<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Produk Hasil Inovasi Jadi Prioritas Pengembangan Pemerintah</title><description>Stem cell atau sel punca menjadi produk ketiga yang diperkenalkan oleh  Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164861/sederet-produk-hasil-inovasi-jadi-prioritas-pengembangan-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164861/sederet-produk-hasil-inovasi-jadi-prioritas-pengembangan-pemerintah"/><item><title>Sederet Produk Hasil Inovasi Jadi Prioritas Pengembangan Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164861/sederet-produk-hasil-inovasi-jadi-prioritas-pengembangan-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/07/320/2164861/sederet-produk-hasil-inovasi-jadi-prioritas-pengembangan-pemerintah</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/320/2164861/sederet-produk-hasil-inovasi-jadi-prioritas-pengembangan-pemerintah-yrHNqan8OV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/320/2164861/sederet-produk-hasil-inovasi-jadi-prioritas-pengembangan-pemerintah-yrHNqan8OV.jpeg</image><title>Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Stem cell atau sel punca menjadi produk ketiga yang diperkenalkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro sebagai salah satu produk yang akan prioritas difokuskan pengembangannya sebagai hasil inovasi dalam negeri. Sel punca adalah inovasi di dalam bidang kesehatan.
Sel punca atau stem cell digunakan untuk pengobatan tulang yang telah dihasilkan dan dikomersialkan oleh kerja sama Fakultas Kedokteran Gigi (UI-red), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan PT Kimia Farma. Sel punca telah terbukti dapat menyembuhkan orang dengan masalah cedera atau patah tulang.
&quot;Dan ini sudah terbukti bisa menyembuhkan orang-orang yang mengalami cedera tulang, bahkan patah tulang sampai bisa menjadi normal kembali,&quot; ujar Menristekdikti, seperti dilansir Okezone dari laman setkab, Jumat (7/2/2020).
Baca Juga: Kualitas 16 Produk Diperbaiki untuk Ekspor ke Jepang
Tidak hanya itu, stem cell juga hadir dengan manfaat untuk perawatan kulit. Namanya adalah stem cell anti aging yang berupa cream yang dioleskan ke kulit.
&amp;ldquo;Anti aging ini dihasilkan oleh Universitas Airlangga dan sudah menjadi produk yang dikeluarkan oleh PT Phapros, ini juga anak perusahaan BUMN,&amp;rdquo; pungkas Bambang.
Masih dalam bidang kesehatan, Bambang juga menyampaikan telah ada inovasi yang dihasilkan dari suatu perusahaan di Surabaya yaitu implan tulang. Implan ini digunakan untuk pengganti tulang yang hilang dan dibuat dari titanium dan didesain oleh BPPT.
Menanggapi positif, Presiden Joko Widodo menghimbau agar rumah sakit pemerintah mulai menggunakan implan tulang buatan dalam negeri ini sebagai pengganti impor.
Baca Juga: Awasi 6.803 Produk Beredar , Ini Hasil Pengawasan Kemendag
Produk kesehatan lainnya yang diperkenalkan adalah obat modern asli Indonesia. Bambang menjelaskan obat inovasi dalam negeri ini adalah pengganti bahan baku obat yang selama ini hampir seluruhnya merupakan hasil impor.
&quot;Ini lebih dari obat herbal karena obat ini sudah melalui uji klinis. Jadi obat resep istilahnya, bukan obat bebas. Obat ini adalah pengganti bahan baku obat yang selama ini 90 persen impor,&quot; kata Bambang.
Bahan kimia yang terdapat dalam kandungan obat juga diganti dengan tumbuh-tumbuhan dan berbagai herbal. Saat ini Bambang menyebut obat ini tengah didorong masuk ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional.&quot;Yang kita ganti adalah tidak hanya impornya tapi juga bahan kimianya  diganti dengan bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau herbal  tersebut. Dan kita mendorong agar obat ini bisa masuk ke dalam Jaminan  Kesehatan Nasional,&quot; jelas Bambang.
Selain itu produk hasil inovasi lainnya yang berhasil menarik  perhatian Presiden Joko Widodo karena juga menjadi prioritas adalah  garam industri terintegrasi. Menristekdikti menyampaikan BPPT berhasil  mendesain mesin produksi yang mampu mengubah garam rakyat yang  berkandungan NaCI rendah menjadi garam industri.
&quot;BPPT mendesain suatu mesin produksi yang bisa mengubah garam rakyat  yang kandungan NaCl-nya rendah dan tidak diminati industri bisa diolah  menjadi level garam industri sehingga bisa dibeli dengan harga yang  lebih baik,&quot; ungkap Bambang.
Ada juga produk inovasi makanan kaleng yang diisi makanan asli  Indonesia tanpa pengawet, &quot;Nah, sekarang LIPI menggunakan teknologi  tanpa pengawet ya, yang tanpa kimia maksudnya, yang kemudian bisa  membuat makanan seperti gudeg itu bisa masuk kaleng,&quot; tambahnya.
Terkait inovasi makanan kaleng ini, Bambang Brodjonegoro akan  mendorong LIPI untuk membuat 400 jenis makanan lokal yang nantinya dapat  dikalengkan, &quot;50 sudah dibuat prototype-nya. Dan kita dorong nanti ini  untuk UKM-UKM bisa mengembangkan makanan lokal dalam kaleng,&quot; jelasnya.
