<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramalan IMF: Puncak Permintaan Minyak Global Terjadi di 2040</title><description>IMF memperkirakan pelambatan permintaan minyak global yang cenderung menurun akan segera berakhir dalam dekade mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164857/ramalan-imf-puncak-permintaan-minyak-global-terjadi-di-2040</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164857/ramalan-imf-puncak-permintaan-minyak-global-terjadi-di-2040"/><item><title>Ramalan IMF: Puncak Permintaan Minyak Global Terjadi di 2040</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164857/ramalan-imf-puncak-permintaan-minyak-global-terjadi-di-2040</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164857/ramalan-imf-puncak-permintaan-minyak-global-terjadi-di-2040</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/320/2164857/ramalan-imf-puncak-permintaan-minyak-global-terjadi-di-2040-fR9VHkcDQa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/320/2164857/ramalan-imf-puncak-permintaan-minyak-global-terjadi-di-2040-fR9VHkcDQa.jpg</image><title>Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pelambatan permintaan minyak global yang cenderung menurun akan segera berakhir dalam dekade mendatang. Pihaknya memprediksi permintaan minyak global akan mencapai puncaknya di tahun 2040.
&quot;Pertumbuhan permintaan minyak global akan melambat secara signifikan, dan levelnya bisa memuncak dalam dua dekade mendatang,&quot; tulis IMF dalam laporannya berjudul Masa depan minyak dan keberlanjutan fiskal di Wilayah GCC, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (7/2/2020).
Baca juga; Virus Korona hingga Surplus Pasokan Diramal Tekan Harga Minyak 4 Bulan ke Depan
Tren penurunan permintaan minyak global yang kuat dan berkelanjutan, setelah memperhitungkan pertumbuhan pendapatan dan populasi sebagai hasil analisis perkembangan pasar minyak di masa lalu ini menurut IMF dicerminkan sejumlah faktor. Seperti peningkatan jangka panjang dalam efisiensi energi dan substitusi dari minyak, tren yang sejauh ini 'terselubung oleh dampak ekspansi ekonomi dan populasi'.
&amp;ldquo;Tetapi itu siap untuk menjadi lebih terlihat di tahun-tahun mendatang, menghasilkan jalur perlambatan secara bertahap dan pada akhirnya permintaan global untuk minyak menurun. Yang terakhir akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2040 dalam proyeksi benchmark kami atau lebih cepat dalam skenario dorongan regulasi yang lebih kuat untuk perlindungan lingkungan dan peningkatan efisiensi energi yang lebih cepat,&quot; tulis IMF dalam laporannya.
Hal serupa juga diprediksikan oleh Neil Atkinson, kepala industri minyak dan divisi pasar di Badan Energi Internasional. Menurutnya, pertumbuhan populasi tetap menjadi kekuatan pendorong utama untuk permintaan minyak.
Baca juga: Harga Minyak Global Anjlok Hampir 4% Imbas Kekhawatiran Virus Korona
&amp;ldquo;Jika kita memiliki pendekatan bisnis seperti biasa dengan implementasi kebijakan (lingkungan) yang jauh lebih terbatas maka profil permintaan minyak akan terus tumbuh. Tetapi jika dunia menerapkan kebijakan dengan lebih ketat, karena menunjukkan tanda-tanda realisasinya hari ini, maka puncaknya bisa datang pada akhir tahun 2020-an, 2030-an,&quot; pungkas Neil Atkinson.
Neil juga mengatakan Rusia akan menjadi landasan pasokan minyak di masa depan, setelah Arab Saudi yang menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. &quot;Akan ada peningkatan permintaan untuk setidaknya dekade mendatang untuk produk minyak, mungkin lebih lama, dan ini memperkuat peran mereka sebagai pemain terpenting di pasar global, pemasok paling andal dan terbesar di pasar,&quot; tambahnya.
Selain itu, IMF menilai melambatnya permintaan minyak global merupakan tantangan keberlanjutan fiskal yang signifikan untuk kawasan Gulf Cooperation Council atau Dewan Kerjasama Teluk (GCC). GCC adalah rumah bagi pengekspor minyak terbesar yang secara kolektif memproduksi lebih dari seperlima dari pasokan minyak global.</description><content:encoded>JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pelambatan permintaan minyak global yang cenderung menurun akan segera berakhir dalam dekade mendatang. Pihaknya memprediksi permintaan minyak global akan mencapai puncaknya di tahun 2040.
&quot;Pertumbuhan permintaan minyak global akan melambat secara signifikan, dan levelnya bisa memuncak dalam dua dekade mendatang,&quot; tulis IMF dalam laporannya berjudul Masa depan minyak dan keberlanjutan fiskal di Wilayah GCC, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (7/2/2020).
Baca juga; Virus Korona hingga Surplus Pasokan Diramal Tekan Harga Minyak 4 Bulan ke Depan
Tren penurunan permintaan minyak global yang kuat dan berkelanjutan, setelah memperhitungkan pertumbuhan pendapatan dan populasi sebagai hasil analisis perkembangan pasar minyak di masa lalu ini menurut IMF dicerminkan sejumlah faktor. Seperti peningkatan jangka panjang dalam efisiensi energi dan substitusi dari minyak, tren yang sejauh ini 'terselubung oleh dampak ekspansi ekonomi dan populasi'.
&amp;ldquo;Tetapi itu siap untuk menjadi lebih terlihat di tahun-tahun mendatang, menghasilkan jalur perlambatan secara bertahap dan pada akhirnya permintaan global untuk minyak menurun. Yang terakhir akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2040 dalam proyeksi benchmark kami atau lebih cepat dalam skenario dorongan regulasi yang lebih kuat untuk perlindungan lingkungan dan peningkatan efisiensi energi yang lebih cepat,&quot; tulis IMF dalam laporannya.
Hal serupa juga diprediksikan oleh Neil Atkinson, kepala industri minyak dan divisi pasar di Badan Energi Internasional. Menurutnya, pertumbuhan populasi tetap menjadi kekuatan pendorong utama untuk permintaan minyak.
Baca juga: Harga Minyak Global Anjlok Hampir 4% Imbas Kekhawatiran Virus Korona
&amp;ldquo;Jika kita memiliki pendekatan bisnis seperti biasa dengan implementasi kebijakan (lingkungan) yang jauh lebih terbatas maka profil permintaan minyak akan terus tumbuh. Tetapi jika dunia menerapkan kebijakan dengan lebih ketat, karena menunjukkan tanda-tanda realisasinya hari ini, maka puncaknya bisa datang pada akhir tahun 2020-an, 2030-an,&quot; pungkas Neil Atkinson.
Neil juga mengatakan Rusia akan menjadi landasan pasokan minyak di masa depan, setelah Arab Saudi yang menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. &quot;Akan ada peningkatan permintaan untuk setidaknya dekade mendatang untuk produk minyak, mungkin lebih lama, dan ini memperkuat peran mereka sebagai pemain terpenting di pasar global, pemasok paling andal dan terbesar di pasar,&quot; tambahnya.
Selain itu, IMF menilai melambatnya permintaan minyak global merupakan tantangan keberlanjutan fiskal yang signifikan untuk kawasan Gulf Cooperation Council atau Dewan Kerjasama Teluk (GCC). GCC adalah rumah bagi pengekspor minyak terbesar yang secara kolektif memproduksi lebih dari seperlima dari pasokan minyak global.</content:encoded></item></channel></rss>
