<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Memaksimalkan Pencahayaan di Dalam Rumah Kamu</title><description>Masih banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana memberikan pencahayaan di dalam rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/470/2165778/cara-memaksimalkan-pencahayaan-di-dalam-rumah-kamu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/470/2165778/cara-memaksimalkan-pencahayaan-di-dalam-rumah-kamu"/><item><title>Cara Memaksimalkan Pencahayaan di Dalam Rumah Kamu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/470/2165778/cara-memaksimalkan-pencahayaan-di-dalam-rumah-kamu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/09/470/2165778/cara-memaksimalkan-pencahayaan-di-dalam-rumah-kamu</guid><pubDate>Minggu 09 Februari 2020 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/09/470/2165778/cara-memaksimalkan-pencahayaan-di-dalam-rumah-kamu-PWBvFwrukQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Dekorasi pencahayaan (Foto: Architecturaldigest)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/09/470/2165778/cara-memaksimalkan-pencahayaan-di-dalam-rumah-kamu-PWBvFwrukQ.jpg</image><title>Rumah Dekorasi pencahayaan (Foto: Architecturaldigest)</title></images><description>JAKARTA - Masih banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana memberikan pencahayaan di dalam rumah. Bahkan, sampai ada rumah yang tidak mengoptimalkan pencahayaan di rumahnya.

Pencahayaan di dalam rumah sangatlah penting, karena akan memberikan efek warna jika di pagi hari. Dan tidak membuat ruangan di dalam menjadi lembab dan gelap.
 
&amp;nbsp;Baca juga:Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Bambu Laminasi, Apa Itu?
Mengutip dari buku &amp;lsquo;400 Solusi Rumah Mungil 2010&amp;rsquo; karya Riana Larasati, Minggu (9/2/2020), dijelaskan bagaimana cara mengoptimalisasikan pencahayaan di dalam rumah.

Memberi cahaya pada pojok atau sudut ruangan mampu membuat tampilan ruang semakin besar. ini lebih berfungsi lagi jika ruangan  ternyata kekurangan cahaya alami. Ruang yang terang dan terbuka mampu menunjukkan efek visual ruang yang sebenarnya. Sebaliknya, ruangan yang luas atau besar dengan  cahaya yang terlalu banyak akan mengesankan suasana yang kosong.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Desain Rumah dengan Lahan Sempit
Setting ruang dengan warna netral membutuhkan lampu yang tidak sedikit untuk memberikan efek yang diinginkan. Sebaliknya, lampu  yang sedikit hanya akan membuat ruang tampak losong dan datar. Ini cocok diterapkan pada setting bertema klasik atau khusus untuk bagian per bagian.


Bentuk lampu yang ramping apalagi yang digantung beberapa buah  sekaligus, makin menambah tinggi ruangan. Pilih bentuk silinder kecil  atau kotak mungil. Pojok rumah untuk bermalas-malasan memerlukan lampu yang menghasilkan cahaya remang-remang demi mendapatkan suasana yang  lebih tenang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ide Kreatif Bikin Pernak-pernik Natal yang Low Budget
Ketika merencanakan skema listrik dan pencahayaan, mulailah dengan memahami kegiatan yang akan terjadi di dalamnya. Tentukan tipe cahaya  yang paling tepat, untuk masing-masing ruang. Terutama perhatikan ruang belajar atau bekerja, area memasak dan persiapan, area bermain  anak-anak, dan ruang penyimpanan. Cari kekuatan cahaya yang pas untuk ruang-nuang tersebut sehingga setiap kamu dapat melakukan aktivitas di area tersebut dengan optmal.Selain itu juga kita harus bisa melihat fleksibilitas jenis lampu  yang dipakai untuk mengakomodasi fungsi ruang yang baru. kamu bisa  menggunakan perabot lampu freestanding, bisa dipindah-pindah atau saklar  pengontrol lampu downlight yang bisa diatur memakai dimmer. Desain  lampu yang portable lebih bisa menghemat tempat.

