<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Seluk Beluk Usaha Tanaman Hias, Tidak Bisa Dijalani Sembarangan!</title><description>Banyak orang yang menyukai tanaman hias, terutama wanita.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168850/mengenal-seluk-beluk-usaha-tanaman-hias-tidak-bisa-dijalani-sembarangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168850/mengenal-seluk-beluk-usaha-tanaman-hias-tidak-bisa-dijalani-sembarangan"/><item><title>Mengenal Seluk Beluk Usaha Tanaman Hias, Tidak Bisa Dijalani Sembarangan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168850/mengenal-seluk-beluk-usaha-tanaman-hias-tidak-bisa-dijalani-sembarangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2168850/mengenal-seluk-beluk-usaha-tanaman-hias-tidak-bisa-dijalani-sembarangan</guid><pubDate>Sabtu 15 Februari 2020 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/15/320/2168850/mengenal-seluk-beluk-usaha-tanaman-hias-tidak-bisa-dijalani-sembarangan-z28UyHBDQr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanaman Hias (Foto: Netdoctor)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/15/320/2168850/mengenal-seluk-beluk-usaha-tanaman-hias-tidak-bisa-dijalani-sembarangan-z28UyHBDQr.jpg</image><title>Tanaman Hias (Foto: Netdoctor)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Banyak orang yang menyukai tanaman hias, terutama wanita. Walaupun trennya saat ini tengah memudar, tetapi tetap memiliki penggemar setianya yang jumlahnya tak sedikit. Tak heran, tanaman hias dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Tanaman hias tak hanya menjadi penyaluran hobi saja, namun menjadi komoditas dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, membuka usaha tanaman hias harus dijalankan dengan benar dan melalui perhitungan yang tepat agar mendapatkan keuntungan.
Jika ada yang berminat berbisnis tanaman hias, maka harus belajar strategi bisnis dan manajemen usaha ini. Dalam menjalankan bisnis harus memperhitungkan modal, faktor risiko, lokasi, pemilihan jenis tanaman yang akan diperdagangkan, dan strategi pemasaran dan promosinya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Beda Bisnis Kos-kosan dan Kontrakan, dari Dapur hingga Uang Sewa
Seperti dikutip dari buku &amp;lsquo;101++ Ide Jitu Peluang Usaha&amp;rsquo; karya Tim Gemini Writer yang terbit pada 2008, Jakarta, Sabtu (15/2/2020), lingkup bisnis tanaman hias adalah penjualan bibit tanaman, tanaman hias, dan sarana produksi pertanian (saprotan).
Adapun 4 kategori tanaman hias berdasarkan lingkup bisnisnya. Pertama, tanaman hias untuk kebutuhan lanskap taman, seperti aneka jenis rumput, semak, cemara, dan tanaman air. Kedua, tanaman hias dalam ruangan (indoor), seperti aglaonema, kuping gajah, dan palem hias. Ketiga, tanaman hias luar ruangan (outdoor), seperti krisan, aster, dan anggrek. Keempat, tanaman hias yang tidak termasuk 3 kategori di atas, seperti kaktus, paku-pakuan, dan aneka bonsai.
Biasanya dalam berbisnis tanaman hias berarti menjual bibit hingga tanaman hias kelompok tertentu atau lebih. Bahkan ada juga yang menjual sekaligus dengan saprotannya.
Baca Juga: Mau Bisnis Jus? Pemilihan Buah yang Paling Penting!
1.    Usaha Bibit Tanaman
Dalam penjualan bibit, bibit yang biasa ditawarkan adalah bibit tanaman berbunga seperti anggrek, bibit tanaman berdaun indah seperti aglaonema, serta beberapa bibit sayur-sayuran dan buah-buahan. Para pelaku pembibitan disebut dengan breeder.
Sebelum memulai bisnis bibit tanaman, dipastikan harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seputar tanaman hias. Pebisnis harus memiliki keahlian dan pengetahuan mengenai cara memperbanyak tanaman, tren tentang tanaman, dan jenis-jenis media tanam yang sesuai dengan bibit. Pebisnis juga harus tekun dan sabar.
Tak perlu banyak pengeluaran untuk memulai usaha ini. Modal yang diperlukan yaitu sebidang tanah (di halaman rumah bisa), aneka bibit tanaman, rak atau lemari kaca, katalog mengenai bibit tanaman yang akan dijual, dan kartu nama.
2.    Usaha Tanaman Hias
Dalam menjual tanaman hias, tanaman yang bisa ditawarkan adalah  tanaman hias bunga atau daun. Biasanya yang dijual seperti jenis  adenium, aglaonema, euphorbia, anthurium, anggrek, begonia, bonsai,  keladi hias, dan palem-paleman.
