<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Virus Korona, AP II-Kantor Kesehatan Pelabuhan Intensifkan Koordinasi</title><description>PT AP II memastikan seluruh bandara yang  dikelolanya melakukan sistem pencegahan penyebaran virus korona ke  Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/320/2165788/marak-virus-korona-ap-ii-kantor-kesehatan-pelabuhan-intensifkan-koordinasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/320/2165788/marak-virus-korona-ap-ii-kantor-kesehatan-pelabuhan-intensifkan-koordinasi"/><item><title>Marak Virus Korona, AP II-Kantor Kesehatan Pelabuhan Intensifkan Koordinasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/320/2165788/marak-virus-korona-ap-ii-kantor-kesehatan-pelabuhan-intensifkan-koordinasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/320/2165788/marak-virus-korona-ap-ii-kantor-kesehatan-pelabuhan-intensifkan-koordinasi</guid><pubDate>Minggu 09 Februari 2020 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/09/320/2165788/marak-virus-korona-ap-ii-kantor-kesehatan-pelabuhan-intensifkan-koordinasi-XtNRJ8KcmP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjagaan AP II antisipasi Virus Korona (Foto: AP II)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/09/320/2165788/marak-virus-korona-ap-ii-kantor-kesehatan-pelabuhan-intensifkan-koordinasi-XtNRJ8KcmP.jpg</image><title>Penjagaan AP II antisipasi Virus Korona (Foto: AP II)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau APII memastikan seluruh bandara yang dikelolanya melakukan sistem pencegahan penyebaran virus korona ke Indonesia. President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan memiliki program antisipasi pencegahan penyebaran virus korona, serta siap dengan berbagai skenario.

&quot;Sejak awal Januari 2020, AP II bersama dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) di bandara melakukan koordinasi intensif agar maksimal dalam mencegah masuknya virus korona. Kami sadar bahwa bandara adalah pintu masuk utama negara sehingga pengawasan harus diperketat,&quot; ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (9/2/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Angkasa Pura II Siapkan Tiga Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Korona 
Terdapat 11 upaya pencegahan yang terus dilakukan hingga kini oleh pihak AP II di 19 bandara yang dikelola. Berikut beberapa upaya menangkal penyebaran virus korona ke Indonesia:

 
1. Mengaktifkan thermal scanner

Di terminal penumpang pesawat, AP II dan KKP sudah mengoperasikan thermal scanner untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Jika ada penumpang pesawat dengan suhu di atas 38 derajat celcius maka layar di monitor terdeteksi berwarna merah dan akan dilakukan tindakan lebih lanjut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: AP I Kelola Bandara Sentani Mulai 1 Januari 2020
 
2. Melengkapi personil dengan thermo gun

Kegunaan thermo gun sama dengan thermal scanner yakni untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Kelebihan thermo gun adalah bentuknya yang ringkas dan mudah dibawa-bawa (mobile) oleh personil yang berkepentingan untuk pemeriksaan penumpang.

 
3. Melakukan surveillance syndrome

Personil berkepentingan memantau dan meningkatkan pengawasan untuk menemukan ada atau tidaknya penumpang pesawat yang terjangkit virus korona.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Runway Baru Bandara Soetta, Antrean Pesawat Diharapkan Berkurang 
 
4. Menyediakan lebih banyak hand sanitizer di terminal penumpang pesawat

Perilaku hidup bersih dapat membantu mencegah terjangkitnya penumpang pesawat dari virus korona. Oleh karena itu, AP II kini menyediakan lebih banyak lagi cairan pembersih tangan/hand sanitizer di terminal penumpang pesawat khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
5. Membagikan masker secara berkala ke komunitas bandara

AP II bekerja sama dengan sejumlah instansi secara berkala  membagi-bagikan masker kepada penumpang pesawat dan komunitas lainnya  guna mencegah penyebaran virus korona.

 
6. Melakukan simulasi penanganan penumpang pesawat yang terjangkit korona. 

Simulasi dilakukan bersama dengan KKP, lengkap dengan berbagai peralatan standar untuk penanganan karantina dan sebagainya.

