang  disebutkan oleh Menristekdikti sebagai produk yang juga didorong terus  pengembangannya.</content:encoded></item></channel></rss>