Ada banyak pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjual  tanaman hias. Yang pasti pebisnis harus mengetahui jenis-jenis tanaman  yang sedang tren, berbagai media tanam yang sesuai, cara memperbanyak  ranaman, cara merawatnya, dan jenis hama serta cara membasminya.  Pebisnis juga harus mengetahui cara menata tanaman hias secara menarik  dan karakteristik tanaman hias yang dijual.
Modal yang diperlukan dalam menjual tanaman hias yaitu aneka jenis  tanaman hias yang beragam, sebidang tanah, bermacam-macam pot, rak kayu  atau besi untuk memajang aneka tanaman hias pot, katalog mengenai  tanaman hias yang dijual, dan kartu nama.
3.    Usaha Sarana Produksi Pertanian (Saprotan)
Bisnis penjualan saprotan untuk tanaman hias ini sederhana, namun  menjanjikan dan dapat menjadi bisnis pendukung penjualan bibit dan  tanaman hias. Dalam berbisnis saprotan tanaman hias, bahan dan alat yang  mendukung seperti cangkul dan aneka gunting tanaman, aneka jenis pot,  media tanam, dan buku dan majalah pertanian.
Dalam berbisnis saprotan tanaman hias, pengetahuan dan keterampilan  yang dibutuhkan yaitu berbagai macan jenis saprotan dan kegunaannya,  tren tanaman hias dan medianya, tren pot tanaman, dan holtikultura.
Modal yang diperlukan dalam berbisnis ini yaitu aneka jenis saprotan  (lengkapi dengan label), sebidang tanah untuk memajang aneka pot ukuran  besar sampai humus, dan rak untuk memajang aneka ragam pot kecil dan  unik. Pebisnis juga harus menyiapkan lemari kaca dan kartu nama.
Agar sukses dalam menjalankan bisnis tanaman hias, harus dimulai  dengan kecintaan karena diperlukan ketekunan dalam menjalankannya.  Mulailah dengan pilihan bisnis skala kecil yang sederhana dan risiko  kecil. Jika perlu, bekerja samalah dengan koperasi, pengrajin  tradisional, atau produsen penghasil saprotan untuk mendapatkan produk  saprotan yang murah namun berkualitas.
Jika ingin berjualan tanaman hias, kunci keberhasilannya yaitu  ketepatan dalam memilih produk. Buatlah nama usaha yang sederhana tetapi  mudah diingat yang berhubungan dengan tanaman. Jika usaha mulai  berjalan, mulailah melirik peluang usaha lain, seperti pembuatan tanam  dan kolam.
Pebisnis harus meningkatkan wawasan mengenai tanaman hias untuk  mengetahui tren yang sedang berlangsung dan sarananya. Jika ada  kesempatan belajar untuk menjadi breeder bisa mengikutinya karena  profesi ini masih langka.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Banyak orang yang menyukai tanaman hias, terutama wanita. Walaupun trennya saat ini tengah memudar, tetapi tetap memiliki penggemar setianya yang jumlahnya tak sedikit. Tak heran, tanaman hias dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Tanaman hias tak hanya menjadi penyaluran hobi saja, namun menjadi komoditas dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, membuka usaha tanaman hias harus dijalankan dengan benar dan melalui perhitungan yang tepat agar mendapatkan keuntungan.
Jika ada yang berminat berbisnis tanaman hias, maka harus belajar strategi bisnis dan manajemen usaha ini. Dalam menjalankan bisnis harus memperhitungkan modal, faktor risiko, lokasi, pemilihan jenis tanaman yang akan diperdagangkan, dan strategi pemasaran dan promosinya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Beda Bisnis Kos-kosan dan Kontrakan, dari Dapur hingga Uang Sewa
Seperti dikutip dari buku &amp;lsquo;101++ Ide Jitu Peluang Usaha&amp;rsquo; karya Tim Gemini Writer yang terbit pada 2008, Jakarta, Sabtu (15/2/2020), lingkup bisnis tanaman hias adalah penjualan bibit tanaman, tanaman hias, dan sarana produksi pertanian (saprotan).
Adapun 4 kategori tanaman hias berdasarkan lingkup bisnisnya. Pertama, tanaman hias untuk kebutuhan lanskap taman, seperti aneka jenis rumput, semak, cemara, dan tanaman air. Kedua, tanaman hias dalam ruangan (indoor), seperti aglaonema, kuping gajah, dan palem hias. Ketiga, tanaman hias luar ruangan (outdoor), seperti krisan, aster, dan anggrek. Keempat, tanaman hias yang tidak termasuk 3 kategori di atas, seperti kaktus, paku-pakuan, dan aneka bonsai.
