<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Virus Korona, Bikin Harga Babi Naik hingga Sektor Pariwisata Tertekan</title><description>Merebaknya virus Covid-19 membuat beberapa perusahaan industri elektronik ditutup, harga pangan meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168392/fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168392/fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan"/><item><title>Fakta Virus Korona, Bikin Harga Babi Naik hingga Sektor Pariwisata Tertekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168392/fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168392/fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan</guid><pubDate>Sabtu 15 Februari 2020 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/14/320/2168392/fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan-dgxvVBe8Q5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/14/320/2168392/fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan-dgxvVBe8Q5.JPG</image><title>Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Merebaknya virus Covid-19 membuat beberapa perusahaan industri elektronik ditutup, harga pangan meningkat, harga daging babi naik, harga emas naik dan beberapa sektor lainnya. Karantina dan langkah-langkah lain yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit di China dapat terus mengganggu manufaktur elektronik hingga memasuki musim liburan 2020. Bahkan jika pabrik-pabrik dengan cepat kembali ke produksi
Berikut Okezone telah mengumpulkan fakta-fakta terkini virus korona, Sabtu (15/2/2020):
Baca Juga: Nasabahnya Terdampak Korona, Bank Ini Berikan Keringanan Pembayaran Pinjaman
 
1. Industri Mobil Global Menghadapi Resesi Berkepanjangan
Industri mobil global akan menghadapi resesi berkepanjangan setelah ditutupnya sebagian besar pabrik automotif di China. Hal ini menyusul upaya Pemerintah China untuk menekan penyebaran virus korona. Sebenarnya tekanan sudah terasa sejak penutupan pabrik mobil di seluruh China menyambut Tahun Baru Imlek. Tekanan ini ditandai dengan menurunnya penjualan selama dua tahun akibat hilangnya insentif pajak untuk mobil listrik dan ekonomi yang melambat.
&quot;Kami berasumsi konsumen akan cenderung menghindari pembelian mobil di toko-toko dealer sampai saat itu untuk mengurangi risiko penularan,&quot; ujar analis S&amp;amp;P Global Ratings dalam sebuah laporan, seperti dilansir dari CNN.
Merek mobil kenamaan dunia seperti Volkswagen (VLKAF), Toyota (TM), Daimler (DDAIF), General Motors (GM), Renault (RNLSY), Honda (HMC) dan Hyundai (HYMTF) yang banyak berinvestasi di China tentu akan merasakan dampak penutupan pabrik.
Baca Juga: Takut Pulang karena Virus Korona, 28 WN China Perpanjang Izin Tinggal di Manado 
 
2. Harga Daging Babi Naik 116%
Harga daging babi di China terpantau melonjak sebesar 116% sepanjang Januari 2020. Kenaikan ini termasuk signifikan karena pada Desember 2019 saja, harga daging babi sudah naik 97%. Kenaikan harga daging babi yang fantastis ini sejalan dengan harga pangan Negeri Tirai Bambu yang naik 20,6% pada awal 2020. Selain itu, harga daging babi ini juga juga mendorong inflasi menjadi 5,4%.
Sebagai informasi, harga daging babi di China telah meningkat karena penyaktit African Swine Fever (ASF), yang menewaskan sejumlah besar populasi babi. Permintaan daging babi juga biasanya akan meningkat menjelang Tahun Baru Imlek. Pada kesempatan yang sama, wabah virus corona yang berasal dari kota Wuhan, China ini memungkinkan telah menyebabkan beberapa gangguang dalam pasokan makanan.
&amp;ldquo;Tampaknya gangguan pasokan dan penimbunan makanan disebabkan oleh wabah virus corona sehingga menyebabkan harga pangan naik, bahkan setelah Tahun Baru China. Biasanya harga pangan memang tinggi saat Tahun Baru China, kemudian dengan sendirinya akan turun kembali,&amp;rdquo; ungkap Ekonomi Senior Tiongkok, Julian Evans-Pritchard.3. Industri Pariwisata Singapura Kehilangan Sebagaian Besar Wisatawan
Badan Otoritas Pariwisata Singapura memprediksi penurunan jumlah  wisatawan ke Singapura mencapai 25% hingga 30% imbas penyebaran virus  korona atau corona virus. Industri pariwisata Singapura harus siap untuk  dampak yang lebih buruk lagi dibandingkan SARS pada 2003.