Terakhir, Bambang juga menyebutkan produk kapal pelat datar yang  dapat digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dirinya  menyebutkan kapal pelat datar ini tidak menggunakan fiber melainkan baja  dan dapat dibuat lebih cepat.
&quot;Nah ini kapal pelat datar, tidak menggunakan fiber tapi menggunakan  baja. Dan ini disarankan Presiden kepada Menteri KKP untuk bisa  digunakan sebagai kapal nelayan karena size-nya lebih besar, biayanya  lebih murah 30% dibanding fiberglass, dan dibuatnya lebih cepat,&amp;rdquo;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Stem cell atau sel punca menjadi produk ketiga yang diperkenalkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro sebagai salah satu produk yang akan prioritas difokuskan pengembangannya sebagai hasil inovasi dalam negeri. Sel punca adalah inovasi di dalam bidang kesehatan.
Sel punca atau stem cell digunakan untuk pengobatan tulang yang telah dihasilkan dan dikomersialkan oleh kerja sama Fakultas Kedokteran Gigi (UI-red), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan PT Kimia Farma. Sel punca telah terbukti dapat menyembuhkan orang dengan masalah cedera atau patah tulang.
&quot;Dan ini sudah terbukti bisa menyembuhkan orang-orang yang mengalami cedera tulang, bahkan patah tulang sampai bisa menjadi normal kembali,&quot; ujar Menristekdikti, seperti dilansir Okezone dari laman setkab, Jumat (7/2/2020).
Baca Juga: Kualitas 16 Produk Diperbaiki untuk Ekspor ke Jepang
Tidak hanya itu, stem cell juga hadir dengan manfaat untuk perawatan kulit. Namanya adalah stem cell anti aging yang berupa cream yang dioleskan ke kulit.
&amp;ldquo;Anti aging ini dihasilkan oleh Universitas Airlangga dan sudah menjadi produk yang dikeluarkan oleh PT Phapros, ini juga anak perusahaan BUMN,&amp;rdquo; pungkas Bambang.
Masih dalam bidang kesehatan, Bambang juga menyampaikan telah ada inovasi yang dihasilkan dari suatu perusahaan di Surabaya yaitu implan tulang. Implan ini digunakan untuk pengganti tulang yang hilang dan dibuat dari titanium dan didesain oleh BPPT.
Menanggapi positif, Presiden Joko Widodo menghimbau agar rumah sakit pemerintah mulai menggunakan implan tulang buatan dalam negeri ini sebagai pengganti impor.
Baca Juga: Awasi 6.803 Produk Beredar , Ini Hasil Pengawasan Kemendag
Produk kesehatan lainnya yang diperkenalkan adalah obat modern asli Indonesia. Bambang menjelaskan obat inovasi dalam negeri ini adalah pengganti bahan baku obat yang selama ini hampir seluruhnya merupakan hasil impor.
&quot;Ini lebih dari obat herbal karena obat ini sudah melalui uji klinis. Jadi obat resep istilahnya, bukan obat bebas. Obat ini adalah pengganti bahan baku obat yang selama ini 90 persen impor,&quot; kata Bambang.
Bahan kimia yang terdapat dalam kandungan obat juga diganti dengan tumbuh-tumbuhan dan berbagai herbal. Saat ini Bambang menyebut obat ini tengah didorong masuk ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional.&quot;Yang kita ganti adalah tidak hanya impornya tapi juga bahan kimianya  diganti dengan bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau herbal  tersebut. Dan kita mendorong agar obat ini bisa masuk ke dalam Jaminan  Kesehatan Nasional,&quot; jelas Bambang.
Selain itu produk hasil inovasi lainnya yang berhasil menarik  perhatian Presiden Joko Widodo karena juga menjadi prioritas adalah  garam industri terintegrasi. Menristekdikti menyampaikan BPPT berhasil  mendesain mesin produksi yang mampu mengubah garam rakyat yang  berkandungan NaCI rendah menjadi garam industri.
&quot;BPPT mendesain suatu mesin produksi yang bisa mengubah garam rakyat  yang kandungan NaCl-nya rendah dan tidak diminati industri bisa diolah  menjadi level garam industri sehingga bisa dibeli dengan harga yang  lebih baik,&quot; ungkap Bambang.
Ada juga produk inovasi makanan kaleng yang diisi makanan asli  Indonesia tanpa pengawet, &quot;Nah, sekarang LIPI menggunakan teknologi  tanpa pengawet ya, yang tanpa kimia maksudnya, yang kemudian bisa  membuat makanan seperti gudeg itu bisa masuk kaleng,&quot; tambahnya.
Terkait inovasi makanan kaleng ini, Bambang Brodjonegoro akan  mendorong LIPI untuk membuat 400 jenis makanan lokal yang nantinya dapat  dikalengkan, &quot;50 sudah dibuat prototype-nya. Dan kita dorong nanti ini  untuk UKM-UKM bisa mengembangkan makanan lokal dalam kaleng,&quot; jelasnya.
Terakhir, Bambang juga menyebutkan produk kapal pelat datar yang  dapat digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dirinya  menyebutkan kapal pelat datar ini tidak menggunakan fiber melainkan baja  dan dapat dibuat lebih cepat.
&quot;Nah ini kapal pelat datar, tidak menggunakan fiber tapi menggunakan  baja. Dan ini disarankan Presiden kepada Menteri KKP untuk bisa  digunakan sebagai kapal nelayan karena size-nya lebih besar, biayanya  lebih murah 30% dibanding fiberglass, dan dibuatnya lebih cepat,&amp;rdquo;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