Biasanya dalam berbisnis tanaman hias berarti menjual bibit hingga tanaman hias kelompok tertentu atau lebih. Bahkan ada juga yang menjual sekaligus dengan saprotannya.
Baca Juga: Mau Bisnis Jus? Pemilihan Buah yang Paling Penting!
1.    Usaha Bibit Tanaman
Dalam penjualan bibit, bibit yang biasa ditawarkan adalah bibit tanaman berbunga seperti anggrek, bibit tanaman berdaun indah seperti aglaonema, serta beberapa bibit sayur-sayuran dan buah-buahan. Para pelaku pembibitan disebut dengan breeder.
Sebelum memulai bisnis bibit tanaman, dipastikan harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seputar tanaman hias. Pebisnis harus memiliki keahlian dan pengetahuan mengenai cara memperbanyak tanaman, tren tentang tanaman, dan jenis-jenis media tanam yang sesuai dengan bibit. Pebisnis juga harus tekun dan sabar.
Tak perlu banyak pengeluaran untuk memulai usaha ini. Modal yang diperlukan yaitu sebidang tanah (di halaman rumah bisa), aneka bibit tanaman, rak atau lemari kaca, katalog mengenai bibit tanaman yang akan dijual, dan kartu nama.
2.    Usaha Tanaman Hias
Dalam menjual tanaman hias, tanaman yang bisa ditawarkan adalah  tanaman hias bunga atau daun. Biasanya yang dijual seperti jenis  adenium, aglaonema, euphorbia, anthurium, anggrek, begonia, bonsai,  keladi hias, dan palem-paleman.
Ada banyak pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjual  tanaman hias. Yang pasti pebisnis harus mengetahui jenis-jenis tanaman  yang sedang tren, berbagai media tanam yang sesuai, cara memperbanyak  ranaman, cara merawatnya, dan jenis hama serta cara membasminya.  Pebisnis juga harus mengetahui cara menata tanaman hias secara menarik  dan karakteristik tanaman hias yang dijual.
Modal yang diperlukan dalam menjual tanaman hias yaitu aneka jenis  tanaman hias yang beragam, sebidang tanah, bermacam-macam pot, rak kayu  atau besi untuk memajang aneka tanaman hias pot, katalog mengenai  tanaman hias yang dijual, dan kartu nama.
3.    Usaha Sarana Produksi Pertanian (Saprotan)
Bisnis penjualan saprotan untuk tanaman hias ini sederhana, namun  menjanjikan dan dapat menjadi bisnis pendukung penjualan bibit dan  tanaman hias. Dalam berbisnis saprotan tanaman hias, bahan dan alat yang  mendukung seperti cangkul dan aneka gunting tanaman, aneka jenis pot,  media tanam, dan buku dan majalah pertanian.
Dalam berbisnis saprotan tanaman hias, pengetahuan dan keterampilan  yang dibutuhkan yaitu berbagai macan jenis saprotan dan kegunaannya,  tren tanaman hias dan medianya, tren pot tanaman, dan holtikultura.
Modal yang diperlukan dalam berbisnis ini yaitu aneka jenis saprotan  (lengkapi dengan label), sebidang tanah untuk memajang aneka pot ukuran  besar sampai humus, dan rak untuk memajang aneka ragam pot kecil dan  unik. Pebisnis juga harus menyiapkan lemari kaca dan kartu nama.
Agar sukses dalam menjalankan bisnis tanaman hias, harus dimulai  dengan kecintaan karena diperlukan ketekunan dalam menjalankannya.  Mulailah dengan pilihan bisnis skala kecil yang sederhana dan risiko  kecil. Jika perlu, bekerja samalah dengan koperasi, pengrajin  tradisional, atau produsen penghasil saprotan untuk mendapatkan produk  saprotan yang murah namun berkualitas.
Jika ingin berjualan tanaman hias, kunci keberhasilannya yaitu  ketepatan dalam memilih produk. Buatlah nama usaha yang sederhana tetapi  mudah diingat yang berhubungan dengan tanaman. Jika usaha mulai  berjalan, mulailah melirik peluang usaha lain, seperti pembuatan tanam  dan kolam.
Pebisnis harus meningkatkan wawasan mengenai tanaman hias untuk  mengetahui tren yang sedang berlangsung dan sarananya. Jika ada  kesempatan belajar untuk menjadi breeder bisa mengikutinya karena  profesi ini masih langka.</content:encoded></item></channel></rss>