Apalagi saat ini Singapura menaikkan status kewaspadaan virus korona  dari kuning menjadi oranye. Adapun warna oranye menandakan penyebaran  virus korona sangat serius dan berdampak luas pada kesehatan publik.
Tercatat, China menyumbang 20% wisatawan yang datang ke Singapura.  Lebih besar dibandingkan Indonesia dan India. Sementara itu, larangan  pemerintah China untuk keluar dan langkah Singapura yang melarang warga  negara China masuk telah menekan sumber pendapatan utama pada sektor  pariwisata.
&amp;ldquo;Kami memiliki lebih dari 1.600 pemandu wisata yang memandu dalam  bahasa Mandarin dan mata pencaharian mereka juga terganggu karena banyak  dari mereka adalah pekerja lepas,&amp;rdquo; kata Tan.
4. Harga Pangan Ikut Naik
Wabah virus Korona membuat harga bahan makanan di China mengalami  kenaikan. Hal ini menambah tekanan pada anggaran rumah tangga di negeri  tirai bambu tersebut.
Mengutip CNN Business, Jakarta, Selasa (11/2/2020), makanan menjadi  sepertiga pengeluaran konsumen China. Babi yang menjadi andalan di China  sudah di bawah tekanan karena penyakit yang menjangkit tersebut dan  membuat harganya meroket 116%.
Harga sayuran 17% lebih mahal. Barang-barang lain melihat harga  sederhana naik sebagai perbandingan, pbiaya erawatan kesehatan 2,3%  lebih mahal, sementara harga pakaian naik 0,6%.
5. Huawei dan Baidu Mulai Buka Kantornya
Beberapa perusahaan di China mulai beroperasi kembali, namun ada juga  perusahaan yang memperpanjang jadwal liburan pekerjannya sebagai  antisipasi penyebaran virus corona di negara tersebut. Huawei membuka  kembali kantor pusatnya di Shenzhen. Perusahaan pembuat smartphone  tersebut membuka kantor yang mempekerjakan sekira 40.000 orang. Hal ini  berdasarkan keputusan pemerintah setempat yang mengizinkan bisnis dibuka  kembali.
Perusahaan lain yang mengizinkan pekerja mereka kembali ke kantor,  tetapi dalam kondisi yang ketat yakni Baidu. Penyedia mesin pencari  teratas China, mengatakan membuka kembali kantornya, tetapi yang masuk  harus memenuhi persyaratan karantina, dan mereka hanya dapat kembali  bekerja setelah persetujuan.
Meski beberapa bisnis sudah kembali beroperasi dengan normal, Tencent  dan Alibaba memilih untuk memperpanjang waktu libur pekerjanya. Tencent  yang berbasis di Shenzhen, meminta stafnya bekerja dari rumah dan akan  terus melakukannya setidaknya selama dua minggu ke depan.
Raksasa e-commerce, Alibaba telah meminta karyawan untuk bekerja dari  rumah selama satu minggu lagi. Selain itu, pembuat drone DJI, juga  meminta karyawan untuk bekerja dari rumah sampai pemberitahuan lebih  lanjut.6. Bank Dunia Menawarkan Bantuan untuk Memerangi Epidemi Virus Korona
Bank Dunia (World Bank) menawarkan bantuan teknis kepada China untuk   memerangi epidemi virus korona. Akan tetapi bantuan ini bukan berupa   pinjaman baru, karena China memiliki cadangan devisa sebesar USD3,115   triliun pada Januari.
Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, pihaknya bekerja sama   dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu China, termasuk   menawarkan saran tentang darurat kesehatan global belum lama ini tetapi   pihaknya menegaskan tidak akan memberi bantuan keuangan apa pun karena   China memiliki sumber daya yang cukup.
&quot;Pikiran saya adalah bahwa kita semua berharap cara cepat untuk   mengatasi virus korona di China. Kami telah menawarkan bantuan teknis di   bidang kebijakan kesehatan, sanitasi dan penyakit.&amp;rdquo; ungkapnya seperti   dilansir CNBC, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
7. Belum Berdampak dari Sisi Batu Bara
Merebaknya virus Corona atau Covid-19 dalam sebulan terakhir belum   memberikan dampak signifikan pada sektor tambang Indonesia terutama   komoditas batu bara. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur   Jenderal Minyak dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono.
