<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dengan Omnibus Law Ciptaker, Jokowi: Kita Ingin Melayani Investor Secepatnya   </title><description>&quot;Kita ingin kecepatan, sehingga diperlukan sebuah harmonisasi undang-undang sehingga muncul kecepatan pelayanan,&quot; ujar Jokowi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/13/20/2167897/dengan-omnibus-law-ciptaker-jokowi-kita-ingin-melayani-investor-secepatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/13/20/2167897/dengan-omnibus-law-ciptaker-jokowi-kita-ingin-melayani-investor-secepatnya"/><item><title>Dengan Omnibus Law Ciptaker, Jokowi: Kita Ingin Melayani Investor Secepatnya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/13/20/2167897/dengan-omnibus-law-ciptaker-jokowi-kita-ingin-melayani-investor-secepatnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/13/20/2167897/dengan-omnibus-law-ciptaker-jokowi-kita-ingin-melayani-investor-secepatnya</guid><pubDate>Kamis 13 Februari 2020 15:11 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/13/20/2167897/dengan-omnibus-law-ciptaker-jokowi-kita-ingin-melayani-investor-secepatnya-gcv8C7UODD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Dok. OJK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/13/20/2167897/dengan-omnibus-law-ciptaker-jokowi-kita-ingin-melayani-investor-secepatnya-gcv8C7UODD.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Dok. OJK)</title></images><description> 
JAKARTA - Pemerintah sudah menyerahkan Draft dan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RUU ini pun akan segera dibahas di masing-masing komisi terkait.
Kepala Negara mengungkapkan apa maksud dan tujuan Omnibus Law tersebut. Jokowi mengatakan, Indonesia perlu merespons perubahan-perubahan dunia. Maka dari itu, salah satu yang harus dilakukan adalah menyederhanakan perizinan dan birokrasi yang selama ini menghambat.
Baca Juga: Ketua DPR: RUU Ciptaker Dibahas di 7 Komisi
&quot;Kita ingin kecepatan, sehingga diperlukan sebuah harmonisasi undang-undang sehingga muncul kecepatan pelayanan, muncul kecepatan dalam membuat kebijakan, sehingga Indonesia akan bisa lebih cepat dalam merespon perubahan-perubahan dunia yang ada,&quot; tuturnya, dikutip dari wawancara dengan BBC Indonesia, Kamis (13/2/2020).
Dengan penyederhanaan izin tersebut, Jokowi mau jumlah investasi di Indonesia terus meningkat. Hal ini akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang baru.
Baca Juga: Permudah Investor, Skema Pembebasan Lahan Dimasukkan dalam Omnibus Law Ciptaker
&quot;Kita ingin melayani investor secepat-cepatnya, baik investor lokal maupun investor dari negara lain, saya kira arahnya ke sana,&quot; tuturnya.
Selain itu, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, dalam periode kedua ini, pemerintah memfokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jadi dengan Omnibus Law Cipta Kerja, kualitas SDM ikut meningkat.
&quot;Tahun pertama fokus di infrastruktur, yang kedua akan konsentrasi di pembangunan SDM,&quot; tuturnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pemerintah sudah menyerahkan Draft dan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RUU ini pun akan segera dibahas di masing-masing komisi terkait.
Kepala Negara mengungkapkan apa maksud dan tujuan Omnibus Law tersebut. Jokowi mengatakan, Indonesia perlu merespons perubahan-perubahan dunia. Maka dari itu, salah satu yang harus dilakukan adalah menyederhanakan perizinan dan birokrasi yang selama ini menghambat.
Baca Juga: Ketua DPR: RUU Ciptaker Dibahas di 7 Komisi
&quot;Kita ingin kecepatan, sehingga diperlukan sebuah harmonisasi undang-undang sehingga muncul kecepatan pelayanan, muncul kecepatan dalam membuat kebijakan, sehingga Indonesia akan bisa lebih cepat dalam merespon perubahan-perubahan dunia yang ada,&quot; tuturnya, dikutip dari wawancara dengan BBC Indonesia, Kamis (13/2/2020).
Dengan penyederhanaan izin tersebut, Jokowi mau jumlah investasi di Indonesia terus meningkat. Hal ini akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang baru.
Baca Juga: Permudah Investor, Skema Pembebasan Lahan Dimasukkan dalam Omnibus Law Ciptaker
&quot;Kita ingin melayani investor secepat-cepatnya, baik investor lokal maupun investor dari negara lain, saya kira arahnya ke sana,&quot; tuturnya.
Selain itu, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, dalam periode kedua ini, pemerintah memfokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jadi dengan Omnibus Law Cipta Kerja, kualitas SDM ikut meningkat.
&quot;Tahun pertama fokus di infrastruktur, yang kedua akan konsentrasi di pembangunan SDM,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
