<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana BOS Telat, Menteri Nadiem Ungkap Ada Kepsek Gadai Motor untuk Biayai Operasional</title><description>Nadiem Makarim mengungkapkan penyaluran dana BOS yang sering telat setiap tahun buat susah Kepala Sekolah dan guru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2166327/dana-bos-telat-menteri-nadiem-ungkap-ada-kepsek-gadai-motor-untuk-biayai-operasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2166327/dana-bos-telat-menteri-nadiem-ungkap-ada-kepsek-gadai-motor-untuk-biayai-operasional"/><item><title>Dana BOS Telat, Menteri Nadiem Ungkap Ada Kepsek Gadai Motor untuk Biayai Operasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2166327/dana-bos-telat-menteri-nadiem-ungkap-ada-kepsek-gadai-motor-untuk-biayai-operasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/10/320/2166327/dana-bos-telat-menteri-nadiem-ungkap-ada-kepsek-gadai-motor-untuk-biayai-operasional</guid><pubDate>Senin 10 Februari 2020 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/10/320/2166327/dana-bos-telat-menteri-nadiem-ungkap-ada-kepsek-gadai-motor-untuk-biayai-operasional-VRPrfSkLKt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiem Makariem (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/10/320/2166327/dana-bos-telat-menteri-nadiem-ungkap-ada-kepsek-gadai-motor-untuk-biayai-operasional-VRPrfSkLKt.jpg</image><title>Nadiem Makariem (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sering telat setiap tahun membuat susah para kepala sekolah dan Guru. Salah satunya yakni ada kepala sekolah yang harus menggadai motornya untuk menalangi dana operasional

&quot;Ada cerita kepala sekolah yang menggadaikan motornya, yang menggadaikan barang-barang pribadinya untuk bisa menalangi biaya operasional,&quot; ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/2/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 50% Dana Bos Tahun Ini Bisa Digunakan untuk Bayar Gaji Guru Honorer
Kemudian, lanjut dia, selain menggadaikan barang pribadi, ada juga kepala sekolah yang harus meminjam uang kepada orangtua siswa agar proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai dengan seharusnya.

&quot;Jadi, proses tersebut kadang mengganggu konsentrasi para guru untuk melakukan tugasnya. Ini sangat mengganggu proses belajar karena guru dan kepala sekolah yang sibuk cari pendanaan,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Ubah Mekanisme Pencairan Dana BOS
Dia menuturkan dengan adanya berbagai keluhan itu, maka pemerintah mengubah penyaluran BOS yang sebelumnya harus melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kota, kini langsung ke rekening sekolah.

&quot;Kami berharap dengan penyaluran langsung dapat memangkas birokrasi. Sehingga sekolah dapat lebih cepat menerima dan menggunakan dananya,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Sri Mulyani Tak Nyangka Dana BOS Masih Bisa Dikorupsi
Dia menambahkan penyaluran dana BOS secara langsung juga nantinya mampu mengurangi beban para guru. Dan kepala sekolah yang selama ini sibuk mengurus perizinan agar bantuan segera turun ke sekolah.

&quot;Kita ketahui, di beberapa SD, banyak sekali kepala sekolah dan guru mengerjakan pelaporan dan tugas administratif yang apabila dilihat ke SMP dan SMA itu tugasnya oleh Kepala Tata Umum Kepala Operasional,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sering telat setiap tahun membuat susah para kepala sekolah dan Guru. Salah satunya yakni ada kepala sekolah yang harus menggadai motornya untuk menalangi dana operasional

&quot;Ada cerita kepala sekolah yang menggadaikan motornya, yang menggadaikan barang-barang pribadinya untuk bisa menalangi biaya operasional,&quot; ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/2/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 50% Dana Bos Tahun Ini Bisa Digunakan untuk Bayar Gaji Guru Honorer
Kemudian, lanjut dia, selain menggadaikan barang pribadi, ada juga kepala sekolah yang harus meminjam uang kepada orangtua siswa agar proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai dengan seharusnya.

&quot;Jadi, proses tersebut kadang mengganggu konsentrasi para guru untuk melakukan tugasnya. Ini sangat mengganggu proses belajar karena guru dan kepala sekolah yang sibuk cari pendanaan,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Ubah Mekanisme Pencairan Dana BOS
Dia menuturkan dengan adanya berbagai keluhan itu, maka pemerintah mengubah penyaluran BOS yang sebelumnya harus melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kota, kini langsung ke rekening sekolah.

&quot;Kami berharap dengan penyaluran langsung dapat memangkas birokrasi. Sehingga sekolah dapat lebih cepat menerima dan menggunakan dananya,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Sri Mulyani Tak Nyangka Dana BOS Masih Bisa Dikorupsi
Dia menambahkan penyaluran dana BOS secara langsung juga nantinya mampu mengurangi beban para guru. Dan kepala sekolah yang selama ini sibuk mengurus perizinan agar bantuan segera turun ke sekolah.

&quot;Kita ketahui, di beberapa SD, banyak sekali kepala sekolah dan guru mengerjakan pelaporan dan tugas administratif yang apabila dilihat ke SMP dan SMA itu tugasnya oleh Kepala Tata Umum Kepala Operasional,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
