<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dampak Virus Korona, Jumlah Wisatawan di Bali Turun Drastis</title><description>Sektor pariwisata Bali yang menjadi penyumbang terbesar devisa untuk pariwisata Indonesia mulai merasakan dampak virus korona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/320/2167195/dampak-virus-korona-jumlah-wisatawan-di-bali-turun-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/320/2167195/dampak-virus-korona-jumlah-wisatawan-di-bali-turun-drastis"/><item><title>   Dampak Virus Korona, Jumlah Wisatawan di Bali Turun Drastis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/320/2167195/dampak-virus-korona-jumlah-wisatawan-di-bali-turun-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/320/2167195/dampak-virus-korona-jumlah-wisatawan-di-bali-turun-drastis</guid><pubDate>Rabu 12 Februari 2020 11:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/12/320/2167195/dampak-virus-korona-jumlah-wisatawan-di-bali-turun-drastis-lcp3ZpMY4O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/12/320/2167195/dampak-virus-korona-jumlah-wisatawan-di-bali-turun-drastis-lcp3ZpMY4O.jpg</image><title>Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tepat seminggu setelah pemerintah Indonesia menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China daratan Rabu 5 Februari 2020 karena perebakan virus korona, sektor pariwisata Bali yang menjadi penyumbang terbesar devisa untuk pariwisata Indonesia mulai merasakan dampaknya. Jumlah wisatawan di salah satu tujuan wisata popular di dunia ini menurun drastis.

Wisatawan China merupakan wisatawan asing terbesar kedua bagi Bali. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan pada tahun 2019, dari 6,3 juta wisatawan mancanegara sebanyak 1.185.519 (sekitar seperlimanya) berasal dari China.

&quot;Setelah perebakan virus korona ini khusus untuk wisatawan China memang mengalami penurunan, kontribusi dari penurunan wisatawan China itu adalah 20% dari jumlah keseluruhan tersebut. Yang terkena dampak itu memang hotel, biro perjalanan wisata, pemandu wisata, tujuan wisata yang menjadi pasar China,&amp;rdquo; kata Putu Astawa seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
Baca Juga: Presiden Xi Yakinkan Jokowi China Akan Menang Dalam Perang Melawan Virus Korona
Pemerhati pariwisata yang juga mantan Presiden Direktur PT. Hotel Indonesia Natour, Herry Angligan, mengatakan ketergantungan Bali akan wisatawan China membuat pariwisata Bali beresiko.

&amp;ldquo;Dua perusahaan atraksi air ditutup karena 100%  tamunya dari China,&amp;rdquo; ujar Herry.

Situasi ini semakin diperparah dengan penurunan wisatawan non-China yang terbang dengan maskapai penerbangan lain, sebagaimana dikatakan General Manager Bandara Internasional Ngurah Rai, Herry Sikado.

&amp;ldquo;Load factor sekarang yang rata-rata ke Bali kalau kita rata-ratakan jumlah penumpang yang ada sekarang dengan jumlah airline yang ada, kurang lebih load factornya hanya terisi 60%,&amp;rdquo; tutur Sikado.
Baca Juga: Sudah Tewaskan 1.100 Orang Lebih, WHO Akhirnya Tetapkan Nama Resmi Virus Korona Wuhan
Kondisi ini juga mempengaruhi hunian hotel-hotel berbintang lima dan empat di seluruh Bali, yang sebenarnya bukan menjadi pasar utama wisatawan murah China, sebagaimana disampaikan General Manager Ubud Green Villa, Made Sukarja.

&quot;Beberapa negara khawatir Indonesia dekat dengan China, mereka ketakutan, jadi secara umum ada penurunan wisatawan 50 %, beberapa daerah masih tetap tetapi umumnya turun 50%,&quot; ungkap Made Sukarja.
Redam Kekhawatiran Wisatawan, Otorita Bandara Perketat Pemeriksaan Kesehatan

Otoritas 15 bandara utama di Angkasa Pura I, Awaluddin, mengatakan  untuk mengatasi kekhawatiran wisatawan asing, pihaknya melakukan upaya  pengetatan pemeriksaan di berbagai bandara, khususnya bandara  Internasional.

&amp;ldquo;Yaitu melalui pemeriksaan suhu tubuh mereka , menggunakan thermal  scanner dan juga melakukan simulasi penanggulangan seandainya ada  penumpang atau calon penumpang terindikasi virus korona,&amp;rdquo; ujar  Awaluddin.

Meskipun sebagian besar wisatawan China sudah meninggalkan Indonesia  sejak pemberlakukan larangan penerbangan ke China untuk sementara waktu,  menurut Dinas Pariwisata Bali hingga kini masih ribuan wisatawan China  yang terjebak di Pulau Dewata itu.

Sebagian berusaha memanfaatkan kebijakan force major yang ditetapkan  pemerintah bagi wisatawan China yang terjebak di Bali akibat penutupan  operasi penerbangan, sementara sebagian lainnya mencari alternatif  penerbangan ke bandara transit international lainnya, sebagaimana  dikatakan agen China, Mei Lan.

