<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apple Prediksi Target Pendapatan Tak Tercapai akibat Virus Korona   </title><description>Apple memperkirakan pendapatan pada kuartal ini sebesar USD63 miliar hingga USD67 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/18/320/2170249/apple-prediksi-target-pendapatan-tak-tercapai-akibat-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/18/320/2170249/apple-prediksi-target-pendapatan-tak-tercapai-akibat-virus-korona"/><item><title>Apple Prediksi Target Pendapatan Tak Tercapai akibat Virus Korona   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/18/320/2170249/apple-prediksi-target-pendapatan-tak-tercapai-akibat-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/18/320/2170249/apple-prediksi-target-pendapatan-tak-tercapai-akibat-virus-korona</guid><pubDate>Selasa 18 Februari 2020 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/18/320/2170249/apple-prediksi-target-pendapatan-tak-tercapai-akibat-virus-korona-rG1epFLBIu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apple Merugi Akibat Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/18/320/2170249/apple-prediksi-target-pendapatan-tak-tercapai-akibat-virus-korona-rG1epFLBIu.jpg</image><title>Apple Merugi Akibat Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Apple Inc memperkirakan target pendapatan pada hingga Maret tidak akan capai target. Hal ini disebabkan meluasnya virus corona.
Sebelumnya, Apple memperkirakan pendapatan pada kuartal ini sebesar USD63 miliar hingga USD67 miliar. Namun karena ada virus corona  diperkirakan hanya mencapai USD62,4 miliar. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa (18/2/2020).
Baca Juga: Apple Jadi Perusahaan Paling Merugi karena Virus Korona?
Apple mengatakan bahwa pasokan untuk iPhone akan dibatasi sementara karena fasilitas manufaktur di China masih belum beroperasi pada kapasitas penuh. Selain itu, virus yang mengganggu operasi toko telah mempengaruhi penjualannya di China.
Wabah ini diperkirakan akan menambah tekanan pada ekonomi China. Analis juga memperkirakan bahwa virus tersebut dapat memangkas setengah permintaan smartphone di China.
Baca Juga: Dampak Virus Korona, Tesla Tutup Pabrik Barunya di Shanghai
Pada 14 Februari 2020, Apple kembali membuka 5 Apple Store di Beijing.  Sebelumnya, wabah virus korona yang melanda membuat Apple telah menutup seluruh tokonya di China. Apple Store di wilayah lain saat ini masih ditutup.
Dilansir dari laman Apple Insider, Sabtu (15/2/2020) meskipun sudah  mulai buka, aktivitas Apple Store di Beijing belum berjalan normal  seperti biasanya. Ada pembatasan jam operasi, sekitar setengah jam dari  biasanya. Setiap toko sekarang buka mulai pukul 11:00-18:00 waktu  setempat, sebelumnya toko buka dari jam 10: 00-22:00 waktu setempat.
Tidak hanya itu, Apple juga memberlakukan syarat untuk pengunjung,  dimana pengunjung harus melakukan pemeriksaan suhu untuk mencegah  penyebaran virus korona (COVID-19). Apple juga membatasi jumlah  pelanggan yang diizinkan di toko pada satu waktu.</description><content:encoded>JAKARTA - Apple Inc memperkirakan target pendapatan pada hingga Maret tidak akan capai target. Hal ini disebabkan meluasnya virus corona.
Sebelumnya, Apple memperkirakan pendapatan pada kuartal ini sebesar USD63 miliar hingga USD67 miliar. Namun karena ada virus corona  diperkirakan hanya mencapai USD62,4 miliar. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa (18/2/2020).
Baca Juga: Apple Jadi Perusahaan Paling Merugi karena Virus Korona?
Apple mengatakan bahwa pasokan untuk iPhone akan dibatasi sementara karena fasilitas manufaktur di China masih belum beroperasi pada kapasitas penuh. Selain itu, virus yang mengganggu operasi toko telah mempengaruhi penjualannya di China.
Wabah ini diperkirakan akan menambah tekanan pada ekonomi China. Analis juga memperkirakan bahwa virus tersebut dapat memangkas setengah permintaan smartphone di China.
Baca Juga: Dampak Virus Korona, Tesla Tutup Pabrik Barunya di Shanghai
Pada 14 Februari 2020, Apple kembali membuka 5 Apple Store di Beijing.  Sebelumnya, wabah virus korona yang melanda membuat Apple telah menutup seluruh tokonya di China. Apple Store di wilayah lain saat ini masih ditutup.
Dilansir dari laman Apple Insider, Sabtu (15/2/2020) meskipun sudah  mulai buka, aktivitas Apple Store di Beijing belum berjalan normal  seperti biasanya. Ada pembatasan jam operasi, sekitar setengah jam dari  biasanya. Setiap toko sekarang buka mulai pukul 11:00-18:00 waktu  setempat, sebelumnya toko buka dari jam 10: 00-22:00 waktu setempat.
Tidak hanya itu, Apple juga memberlakukan syarat untuk pengunjung,  dimana pengunjung harus melakukan pemeriksaan suhu untuk mencegah  penyebaran virus korona (COVID-19). Apple juga membatasi jumlah  pelanggan yang diizinkan di toko pada satu waktu.</content:encoded></item></channel></rss>
