<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Karmaka Surjaudaja Terjun Jadi Bankir saat Terjadi Sanering</title><description>Pendiri PT Bank OCBC NISP Tbk Karmaka Surjaudaja meninggal dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/278/2169876/cerita-karmaka-surjaudaja-terjun-jadi-bankir-saat-terjadi-sanering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/278/2169876/cerita-karmaka-surjaudaja-terjun-jadi-bankir-saat-terjadi-sanering"/><item><title>Cerita Karmaka Surjaudaja Terjun Jadi Bankir saat Terjadi Sanering</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/278/2169876/cerita-karmaka-surjaudaja-terjun-jadi-bankir-saat-terjadi-sanering</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/278/2169876/cerita-karmaka-surjaudaja-terjun-jadi-bankir-saat-terjadi-sanering</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/278/2169876/cerita-karmaka-surjaudaja-terjun-jadi-bankir-saat-terjadi-sanering-2L3OvrSKmZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karmaka Surjaudaja (Foto: Website OCBC NISP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/278/2169876/cerita-karmaka-surjaudaja-terjun-jadi-bankir-saat-terjadi-sanering-2L3OvrSKmZ.jpg</image><title>Karmaka Surjaudaja (Foto: Website OCBC NISP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Berita duka cita datang dari industri perbankan Indonesia.  Pendiri PT Bank OCBC NISP Tbk Karmaka Surjaudaja meninggal dunia.  Karmaka Surjaudaja atau Kwee Tjie Hoei meninggal di usia 85 tahun pada hari ini, Senin (17/2/2020) pukul 15.25.
Perjalanan Bank OCBC NISP tidak dapat dilepaskan dari nama Karmaka Surjaudaja. Beliau adalah sosok yang membuat Bank OCBC NISP berhasil melewati berbagai  tantangan  dalam  45  tahun  terakhir serta  membawa  Bank  OCBC  NISP  menjadi  seperti sekarang ini. Karmaka adalah tokoh dibalik budaya dan integritas perusahaan yang kuat. Tiada kata lain, Karmaka adalah tokoh yang paling dihormati.
Baca Juga: Pendiri Bank OCBC NISP Karmaka Surjaudaja Meninggal Dunia
Melansir website OCBC NISP, perjalanan  Karmaka  berawal  pada  awal  tahun 1963  ketika  Karmaka  dipercaya  sebagai  Direktur Operasional Bank yang pada mulanya didirikan oleh bapak mertuanya. Pada masa itu, Karmaka langsung terjun  mengelola  Bank dalam kondisi krisis ketika pemerintah mengambil kebijakan sanering dengan memotong nilai Rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Bank OCBC NISP berhasil melewati  krisis  pada  tahun  1968,  seiring  dengan pulihnya perekonomian Indonesia. Pada awal tahun 1990,  Karmaka  sebagai  Presiden  Direktur  memulai ekspansi Bank dengan membuka 22 cabang baru di seluruh Indonesia. Empat tahun kemudian, berbekal tekad untuk tumbuh dan membawa Bank menuju standar  yang  lebih  tinggi,  Beliau  menjual  20% kepemilikannya di Bank melalui penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).
Baca Juga: Gandeng BPJS Kesehatan, OCBC NISP Siapkan Pembiayaan Rp300 Miliar
Pada   tahun   1997,   Karmaka   mengalihkan kepemimpinannya  kepada  putranya,  Pramukti Surjaudaja  yang  saat  itu  sudah  menjabat  sebagai Managing  Director.  Belajar  dari  kebijaksanaan  dan pengalaman  Karmaka,  Pramukti  mengelola  Bank dengan baik dan sekali lagi berhasil melewati krisis finansial  pada  tahun  1998  (tanpa  memperoleh bantuan dari pemerintah). Untuk mewujudkan tujuan jangka  panjang  bank,  Karmaka  juga  mendorong kerjasama Bank OCBC NISP dengan bank regional/internasional yang kokoh dan OCBC Bank Singapura menjadi pilihan terbaik. Kerjasama ini akhirnya dimulai pada tahun 1997 melalui pendirian bank patungan, Bank  OCBC  NISP  (sekarang  Bank  OCBC  Indonesia).
