<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street 'Sakit' Lagi Terserang Virus Korona</title><description>Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/14/278/2168242/wall-street-sakit-lagi-terserang-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/14/278/2168242/wall-street-sakit-lagi-terserang-virus-korona"/><item><title>Wall Street 'Sakit' Lagi Terserang Virus Korona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/14/278/2168242/wall-street-sakit-lagi-terserang-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/14/278/2168242/wall-street-sakit-lagi-terserang-virus-korona</guid><pubDate>Jum'at 14 Februari 2020 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/14/278/2168242/wall-street-sakit-lagi-terserang-virus-korona-gioeSe765o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Melemah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/14/278/2168242/wall-street-sakit-lagi-terserang-virus-korona-gioeSe765o.jpg</image><title>Wall Street Melemah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi karena kekhawatiran virus korona atau corona virus (Covid-19) meningkat lagi.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Anjlok di Tengah Kekhawatiran Kasus Virus Korona
Selain kekhawatiran investor akan virus korona, Wall Street juga terkena sentimen laporan pendapatan emiten yang beragam.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (14/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,11 poin atau 0,43%, menjadi 29.423,31, indeks S&amp;amp;P 500 turun 5,51 poin atau 0,16% menjadi 3.373,94 dan indeks Nasdaq Composite turun 13,99 poin, atau 0,14% menjadi 9.711,97.

Tercatat, saham teknologi memimpin pelemahan tiga indeks utama bursa saham AS dengan saham-saham blue chip di indeks Dow mengalami kerugian paling besar.
&amp;nbsp;
Harapan bahwa epidemi virus korona bisa semakin berkurang menjadi  suram ketika adanya lonjakan kematian dengan 242 tambahan yang membuat  korban virus korona menjadi 1.367 orang. Selain itu, ribuan lainnya  didiagnosis terkena virus korona karena metodologi pengujian baru.

Namun, masih ada sedikit optimisme dari pernyataan direktur  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). &quot;Kita tidak melihat peningkatan  dramatis dalam kasus (virus korona) di luar China,&quot; katanya.

&quot;Pada hari seperti ini investor hanya harus mengambil langkah dengan  tenang,&quot; kata ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment  Management di Minneapolis, Charlie Ripley.

Sementara itu, dalam laporan ekonomi kepada Kongres awal pekan ini,  Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral menilai  risiko virus corona dan ancaman potensial lainnya, menunjukkan setiap  perubahan pada kebijakan akomodatifnya tidak mungkin tahun ini.</description><content:encoded>NEW YORK - Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi karena kekhawatiran virus korona atau corona virus (Covid-19) meningkat lagi.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Anjlok di Tengah Kekhawatiran Kasus Virus Korona
Selain kekhawatiran investor akan virus korona, Wall Street juga terkena sentimen laporan pendapatan emiten yang beragam.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (14/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,11 poin atau 0,43%, menjadi 29.423,31, indeks S&amp;amp;P 500 turun 5,51 poin atau 0,16% menjadi 3.373,94 dan indeks Nasdaq Composite turun 13,99 poin, atau 0,14% menjadi 9.711,97.

Tercatat, saham teknologi memimpin pelemahan tiga indeks utama bursa saham AS dengan saham-saham blue chip di indeks Dow mengalami kerugian paling besar.
&amp;nbsp;
Harapan bahwa epidemi virus korona bisa semakin berkurang menjadi  suram ketika adanya lonjakan kematian dengan 242 tambahan yang membuat  korban virus korona menjadi 1.367 orang. Selain itu, ribuan lainnya  didiagnosis terkena virus korona karena metodologi pengujian baru.

Namun, masih ada sedikit optimisme dari pernyataan direktur  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). &quot;Kita tidak melihat peningkatan  dramatis dalam kasus (virus korona) di luar China,&quot; katanya.

&quot;Pada hari seperti ini investor hanya harus mengambil langkah dengan  tenang,&quot; kata ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment  Management di Minneapolis, Charlie Ripley.

Sementara itu, dalam laporan ekonomi kepada Kongres awal pekan ini,  Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral menilai  risiko virus corona dan ancaman potensial lainnya, menunjukkan setiap  perubahan pada kebijakan akomodatifnya tidak mungkin tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
