<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BP Tapera Diminta Menkeu Jangan Tiru Jiwasraya dan Asabri</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaruh harapan besar pada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/470/2167562/bp-tapera-diminta-menkeu-jangan-tiru-jiwasraya-dan-asabri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/470/2167562/bp-tapera-diminta-menkeu-jangan-tiru-jiwasraya-dan-asabri"/><item><title>BP Tapera Diminta Menkeu Jangan Tiru Jiwasraya dan Asabri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/470/2167562/bp-tapera-diminta-menkeu-jangan-tiru-jiwasraya-dan-asabri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/12/470/2167562/bp-tapera-diminta-menkeu-jangan-tiru-jiwasraya-dan-asabri</guid><pubDate>Rabu 12 Februari 2020 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/12/470/2167562/bp-tapera-diminta-menkeu-jangan-tiru-jiwasraya-dan-asabri-t0f7ajn927.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/12/470/2167562/bp-tapera-diminta-menkeu-jangan-tiru-jiwasraya-dan-asabri-t0f7ajn927.JPG</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaruh  harapan besar pada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP  Tapera). Bahkan dirinya berharap agar BP Tapera tidak mengikuti jejak  Jiwasraya atau bahkan Asabri dalam pengelolaan dana nasabahnya.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja  dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki  Hadimuljono pada hari ini. Dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh  Komisioner dari BP Tapera.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hingga April 2019, Bank BTN Sudah Salurkan Rp104,13 Triliun KPR Subsidi
Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, antara BP Tapera dengan  Jiwasraya ataupun Asabri memiliki kesamaan. Oleh karena itu, dirinya  dimintain tolong agar proses bisnisnya diawasi dengan ketat.

&quot;Seperti Asabri, Jiwasraya yang itu. Model bisnis kita kan tabungan  investasi. Jadi benar-benar komite menyoroti tolong jagain belajar dari  itu. Jadi kita harus membuat framework nya kita harus membuat  semuanyalah supaya nggak kejadian seperti itu,&quot; ujarnya saat ditemui di  Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berkenalan dengan Lima Pejabat BP Tapera yang Baru
Menurut Adi, agar kasus Jiwasraya dan Asabri tak terjadi di BP Taper,  pihaknya menyiapkan  beberapa langkah antisipasi berupa monitoring dana  nasabah secara sistem dan manual. Selain itu untuk investasi, BP Tapera  juga melakukan koordinasi dengan Manajer Investasi (MI) agar investasi  yang dilakukan tidak merugikan nasabah dan perusahaan.

&quot;Jadi governance kita jagain, kemudian monitoringnya jangan by sistem  tetapi kita aktif melakukan monitoring. Jangan semua di set up lalu  ditinggalkan. Ada supervisinya. Dan memang di UU seperti itu kami  mensupervisi terkait dengan arahan 'investasi' kami melalui kustodian  yang dilakukan oleh MI. Jadi MI itu benar benar menjalankan fungsinya  seperti yang kita inginkan,&quot; kata Adi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Basuki: Pejabat BP Tapera Dilantik Jumat Ini
Dia menambahkan sejauh ini pemerintah sudah mengalokasikan dana  sebesar Rp2,5 triliun kepada BP Tapera. Dana tersebut sebagian  diinvestasikan dalam bentuk deposito sementara sebagian lainnya  diperuntukkan bagi operasional perusahaan seperti penyewaan dan  pembangunan gedung serta membayar gaji karyawan.

&quot;Kami investasi dalam bentuk deposito. Paling simpel itu. Lalu untuk  operasional, seperti bayar gaji, sewa gedung kayak gitu. Dan itu Rp 2,5  triliun nggak boleh habis sampai nanti benar benar beroperasi.  Beroperasinya menunggu PP (Peraturan Pemerintah) dan PMK (Peraturan  Menteri Keuangan) selesai,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaruh  harapan besar pada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP  Tapera). Bahkan dirinya berharap agar BP Tapera tidak mengikuti jejak  Jiwasraya atau bahkan Asabri dalam pengelolaan dana nasabahnya.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja  dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki  Hadimuljono pada hari ini. Dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh  Komisioner dari BP Tapera.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hingga April 2019, Bank BTN Sudah Salurkan Rp104,13 Triliun KPR Subsidi
Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, antara BP Tapera dengan  Jiwasraya ataupun Asabri memiliki kesamaan. Oleh karena itu, dirinya  dimintain tolong agar proses bisnisnya diawasi dengan ketat.

&quot;Seperti Asabri, Jiwasraya yang itu. Model bisnis kita kan tabungan  investasi. Jadi benar-benar komite menyoroti tolong jagain belajar dari  itu. Jadi kita harus membuat framework nya kita harus membuat  semuanyalah supaya nggak kejadian seperti itu,&quot; ujarnya saat ditemui di  Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berkenalan dengan Lima Pejabat BP Tapera yang Baru
Menurut Adi, agar kasus Jiwasraya dan Asabri tak terjadi di BP Taper,  pihaknya menyiapkan  beberapa langkah antisipasi berupa monitoring dana  nasabah secara sistem dan manual. Selain itu untuk investasi, BP Tapera  juga melakukan koordinasi dengan Manajer Investasi (MI) agar investasi  yang dilakukan tidak merugikan nasabah dan perusahaan.

&quot;Jadi governance kita jagain, kemudian monitoringnya jangan by sistem  tetapi kita aktif melakukan monitoring. Jangan semua di set up lalu  ditinggalkan. Ada supervisinya. Dan memang di UU seperti itu kami  mensupervisi terkait dengan arahan 'investasi' kami melalui kustodian  yang dilakukan oleh MI. Jadi MI itu benar benar menjalankan fungsinya  seperti yang kita inginkan,&quot; kata Adi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Basuki: Pejabat BP Tapera Dilantik Jumat Ini
Dia menambahkan sejauh ini pemerintah sudah mengalokasikan dana  sebesar Rp2,5 triliun kepada BP Tapera. Dana tersebut sebagian  diinvestasikan dalam bentuk deposito sementara sebagian lainnya  diperuntukkan bagi operasional perusahaan seperti penyewaan dan  pembangunan gedung serta membayar gaji karyawan.

&quot;Kami investasi dalam bentuk deposito. Paling simpel itu. Lalu untuk  operasional, seperti bayar gaji, sewa gedung kayak gitu. Dan itu Rp 2,5  triliun nggak boleh habis sampai nanti benar benar beroperasi.  Beroperasinya menunggu PP (Peraturan Pemerintah) dan PMK (Peraturan  Menteri Keuangan) selesai,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