Kendati China pusat penyebaran Covid-19, merupakan tujuan ekspor   terbesar Indonesia, seluruh aktivitas investasi maupun operasional   komoditas batu bara masih berjalan normal. Apalagi ekspor selama ini   masih dijadikan sebagai kebutuhan energi pembangkit, bukan barang   industri. Kurang lebih 30% dari total produksi batu bara Indonesia   diekspor ke Negeri Tirai Bambu.
&quot;Virus korona kalau dari sisi batu bara mungkin belum (berdampak),   ini kan baru sebentar. Mungkin kalau kami lihat alasannya sebagai energi   bukan komoditas untuk industri,&quot; jelas Bambang seperti dikutip laman   ESDM, Jakarta, Kamis (13/2/2020).
8.Virus Korona jadi Ajang JD.com Untuk Tarik Pekerja
Virus korona membuat banyak perusahaan di China tutup sementara.   Pembatasan aktivitas di luar ruangan oleh pemerintah China menjadi salah   satu penyebabnya. Akibatnya, banyak pegawai yang tidak bekerja. Hal  ini  bisa berpengaruh pada roda ekonomi negara China. Untuk itu,  beberapa  perusahaan di China membuka kesempatan kerja bagi pegawai yang  terpaksa  menganggur sementara akibat virus korona. Salah satunya  adalah JD.com.  Perusahaan e-commerce terbesar di China ini berjanji  membuka lebih dari  20.000 lowongan kerja. JD membuka lowongan sebagai  pekerja gudang, kurir  hingga supir.
Dibukanya lowongan kerja ini untuk meminimalisir dampak virus korona   pada para pekerja di China. JD mengatakan beberapa posisi tersebut  hanya  bersifat sementara. Selain itu, Alibaba (BABA) juga mengumumkan  rencana  serupa minggu ini. Pada hari Senin lalu, Alibaba memperkenalkan  skema  &quot;pembagian karyawan&quot;. Skema ini memungkinkan mereka yang bekerja  di  perhotelan, makan malam, bioskop, department store dan berbagai  bisnis  lainnya bergabung sementara di perusahaan. Namun Alibaba tidak  menyebut  secara pasti jumlah lowongan yang akan dibuka.</description><content:encoded>JAKARTA - Merebaknya virus Covid-19 membuat beberapa perusahaan industri elektronik ditutup, harga pangan meningkat, harga daging babi naik, harga emas naik dan beberapa sektor lainnya. Karantina dan langkah-langkah lain yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit di China dapat terus mengganggu manufaktur elektronik hingga memasuki musim liburan 2020. Bahkan jika pabrik-pabrik dengan cepat kembali ke produksi
Berikut Okezone telah mengumpulkan fakta-fakta terkini virus korona, Sabtu (15/2/2020):
Baca Juga: Nasabahnya Terdampak Korona, Bank Ini Berikan Keringanan Pembayaran Pinjaman
 
1. Industri Mobil Global Menghadapi Resesi Berkepanjangan
Industri mobil global akan menghadapi resesi berkepanjangan setelah ditutupnya sebagian besar pabrik automotif di China. Hal ini menyusul upaya Pemerintah China untuk menekan penyebaran virus korona. Sebenarnya tekanan sudah terasa sejak penutupan pabrik mobil di seluruh China menyambut Tahun Baru Imlek. Tekanan ini ditandai dengan menurunnya penjualan selama dua tahun akibat hilangnya insentif pajak untuk mobil listrik dan ekonomi yang melambat.
&quot;Kami berasumsi konsumen akan cenderung menghindari pembelian mobil di toko-toko dealer sampai saat itu untuk mengurangi risiko penularan,&quot; ujar analis S&amp;amp;P Global Ratings dalam sebuah laporan, seperti dilansir dari CNN.
Merek mobil kenamaan dunia seperti Volkswagen (VLKAF), Toyota (TM), Daimler (DDAIF), General Motors (GM), Renault (RNLSY), Honda (HMC) dan Hyundai (HYMTF) yang banyak berinvestasi di China tentu akan merasakan dampak penutupan pabrik.