&quot;Kalau tidak ada lagi penerbangan ke China mereka harus melalui mana?  Saya berikan saran mungkin bisa melalui Hong Kong atau Thailand karena  sudah tidak ada direct pesawat lagi dan ada yang mau tinggal lebih lama  lagi mereka harus ke mana minta izinnya. Saya infokan harus ke Imigrasi  di sana sudah ada statement dari ke Imigrasian,&amp;rdquo; papar Mei Lan.

Hingga laporan ini disampaikan 69 orang yang diduga terjangkit virus  korona, terbukti negatif. Namun demikian pemerintah masih belum  menentukan kapan kebijakan larangan penerbangan dari dan ke China akan  dicabut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tepat seminggu setelah pemerintah Indonesia menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China daratan Rabu 5 Februari 2020 karena perebakan virus korona, sektor pariwisata Bali yang menjadi penyumbang terbesar devisa untuk pariwisata Indonesia mulai merasakan dampaknya. Jumlah wisatawan di salah satu tujuan wisata popular di dunia ini menurun drastis.

Wisatawan China merupakan wisatawan asing terbesar kedua bagi Bali. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan pada tahun 2019, dari 6,3 juta wisatawan mancanegara sebanyak 1.185.519 (sekitar seperlimanya) berasal dari China.

&quot;Setelah perebakan virus korona ini khusus untuk wisatawan China memang mengalami penurunan, kontribusi dari penurunan wisatawan China itu adalah 20% dari jumlah keseluruhan tersebut. Yang terkena dampak itu memang hotel, biro perjalanan wisata, pemandu wisata, tujuan wisata yang menjadi pasar China,&amp;rdquo; kata Putu Astawa seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
Baca Juga: Presiden Xi Yakinkan Jokowi China Akan Menang Dalam Perang Melawan Virus Korona
Pemerhati pariwisata yang juga mantan Presiden Direktur PT. Hotel Indonesia Natour, Herry Angligan, mengatakan ketergantungan Bali akan wisatawan China membuat pariwisata Bali beresiko.

&amp;ldquo;Dua perusahaan atraksi air ditutup karena 100%  tamunya dari China,&amp;rdquo; ujar Herry.

Situasi ini semakin diperparah dengan penurunan wisatawan non-China yang terbang dengan maskapai penerbangan lain, sebagaimana dikatakan General Manager Bandara Internasional Ngurah Rai, Herry Sikado.

&amp;ldquo;Load factor sekarang yang rata-rata ke Bali kalau kita rata-ratakan jumlah penumpang yang ada sekarang dengan jumlah airline yang ada, kurang lebih load factornya hanya terisi 60%,&amp;rdquo; tutur Sikado.
Baca Juga: Sudah Tewaskan 1.100 Orang Lebih, WHO Akhirnya Tetapkan Nama Resmi Virus Korona Wuhan
Kondisi ini juga mempengaruhi hunian hotel-hotel berbintang lima dan empat di seluruh Bali, yang sebenarnya bukan menjadi pasar utama wisatawan murah China, sebagaimana disampaikan General Manager Ubud Green Villa, Made Sukarja.

&quot;Beberapa negara khawatir Indonesia dekat dengan China, mereka ketakutan, jadi secara umum ada penurunan wisatawan 50 %, beberapa daerah masih tetap tetapi umumnya turun 50%,&quot; ungkap Made Sukarja.
Redam Kekhawatiran Wisatawan, Otorita Bandara Perketat Pemeriksaan Kesehatan

Otoritas 15 bandara utama di Angkasa Pura I, Awaluddin, mengatakan  untuk mengatasi kekhawatiran wisatawan asing, pihaknya melakukan upaya  pengetatan pemeriksaan di berbagai bandara, khususnya bandara  Internasional.

&amp;ldquo;Yaitu melalui pemeriksaan suhu tubuh mereka , menggunakan thermal  scanner dan juga melakukan simulasi penanggulangan seandainya ada  penumpang atau calon penumpang terindikasi virus korona,&amp;rdquo; ujar  Awaluddin.

Meskipun sebagian besar wisatawan China sudah meninggalkan Indonesia  sejak pemberlakukan larangan penerbangan ke China untuk sementara waktu,  menurut Dinas Pariwisata Bali hingga kini masih ribuan wisatawan China  yang terjebak di Pulau Dewata itu.

Sebagian berusaha memanfaatkan kebijakan force major yang ditetapkan  pemerintah bagi wisatawan China yang terjebak di Bali akibat penutupan  operasi penerbangan, sementara sebagian lainnya mencari alternatif  penerbangan ke bandara transit international lainnya, sebagaimana  dikatakan agen China, Mei Lan.

&quot;Kalau tidak ada lagi penerbangan ke China mereka harus melalui mana?  Saya berikan saran mungkin bisa melalui Hong Kong atau Thailand karena  sudah tidak ada direct pesawat lagi dan ada yang mau tinggal lebih lama  lagi mereka harus ke mana minta izinnya. Saya infokan harus ke Imigrasi  di sana sudah ada statement dari ke Imigrasian,&amp;rdquo; papar Mei Lan.

Hingga laporan ini disampaikan 69 orang yang diduga terjangkit virus  korona, terbukti negatif. Namun demikian pemerintah masih belum  menentukan kapan kebijakan larangan penerbangan dari dan ke China akan  dicabut.
</content:encoded></item></channel></rss>
