<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IA-CEPA Tingkatkan Investasi dan Akses Pasar RI ke Australia   </title><description>Indonesia dengan Australia diuntungkan dengan thread valasnya ke pihak Australia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2165971/ia-cepa-tingkatkan-investasi-dan-akses-pasar-ri-ke-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2165971/ia-cepa-tingkatkan-investasi-dan-akses-pasar-ri-ke-australia"/><item><title>IA-CEPA Tingkatkan Investasi dan Akses Pasar RI ke Australia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2165971/ia-cepa-tingkatkan-investasi-dan-akses-pasar-ri-ke-australia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2165971/ia-cepa-tingkatkan-investasi-dan-akses-pasar-ri-ke-australia</guid><pubDate>Senin 10 Februari 2020 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/10/320/2165971/ia-cepa-tingkatkan-investasi-dan-akses-pasar-ri-ke-australia-EKZYM5DizV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi melakukan Pertemuan Bilateral di Parliament House Canberra. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/10/320/2165971/ia-cepa-tingkatkan-investasi-dan-akses-pasar-ri-ke-australia-EKZYM5DizV.jpg</image><title>Presiden Jokowi melakukan Pertemuan Bilateral di Parliament House Canberra. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan Australia melaksanakan aksi kemitraan strategis komprehensif untuk 2020-2024. Salah satunya, ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah selesai dilaksanakan dan diharapkan dapat membangkitkan minat investasi daripada Australia.
&amp;rdquo;Jadi tentu nanti terkait dengan IA-CEPA ini kita ketahui bahwa selama ini investasi dari Australia ini jumlahnya tidak masuk dalam 5 besar. Jadi range-nya antara USD400-700,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari Setkab, Senin (10/2/2020).
Baca Juga: Sepakati IA-CEPA, Presiden Jokowi: Kerjasama RI-Australia Lebih Terarah
Menurut Airlangga, Indonesia dengan Australia diuntungkan dengan thread valasnya ke pihak Australia. &amp;rdquo;Tentu diharapkan dengan adanya IA-CEPA ini walaupun bea masuknya akan diturunkan rata-rata dari 5% menjadi 0%. Itu yang akan bisa didorong adalah, satu, tekstil. Kedua, otomotif,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Otomotif sebagaimana diketahui, lanjut Airlangga, Australia mempunyai demand sebesar USD1,1 juta dan produk-produk kendaraan komersial seperti truk ataupun SUV sangat diminati.
Baca Juga: Presiden Ingin Tingkatkan Investasi hingga Perdagangan RI-Australia
&amp;rdquo;Nah sekarang Indonesia ini sendiri mempunyai kapasitas, tinggal kita bicara dengan produsen-produsen yang di Indonesia sedang di dalam proses supaya bagaimana kita bisa mempercepat tidak hanya yang tercantum di dalam IA-CEPA kan lebih utamanya kepada hybrid dan electric vehicle,&amp;rdquo; sambung Airlangga.
Di Indonesia sendiri, lanjut Airlangga, hybrid dan electric vehicle baru akan mulai produksi kira-kira tahun 2021. Dia menambahkan bahwa sebelum itu pemerintah akan mendorong supaya yang combustion engine juga masuk karena itu juga masih diminati di Australia.Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Agus  Suparmanto juga menyampaikan bahwa dengan telah selesainya ratifikasi IA-CEPA mungkin akan meningkatkan akses pasar RI ke Australia.
&amp;rdquo;Diharapkan dengan meningkatnya akses pasar otomatis kita mengurai  defisit juga, plus juga nanti ekspor kita akan tambah,&amp;rdquo; ujar Agus.
Selain itu juga, menurut Mendag, ada kemudahan-kemudahan lain  terutama tadi dikatakan Menko mengenai tarif. &amp;rdquo;Jadi produk-produk kita  bisa lebih kompetitif,&amp;rdquo; pungkas Mendag.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan Australia melaksanakan aksi kemitraan strategis komprehensif untuk 2020-2024. Salah satunya, ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah selesai dilaksanakan dan diharapkan dapat membangkitkan minat investasi daripada Australia.
&amp;rdquo;Jadi tentu nanti terkait dengan IA-CEPA ini kita ketahui bahwa selama ini investasi dari Australia ini jumlahnya tidak masuk dalam 5 besar. Jadi range-nya antara USD400-700,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari Setkab, Senin (10/2/2020).
Baca Juga: Sepakati IA-CEPA, Presiden Jokowi: Kerjasama RI-Australia Lebih Terarah
Menurut Airlangga, Indonesia dengan Australia diuntungkan dengan thread valasnya ke pihak Australia. &amp;rdquo;Tentu diharapkan dengan adanya IA-CEPA ini walaupun bea masuknya akan diturunkan rata-rata dari 5% menjadi 0%. Itu yang akan bisa didorong adalah, satu, tekstil. Kedua, otomotif,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Otomotif sebagaimana diketahui, lanjut Airlangga, Australia mempunyai demand sebesar USD1,1 juta dan produk-produk kendaraan komersial seperti truk ataupun SUV sangat diminati.
Baca Juga: Presiden Ingin Tingkatkan Investasi hingga Perdagangan RI-Australia
&amp;rdquo;Nah sekarang Indonesia ini sendiri mempunyai kapasitas, tinggal kita bicara dengan produsen-produsen yang di Indonesia sedang di dalam proses supaya bagaimana kita bisa mempercepat tidak hanya yang tercantum di dalam IA-CEPA kan lebih utamanya kepada hybrid dan electric vehicle,&amp;rdquo; sambung Airlangga.
Di Indonesia sendiri, lanjut Airlangga, hybrid dan electric vehicle baru akan mulai produksi kira-kira tahun 2021. Dia menambahkan bahwa sebelum itu pemerintah akan mendorong supaya yang combustion engine juga masuk karena itu juga masih diminati di Australia.Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Agus  Suparmanto juga menyampaikan bahwa dengan telah selesainya ratifikasi IA-CEPA mungkin akan meningkatkan akses pasar RI ke Australia.
&amp;rdquo;Diharapkan dengan meningkatnya akses pasar otomatis kita mengurai  defisit juga, plus juga nanti ekspor kita akan tambah,&amp;rdquo; ujar Agus.
Selain itu juga, menurut Mendag, ada kemudahan-kemudahan lain  terutama tadi dikatakan Menko mengenai tarif. &amp;rdquo;Jadi produk-produk kita  bisa lebih kompetitif,&amp;rdquo; pungkas Mendag.</content:encoded></item></channel></rss>