Jangan batasi pilihan pencahayaan. Cobalah mengecek kategori lampu  dengan pilihan yang tersedia di lapangan atau supplier, Banyaknya   pilihan pencahayaan mampu menawarkan perbedaan teknik pencahayaan dan  efek visual demi kesesuaian dengan ruang. Misalnya pencahayaan  langit-langit, lampu dinding, lampu meja, downlight, uplight, dan  spotlight. Pilihan tidak terbatas pada jenis pencahayaan yang dihasilkan  namun juga atas pertimbangan besar kecil dayanya,  hemat energi atau  tidak.</description><content:encoded>JAKARTA - Masih banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana memberikan pencahayaan di dalam rumah. Bahkan, sampai ada rumah yang tidak mengoptimalkan pencahayaan di rumahnya.

Pencahayaan di dalam rumah sangatlah penting, karena akan memberikan efek warna jika di pagi hari. Dan tidak membuat ruangan di dalam menjadi lembab dan gelap.
 
&amp;nbsp;Baca juga:Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Bambu Laminasi, Apa Itu?
Mengutip dari buku &amp;lsquo;400 Solusi Rumah Mungil 2010&amp;rsquo; karya Riana Larasati, Minggu (9/2/2020), dijelaskan bagaimana cara mengoptimalisasikan pencahayaan di dalam rumah.

Memberi cahaya pada pojok atau sudut ruangan mampu membuat tampilan ruang semakin besar. ini lebih berfungsi lagi jika ruangan  ternyata kekurangan cahaya alami. Ruang yang terang dan terbuka mampu menunjukkan efek visual ruang yang sebenarnya. Sebaliknya, ruangan yang luas atau besar dengan  cahaya yang terlalu banyak akan mengesankan suasana yang kosong.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Desain Rumah dengan Lahan Sempit
Setting ruang dengan warna netral membutuhkan lampu yang tidak sedikit untuk memberikan efek yang diinginkan. Sebaliknya, lampu  yang sedikit hanya akan membuat ruang tampak losong dan datar. Ini cocok diterapkan pada setting bertema klasik atau khusus untuk bagian per bagian.


Bentuk lampu yang ramping apalagi yang digantung beberapa buah  sekaligus, makin menambah tinggi ruangan. Pilih bentuk silinder kecil  atau kotak mungil. Pojok rumah untuk bermalas-malasan memerlukan lampu yang menghasilkan cahaya remang-remang demi mendapatkan suasana yang  lebih tenang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ide Kreatif Bikin Pernak-pernik Natal yang Low Budget
Ketika merencanakan skema listrik dan pencahayaan, mulailah dengan memahami kegiatan yang akan terjadi di dalamnya. Tentukan tipe cahaya  yang paling tepat, untuk masing-masing ruang. Terutama perhatikan ruang belajar atau bekerja, area memasak dan persiapan, area bermain  anak-anak, dan ruang penyimpanan. Cari kekuatan cahaya yang pas untuk ruang-nuang tersebut sehingga setiap kamu dapat melakukan aktivitas di area tersebut dengan optmal.Selain itu juga kita harus bisa melihat fleksibilitas jenis lampu  yang dipakai untuk mengakomodasi fungsi ruang yang baru. kamu bisa  menggunakan perabot lampu freestanding, bisa dipindah-pindah atau saklar  pengontrol lampu downlight yang bisa diatur memakai dimmer. Desain  lampu yang portable lebih bisa menghemat tempat.

Jangan batasi pilihan pencahayaan. Cobalah mengecek kategori lampu  dengan pilihan yang tersedia di lapangan atau supplier, Banyaknya   pilihan pencahayaan mampu menawarkan perbedaan teknik pencahayaan dan  efek visual demi kesesuaian dengan ruang. Misalnya pencahayaan  langit-langit, lampu dinding, lampu meja, downlight, uplight, dan  spotlight. Pilihan tidak terbatas pada jenis pencahayaan yang dihasilkan  namun juga atas pertimbangan besar kecil dayanya,  hemat energi atau  tidak.</content:encoded></item></channel></rss>