 
7. Pembentukan Komite Nasional Fasilitasi Udara (FAL Udara)

Pembentukan Komite FAL sesuai dengan Annex 9 ICAO guna meningkatkan  koordinasi di antara stakeholder penerbangan guna mengambil langkah yanf  diperlukan dalam pencegahan penyebaran virus korona.

 
8. Diaktifkannya Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronvirus di Soekarno-Hatta

Posko diaktifkan di Soekarno-Hatta pada 31 Januari 2020, atau sehari  setelah WHO menyatakan virus korona sebagai Public Health Emergency.  Posko dilengkapi berbagai peralatan medis, monitor CCTV yang memantau  seluruh terminal penumpang.

Selain itu dilengkapi juga dengan sistem teknologi terkini guna  mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran virus  korona. Posko ini juga menjadi Posko Koordinasi antar stakeholder di  bandara.

 
9. Menetapkan prosedur penanganan pesawat yang mengangkut penumpang terjangkit virus korona

Selain upaya antisipasi, Bandara Soekarno-Hatta juga telah memiliki  rencana kontingensi apabila terdapat penumpang pesawat yang terjangkit  virus korona. Jika ada laporan dari pilot mengenai adanya penumpang yang  terjangkit virus korona, maka pesawat akan ditempatkan di area isolasi  (apron) di sisi udara, begitu mendarat di Soekarno-Hatta.

Di kondisi itu, Emergency Center Operation diaktifkan dan Mobile  Command Post digunakan. Kemudian, ambulans dari rumah sakit akan diberi  akses menuju area isolasi dipandu oleh Aviation Security dan personil  Apron Movement Control (AMC).
10. Menghentikan penerbangan Indonesia - China dan sebaliknya

Pemerintah dan AP II menunda sementara seluruh penerbangan rute   Indonesia - China dan sebaliknya terhitung mulai 5 Februari 2020 pukul   00.00 waktu setempat.

Bandara yang dikelola AP II adalah memiliki rute penerbangan langsung   ke China adalah Soekarno-Hatta, di mana terdapat 16 izin rute   penerbangan dengan 143 pergerakan pesawat setiap pekan.

 
11. Memastikan penumpang pesawat yang tiba mengisi Health Alert Card

AP II juga membantu KKP untuk memastikan form Health Alert Card diisi   oleh setiap penumpang yang tiba di bandara. Kartu tersebut sebagai   tanda bahwa penumpang telah melalui proses screening di bandara, serta   meningkatkan kewaspadaan jika penumpang tersebut mengalami keluhan   kesehatan dan berobat di luar bandara.

Kartu Health Alert Card (HAC) juga diberikan kepada penumpang saat   berada di dlm pesawat kemudian diisi sebelum mendarat. Nantinya kartu   tersebut disimpan selama 14 hari, dalam waktu tersebut bila ada sakit   seperti batuk, pilek, sesak, maka orang tersebut harus datang ke   pelayanan kesehatan terdekat.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau APII memastikan seluruh bandara yang dikelolanya melakukan sistem pencegahan penyebaran virus korona ke Indonesia. President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan memiliki program antisipasi pencegahan penyebaran virus korona, serta siap dengan berbagai skenario.

&quot;Sejak awal Januari 2020, AP II bersama dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) di bandara melakukan koordinasi intensif agar maksimal dalam mencegah masuknya virus korona. Kami sadar bahwa bandara adalah pintu masuk utama negara sehingga pengawasan harus diperketat,&quot; ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (9/2/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Angkasa Pura II Siapkan Tiga Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Korona 
Terdapat 11 upaya pencegahan yang terus dilakukan hingga kini oleh pihak AP II di 19 bandara yang dikelola. Berikut beberapa upaya menangkal penyebaran virus korona ke Indonesia:

 
1. Mengaktifkan thermal scanner

Di terminal penumpang pesawat, AP II dan KKP sudah mengoperasikan thermal scanner untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Jika ada penumpang pesawat dengan suhu di atas 38 derajat celcius maka layar di monitor terdeteksi berwarna merah dan akan dilakukan tindakan lebih lanjut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: AP I Kelola Bandara Sentani Mulai 1 Januari 2020
 
2. Melengkapi personil dengan thermo gun

Kegunaan thermo gun sama dengan thermal scanner yakni untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Kelebihan thermo gun adalah bentuknya yang ringkas dan mudah dibawa-bawa (mobile) oleh personil yang berkepentingan untuk pemeriksaan penumpang.

