<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Penerimaan Perpajakan di Januari Rp84,7 Triliun, Baru 4%</title><description>Kementerian Keuangan mencatat penerimaan perpajakan selama Januari 2020 mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/19/20/2171118/penerimaan-perpajakan-di-januari-rp84-7-triliun-baru-4</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/19/20/2171118/penerimaan-perpajakan-di-januari-rp84-7-triliun-baru-4"/><item><title>   Penerimaan Perpajakan di Januari Rp84,7 Triliun, Baru 4%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/19/20/2171118/penerimaan-perpajakan-di-januari-rp84-7-triliun-baru-4</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/19/20/2171118/penerimaan-perpajakan-di-januari-rp84-7-triliun-baru-4</guid><pubDate>Rabu 19 Februari 2020 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/19/20/2171118/penerimaan-perpajakan-di-januari-rp84-7-triliun-baru-4-9G6xUjugmy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/19/20/2171118/penerimaan-perpajakan-di-januari-rp84-7-triliun-baru-4-9G6xUjugmy.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan perpajakan selama Januari 2020 mengalami penurunan. Hal ini berpengaruh pada penerimaan negara secara keseluruhan.
Baca Juga: Penerimaan Cuma 84,4%, Kekurangan Pajak 2019 Capai Rp245,5 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak mengalami kontraksi hingga 6,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dikarenakan pelemahan ekonomi pada tahun 2019 yang berdampak pada korporasi

&amp;ldquo;Ini konsisten dengan yang disampaikan sebelumnya bahwa ada pelemahan ekonomi 2019 dan ini mulai terlihat pada PPh korporasi. Mereka korporasi mulai melakukan adjustment jumlah pajak mereka,&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani: Tugas Menarik Pajak Tidak Populer
Adapun pendapatan yang berasal dari penerimaan perpajakan mencapai Rp84,66 triliun atau baru sekitar 4,54% dari target APBN 2020. Angka ini turun 5,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp90 triliun.

&quot;Padahal pada  awal tahun 2019  capaian itu mencatatkan pertumbuhan 9,1%,&quot; jelasnya

Realisasi penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan dari pajak sebesar Rp80,22 triliun atau turun 6,86% dari tahun 2019 sebesar Rp86,31 triliun. Lalu realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp4,44 triliun atau 1,99% dari target APBN tahun 2020 tumbuh sebesar 13,5% dari tahun 2019 yang hanya sebesar Rp3,91 triliun.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencatat  realisasi sebesar Rp19,02 triliun atau 5,18% dari target APBN 2020.  Angka tersebut tumbuh 2,28% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang  hanya Rp18,6 triliun.

&quot;Penerimaan Pajak secara bruto ditopang oleh penerimaan dari Pajak  Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN &amp;amp;  PPnBM) dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Pajak Lainnya (PBB &amp;amp; Pajak  Lainnya),&quot; kata Sri Mulyani,

Adapun PPN &amp;amp; PPnBM mampu tumbuh 6,78% (yoy) meningkat  dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar 4,27%  (yoy). Demikian juga dengan PBB &amp;amp; Pajak Lainnya mampu tumbuh double  digit 29,79% (yoy) melonjak dibandingkan pertumbuhan di bulan Januari  tahun sebelumnya sebesar minus 5,58% (yoy).

Selain itu, penerimaan pajak juga ditopang oleh PPh Orang Pribadi  (OP) yang tumbuh sangat baik sebesar 18,33%. Hal ini menunjukkan tingkat  kepatuhan Wajib Pajak OP pasca tax amnesty yang masih baik.



</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan perpajakan selama Januari 2020 mengalami penurunan. Hal ini berpengaruh pada penerimaan negara secara keseluruhan.
Baca Juga: Penerimaan Cuma 84,4%, Kekurangan Pajak 2019 Capai Rp245,5 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak mengalami kontraksi hingga 6,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dikarenakan pelemahan ekonomi pada tahun 2019 yang berdampak pada korporasi

&amp;ldquo;Ini konsisten dengan yang disampaikan sebelumnya bahwa ada pelemahan ekonomi 2019 dan ini mulai terlihat pada PPh korporasi. Mereka korporasi mulai melakukan adjustment jumlah pajak mereka,&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani: Tugas Menarik Pajak Tidak Populer
Adapun pendapatan yang berasal dari penerimaan perpajakan mencapai Rp84,66 triliun atau baru sekitar 4,54% dari target APBN 2020. Angka ini turun 5,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp90 triliun.

&quot;Padahal pada  awal tahun 2019  capaian itu mencatatkan pertumbuhan 9,1%,&quot; jelasnya

Realisasi penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan dari pajak sebesar Rp80,22 triliun atau turun 6,86% dari tahun 2019 sebesar Rp86,31 triliun. Lalu realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp4,44 triliun atau 1,99% dari target APBN tahun 2020 tumbuh sebesar 13,5% dari tahun 2019 yang hanya sebesar Rp3,91 triliun.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencatat  realisasi sebesar Rp19,02 triliun atau 5,18% dari target APBN 2020.  Angka tersebut tumbuh 2,28% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang  hanya Rp18,6 triliun.

&quot;Penerimaan Pajak secara bruto ditopang oleh penerimaan dari Pajak  Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN &amp;amp;  PPnBM) dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Pajak Lainnya (PBB &amp;amp; Pajak  Lainnya),&quot; kata Sri Mulyani,

Adapun PPN &amp;amp; PPnBM mampu tumbuh 6,78% (yoy) meningkat  dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar 4,27%  (yoy). Demikian juga dengan PBB &amp;amp; Pajak Lainnya mampu tumbuh double  digit 29,79% (yoy) melonjak dibandingkan pertumbuhan di bulan Januari  tahun sebelumnya sebesar minus 5,58% (yoy).

Selain itu, penerimaan pajak juga ditopang oleh PPh Orang Pribadi  (OP) yang tumbuh sangat baik sebesar 18,33%. Hal ini menunjukkan tingkat  kepatuhan Wajib Pajak OP pasca tax amnesty yang masih baik.



</content:encoded></item></channel></rss>