Baca Juga: Takut Pulang karena Virus Korona, 28 WN China Perpanjang Izin Tinggal di Manado 
 
2. Harga Daging Babi Naik 116%
Harga daging babi di China terpantau melonjak sebesar 116% sepanjang Januari 2020. Kenaikan ini termasuk signifikan karena pada Desember 2019 saja, harga daging babi sudah naik 97%. Kenaikan harga daging babi yang fantastis ini sejalan dengan harga pangan Negeri Tirai Bambu yang naik 20,6% pada awal 2020. Selain itu, harga daging babi ini juga juga mendorong inflasi menjadi 5,4%.
Sebagai informasi, harga daging babi di China telah meningkat karena penyaktit African Swine Fever (ASF), yang menewaskan sejumlah besar populasi babi. Permintaan daging babi juga biasanya akan meningkat menjelang Tahun Baru Imlek. Pada kesempatan yang sama, wabah virus corona yang berasal dari kota Wuhan, China ini memungkinkan telah menyebabkan beberapa gangguang dalam pasokan makanan.
&amp;ldquo;Tampaknya gangguan pasokan dan penimbunan makanan disebabkan oleh wabah virus corona sehingga menyebabkan harga pangan naik, bahkan setelah Tahun Baru China. Biasanya harga pangan memang tinggi saat Tahun Baru China, kemudian dengan sendirinya akan turun kembali,&amp;rdquo; ungkap Ekonomi Senior Tiongkok, Julian Evans-Pritchard.3. Industri Pariwisata Singapura Kehilangan Sebagaian Besar Wisatawan
Badan Otoritas Pariwisata Singapura memprediksi penurunan jumlah  wisatawan ke Singapura mencapai 25% hingga 30% imbas penyebaran virus  korona atau corona virus. Industri pariwisata Singapura harus siap untuk  dampak yang lebih buruk lagi dibandingkan SARS pada 2003.
Apalagi saat ini Singapura menaikkan status kewaspadaan virus korona  dari kuning menjadi oranye. Adapun warna oranye menandakan penyebaran  virus korona sangat serius dan berdampak luas pada kesehatan publik.
Tercatat, China menyumbang 20% wisatawan yang datang ke Singapura.  Lebih besar dibandingkan Indonesia dan India. Sementara itu, larangan  pemerintah China untuk keluar dan langkah Singapura yang melarang warga  negara China masuk telah menekan sumber pendapatan utama pada sektor  pariwisata.
&amp;ldquo;Kami memiliki lebih dari 1.600 pemandu wisata yang memandu dalam  bahasa Mandarin dan mata pencaharian mereka juga terganggu karena banyak  dari mereka adalah pekerja lepas,&amp;rdquo; kata Tan.
4. Harga Pangan Ikut Naik
Wabah virus Korona membuat harga bahan makanan di China mengalami  kenaikan. Hal ini menambah tekanan pada anggaran rumah tangga di negeri  tirai bambu tersebut.
Mengutip CNN Business, Jakarta, Selasa (11/2/2020), makanan menjadi  sepertiga pengeluaran konsumen China. Babi yang menjadi andalan di China  sudah di bawah tekanan karena penyakit yang menjangkit tersebut dan  membuat harganya meroket 116%.
Harga sayuran 17% lebih mahal. Barang-barang lain melihat harga  sederhana naik sebagai perbandingan, pbiaya erawatan kesehatan 2,3%  lebih mahal, sementara harga pakaian naik 0,6%.
5. Huawei dan Baidu Mulai Buka Kantornya
Beberapa perusahaan di China mulai beroperasi kembali, namun ada juga  perusahaan yang memperpanjang jadwal liburan pekerjannya sebagai  antisipasi penyebaran virus corona di negara tersebut. Huawei membuka  kembali kantor pusatnya di Shenzhen. Perusahaan pembuat smartphone  tersebut membuka kantor yang mempekerjakan sekira 40.000 orang. Hal ini  berdasarkan keputusan pemerintah setempat yang mengizinkan bisnis dibuka  kembali.