 
3. Melakukan surveillance syndrome

Personil berkepentingan memantau dan meningkatkan pengawasan untuk menemukan ada atau tidaknya penumpang pesawat yang terjangkit virus korona.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Runway Baru Bandara Soetta, Antrean Pesawat Diharapkan Berkurang 
 
4. Menyediakan lebih banyak hand sanitizer di terminal penumpang pesawat

Perilaku hidup bersih dapat membantu mencegah terjangkitnya penumpang pesawat dari virus korona. Oleh karena itu, AP II kini menyediakan lebih banyak lagi cairan pembersih tangan/hand sanitizer di terminal penumpang pesawat khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
5. Membagikan masker secara berkala ke komunitas bandara

AP II bekerja sama dengan sejumlah instansi secara berkala  membagi-bagikan masker kepada penumpang pesawat dan komunitas lainnya  guna mencegah penyebaran virus korona.

 
6. Melakukan simulasi penanganan penumpang pesawat yang terjangkit korona. 

Simulasi dilakukan bersama dengan KKP, lengkap dengan berbagai peralatan standar untuk penanganan karantina dan sebagainya.

 
7. Pembentukan Komite Nasional Fasilitasi Udara (FAL Udara)

Pembentukan Komite FAL sesuai dengan Annex 9 ICAO guna meningkatkan  koordinasi di antara stakeholder penerbangan guna mengambil langkah yanf  diperlukan dalam pencegahan penyebaran virus korona.

 
8. Diaktifkannya Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronvirus di Soekarno-Hatta

Posko diaktifkan di Soekarno-Hatta pada 31 Januari 2020, atau sehari  setelah WHO menyatakan virus korona sebagai Public Health Emergency.  Posko dilengkapi berbagai peralatan medis, monitor CCTV yang memantau  seluruh terminal penumpang.

Selain itu dilengkapi juga dengan sistem teknologi terkini guna  mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran virus  korona. Posko ini juga menjadi Posko Koordinasi antar stakeholder di  bandara.

 
9. Menetapkan prosedur penanganan pesawat yang mengangkut penumpang terjangkit virus korona

Selain upaya antisipasi, Bandara Soekarno-Hatta juga telah memiliki  rencana kontingensi apabila terdapat penumpang pesawat yang terjangkit  virus korona. Jika ada laporan dari pilot mengenai adanya penumpang yang  terjangkit virus korona, maka pesawat akan ditempatkan di area isolasi  (apron) di sisi udara, begitu mendarat di Soekarno-Hatta.

Di kondisi itu, Emergency Center Operation diaktifkan dan Mobile  Command Post digunakan. Kemudian, ambulans dari rumah sakit akan diberi  akses menuju area isolasi dipandu oleh Aviation Security dan personil  Apron Movement Control (AMC).
10. Menghentikan penerbangan Indonesia - China dan sebaliknya

Pemerintah dan AP II menunda sementara seluruh penerbangan rute   Indonesia - China dan sebaliknya terhitung mulai 5 Februari 2020 pukul   00.00 waktu setempat.

Bandara yang dikelola AP II adalah memiliki rute penerbangan langsung   ke China adalah Soekarno-Hatta, di mana terdapat 16 izin rute   penerbangan dengan 143 pergerakan pesawat setiap pekan.

 
11. Memastikan penumpang pesawat yang tiba mengisi Health Alert Card

AP II juga membantu KKP untuk memastikan form Health Alert Card diisi   oleh setiap penumpang yang tiba di bandara. Kartu tersebut sebagai   tanda bahwa penumpang telah melalui proses screening di bandara, serta   meningkatkan kewaspadaan jika penumpang tersebut mengalami keluhan   kesehatan dan berobat di luar bandara.

Kartu Health Alert Card (HAC) juga diberikan kepada penumpang saat   berada di dlm pesawat kemudian diisi sebelum mendarat. Nantinya kartu   tersebut disimpan selama 14 hari, dalam waktu tersebut bila ada sakit   seperti batuk, pilek, sesak, maka orang tersebut harus datang ke   pelayanan kesehatan terdekat.</content:encoded></item></channel></rss>