Kerjasama ini terus ditingkatkan pada tahun 2004, ketika Bank OCBC membeli 22,5% kepemilikan saham di  Bank  OCBC  NISP.  Secara  bertahap,  OCBC  Bank meningkatkan  kepemilikannya  melalui  penawaran tender  dan  penawaran  saham  terbatas  kepada publik  pada  tahun  2005,  serta  beberapa  transaksi di pasar sekunder, yang menghasilkan kepemilikan saham sebesar 74,73% saat ini. Karmaka berada di belakang  keputusan  untuk  menjual  kepemilikan saham keluarga di Bank (sehingga kehilangan kontrol mayoritas  terhadap  bank),  suatu  tindakan  yang mengejutkan banyak pihak. Keputusan yang diambil saat itu sesungguhnya merupakan keputusan yang sulit baginya dan keluarganya, namun Beliau merasa hal  ini  harus  dilakukan  untuk  mewujudkan  Bank OCBC NISP menjadi salah satu bank  terkemuka di negara ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Berita duka cita datang dari industri perbankan Indonesia.  Pendiri PT Bank OCBC NISP Tbk Karmaka Surjaudaja meninggal dunia.  Karmaka Surjaudaja atau Kwee Tjie Hoei meninggal di usia 85 tahun pada hari ini, Senin (17/2/2020) pukul 15.25.
Perjalanan Bank OCBC NISP tidak dapat dilepaskan dari nama Karmaka Surjaudaja. Beliau adalah sosok yang membuat Bank OCBC NISP berhasil melewati berbagai  tantangan  dalam  45  tahun  terakhir serta  membawa  Bank  OCBC  NISP  menjadi  seperti sekarang ini. Karmaka adalah tokoh dibalik budaya dan integritas perusahaan yang kuat. Tiada kata lain, Karmaka adalah tokoh yang paling dihormati.
Baca Juga: Pendiri Bank OCBC NISP Karmaka Surjaudaja Meninggal Dunia
Melansir website OCBC NISP, perjalanan  Karmaka  berawal  pada  awal  tahun 1963  ketika  Karmaka  dipercaya  sebagai  Direktur Operasional Bank yang pada mulanya didirikan oleh bapak mertuanya. Pada masa itu, Karmaka langsung terjun  mengelola  Bank dalam kondisi krisis ketika pemerintah mengambil kebijakan sanering dengan memotong nilai Rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Bank OCBC NISP berhasil melewati  krisis  pada  tahun  1968,  seiring  dengan pulihnya perekonomian Indonesia. Pada awal tahun 1990,  Karmaka  sebagai  Presiden  Direktur  memulai ekspansi Bank dengan membuka 22 cabang baru di seluruh Indonesia. Empat tahun kemudian, berbekal tekad untuk tumbuh dan membawa Bank menuju standar  yang  lebih  tinggi,  Beliau  menjual  20% kepemilikannya di Bank melalui penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).
Baca Juga: Gandeng BPJS Kesehatan, OCBC NISP Siapkan Pembiayaan Rp300 Miliar
Pada   tahun   1997,   Karmaka   mengalihkan kepemimpinannya  kepada  putranya,  Pramukti Surjaudaja  yang  saat  itu  sudah  menjabat  sebagai Managing  Director.  Belajar  dari  kebijaksanaan  dan pengalaman  Karmaka,  Pramukti  mengelola  Bank dengan baik dan sekali lagi berhasil melewati krisis finansial  pada  tahun  1998  (tanpa  memperoleh bantuan dari pemerintah). Untuk mewujudkan tujuan jangka  panjang  bank,  Karmaka  juga  mendorong kerjasama Bank OCBC NISP dengan bank regional/internasional yang kokoh dan OCBC Bank Singapura menjadi pilihan terbaik. Kerjasama ini akhirnya dimulai pada tahun 1997 melalui pendirian bank patungan, Bank  OCBC  NISP  (sekarang  Bank  OCBC  Indonesia).
Kerjasama ini terus ditingkatkan pada tahun 2004, ketika Bank OCBC membeli 22,5% kepemilikan saham di  Bank  OCBC  NISP.  Secara  bertahap,  OCBC  Bank meningkatkan  kepemilikannya  melalui  penawaran tender  dan  penawaran  saham  terbatas  kepada publik  pada  tahun  2005,  serta  beberapa  transaksi di pasar sekunder, yang menghasilkan kepemilikan saham sebesar 74,73% saat ini. Karmaka berada di belakang  keputusan  untuk  menjual  kepemilikan saham keluarga di Bank (sehingga kehilangan kontrol mayoritas  terhadap  bank),  suatu  tindakan  yang mengejutkan banyak pihak. Keputusan yang diambil saat itu sesungguhnya merupakan keputusan yang sulit baginya dan keluarganya, namun Beliau merasa hal  ini  harus  dilakukan  untuk  mewujudkan  Bank OCBC NISP menjadi salah satu bank  terkemuka di negara ini.</content:encoded></item></channel></rss>
