<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BPS Warning Turunnya Impor Indonesia, Kenapa?</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor Indonesia pada Januari 2020 mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/320/2169794/bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/320/2169794/bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa"/><item><title>   BPS Warning Turunnya Impor Indonesia, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/320/2169794/bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/17/320/2169794/bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/320/2169794/bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa-AAwYrJAlAF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS soal Impor Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/320/2169794/bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa-AAwYrJAlAF.jpg</image><title>BPS soal Impor Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor Indonesia pada Januari 2020 mengalami penurunan. Tercatat angka impor pada Januari 2020 mencapai USD14,28 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan meskipun turun namun pemerintah diminta berhati-hati. Pasalnya turunnya impor bisa berdampak pada perlambatan gerak ekonomi Indonesia serta investasi.
Baca Juga: Awal Tahun 2020, Neraca Dagang Defisit hingga USD864 Juta
Apalagi, seluruh sektor impor justru mengalami penurunan. Misalnya saja impor bahan baku dan barang modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,35% dan 5,26% jika dibandingkan catatan pada Januari 2019 dengan nilai impor keduanya masing-masing USD10,58 miliar dan USD2,23 miliar.
Meski impor bahan baku dan barang modal mengalami penurunan pada Januari 2020, impor untuk barang konsumsi tercatat mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data BPS, impor barang konsumsi mencapai 20,26% secara tahunan senilai USD1,47 miliar.
Baca Juga: BPS Catat Impor Januari 2020 Turun 4,78% ke USD14,28 Miliar
&quot;Tadi saya bilang kita harus lebih waspada karena bahan baku dan barang modal turun,&quot; ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).Menurut Kecuk sapaan akrabnya, penurunan bahan baku bisa mempengaruhi  produksi industri bahan baku atau manufaktur yang bisa melambat. Pada  2019, saja industri manufaktur turun dari 4,27% menjadi 3,8%.
&quot;Kita perlu waspadai agar penurunan ini enggak pengaruhi industri  pengolahan karena kemarin terlihat manufaktur perlu diwaspadai,&quot;  jelasnya.
Sementara itu, untuk barang modal kata Kecuk, biasanya berupa  mesin-mesin industri yang menjadi cerminan gerak investasi dari berbagai  industri. Jika impornya turun, maka investasi bisa ikut anjlok dan bisa  berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
&quot;Barang modal itu mesin-mesin yang menjadi komponen investasi, karena  itu saya minta waspada kalau enggak akan pengaruh ke komponen PMTB,&quot;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor Indonesia pada Januari 2020 mengalami penurunan. Tercatat angka impor pada Januari 2020 mencapai USD14,28 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan meskipun turun namun pemerintah diminta berhati-hati. Pasalnya turunnya impor bisa berdampak pada perlambatan gerak ekonomi Indonesia serta investasi.
Baca Juga: Awal Tahun 2020, Neraca Dagang Defisit hingga USD864 Juta
Apalagi, seluruh sektor impor justru mengalami penurunan. Misalnya saja impor bahan baku dan barang modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,35% dan 5,26% jika dibandingkan catatan pada Januari 2019 dengan nilai impor keduanya masing-masing USD10,58 miliar dan USD2,23 miliar.
Meski impor bahan baku dan barang modal mengalami penurunan pada Januari 2020, impor untuk barang konsumsi tercatat mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data BPS, impor barang konsumsi mencapai 20,26% secara tahunan senilai USD1,47 miliar.
Baca Juga: BPS Catat Impor Januari 2020 Turun 4,78% ke USD14,28 Miliar
&quot;Tadi saya bilang kita harus lebih waspada karena bahan baku dan barang modal turun,&quot; ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).Menurut Kecuk sapaan akrabnya, penurunan bahan baku bisa mempengaruhi  produksi industri bahan baku atau manufaktur yang bisa melambat. Pada  2019, saja industri manufaktur turun dari 4,27% menjadi 3,8%.
&quot;Kita perlu waspadai agar penurunan ini enggak pengaruhi industri  pengolahan karena kemarin terlihat manufaktur perlu diwaspadai,&quot;  jelasnya.
Sementara itu, untuk barang modal kata Kecuk, biasanya berupa  mesin-mesin industri yang menjadi cerminan gerak investasi dari berbagai  industri. Jika impornya turun, maka investasi bisa ikut anjlok dan bisa  berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
&quot;Barang modal itu mesin-mesin yang menjadi komponen investasi, karena  itu saya minta waspada kalau enggak akan pengaruh ke komponen PMTB,&quot;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