Perusahaan lain yang mengizinkan pekerja mereka kembali ke kantor,  tetapi dalam kondisi yang ketat yakni Baidu. Penyedia mesin pencari  teratas China, mengatakan membuka kembali kantornya, tetapi yang masuk  harus memenuhi persyaratan karantina, dan mereka hanya dapat kembali  bekerja setelah persetujuan.
Meski beberapa bisnis sudah kembali beroperasi dengan normal, Tencent  dan Alibaba memilih untuk memperpanjang waktu libur pekerjanya. Tencent  yang berbasis di Shenzhen, meminta stafnya bekerja dari rumah dan akan  terus melakukannya setidaknya selama dua minggu ke depan.
Raksasa e-commerce, Alibaba telah meminta karyawan untuk bekerja dari  rumah selama satu minggu lagi. Selain itu, pembuat drone DJI, juga  meminta karyawan untuk bekerja dari rumah sampai pemberitahuan lebih  lanjut.6. Bank Dunia Menawarkan Bantuan untuk Memerangi Epidemi Virus Korona
Bank Dunia (World Bank) menawarkan bantuan teknis kepada China untuk   memerangi epidemi virus korona. Akan tetapi bantuan ini bukan berupa   pinjaman baru, karena China memiliki cadangan devisa sebesar USD3,115   triliun pada Januari.
Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, pihaknya bekerja sama   dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu China, termasuk   menawarkan saran tentang darurat kesehatan global belum lama ini tetapi   pihaknya menegaskan tidak akan memberi bantuan keuangan apa pun karena   China memiliki sumber daya yang cukup.
&quot;Pikiran saya adalah bahwa kita semua berharap cara cepat untuk   mengatasi virus korona di China. Kami telah menawarkan bantuan teknis di   bidang kebijakan kesehatan, sanitasi dan penyakit.&amp;rdquo; ungkapnya seperti   dilansir CNBC, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
7. Belum Berdampak dari Sisi Batu Bara
Merebaknya virus Corona atau Covid-19 dalam sebulan terakhir belum   memberikan dampak signifikan pada sektor tambang Indonesia terutama   komoditas batu bara. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur   Jenderal Minyak dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono.
Kendati China pusat penyebaran Covid-19, merupakan tujuan ekspor   terbesar Indonesia, seluruh aktivitas investasi maupun operasional   komoditas batu bara masih berjalan normal. Apalagi ekspor selama ini   masih dijadikan sebagai kebutuhan energi pembangkit, bukan barang   industri. Kurang lebih 30% dari total produksi batu bara Indonesia   diekspor ke Negeri Tirai Bambu.
&quot;Virus korona kalau dari sisi batu bara mungkin belum (berdampak),   ini kan baru sebentar. Mungkin kalau kami lihat alasannya sebagai energi   bukan komoditas untuk industri,&quot; jelas Bambang seperti dikutip laman   ESDM, Jakarta, Kamis (13/2/2020).
8.Virus Korona jadi Ajang JD.com Untuk Tarik Pekerja
Virus korona membuat banyak perusahaan di China tutup sementara.   Pembatasan aktivitas di luar ruangan oleh pemerintah China menjadi salah   satu penyebabnya. Akibatnya, banyak pegawai yang tidak bekerja. Hal  ini  bisa berpengaruh pada roda ekonomi negara China. Untuk itu,  beberapa  perusahaan di China membuka kesempatan kerja bagi pegawai yang  terpaksa  menganggur sementara akibat virus korona. Salah satunya  adalah JD.com.  Perusahaan e-commerce terbesar di China ini berjanji  membuka lebih dari  20.000 lowongan kerja. JD membuka lowongan sebagai  pekerja gudang, kurir  hingga supir.
Dibukanya lowongan kerja ini untuk meminimalisir dampak virus korona   pada para pekerja di China. JD mengatakan beberapa posisi tersebut  hanya  bersifat sementara. Selain itu, Alibaba (BABA) juga mengumumkan  rencana  serupa minggu ini. Pada hari Senin lalu, Alibaba memperkenalkan  skema  &quot;pembagian karyawan&quot;. Skema ini memungkinkan mereka yang bekerja  di  perhotelan, makan malam, bioskop, department store dan berbagai  bisnis  lainnya bergabung sementara di perusahaan. Namun Alibaba tidak  menyebut  secara pasti jumlah lowongan yang akan dibuka.</content:encoded></item></channel></rss>
