<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara BI Amankan Utang Luar Negeri Indonesia</title><description>Bank Indonesia terus menjaga struktur Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tetap sehat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/20/2169593/ini-cara-bi-amankan-utang-luar-negeri-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/20/2169593/ini-cara-bi-amankan-utang-luar-negeri-indonesia"/><item><title>Ini Cara BI Amankan Utang Luar Negeri Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/20/2169593/ini-cara-bi-amankan-utang-luar-negeri-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/20/2169593/ini-cara-bi-amankan-utang-luar-negeri-indonesia</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/20/2169593/ini-cara-bi-amankan-utang-luar-negeri-indonesia-K8pFukxlJN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/20/2169593/ini-cara-bi-amankan-utang-luar-negeri-indonesia-K8pFukxlJN.jpg</image><title>Bank Indonesia (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia terus menjaga struktur Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tetap sehat. Hal ini setelah ULN tumbuh melambat 7,7% sebesar USD404,3 miliar di kuartal IV-2019.
Mengutip Website BI, Jakarta, Senin (17/2/2020), dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Hal ini didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Catat Utang Luar Negeri Pemerintah Lebih Besar dari Swasta di Akhir 2019
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan. Di mana, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Apalagi, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV-2019 sebesar 36,1%. Rasio tersebut relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri Tumbuh Melambat, BI: Struktur Tetap Sehat
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,3% dari total ULN.
Sebelumnya, Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2019 tercatat sebesar USD404,3 miliar. Terdiri dari utang sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD202,9 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD201,4 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia terus menjaga struktur Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tetap sehat. Hal ini setelah ULN tumbuh melambat 7,7% sebesar USD404,3 miliar di kuartal IV-2019.
Mengutip Website BI, Jakarta, Senin (17/2/2020), dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Hal ini didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Catat Utang Luar Negeri Pemerintah Lebih Besar dari Swasta di Akhir 2019
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan. Di mana, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Apalagi, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV-2019 sebesar 36,1%. Rasio tersebut relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri Tumbuh Melambat, BI: Struktur Tetap Sehat
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,3% dari total ULN.
Sebelumnya, Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2019 tercatat sebesar USD404,3 miliar. Terdiri dari utang sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD202,9 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD201,4 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
