<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Soroti Penyaluran Kredit Perbankan yang Masih Minim</title><description>Bank Indonesia (BI) menyoroti masih rendahnya pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit pada Desember 2019 sebesar 6,08%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171496/bi-soroti-penyaluran-kredit-perbankan-yang-masih-minim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171496/bi-soroti-penyaluran-kredit-perbankan-yang-masih-minim"/><item><title>BI Soroti Penyaluran Kredit Perbankan yang Masih Minim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171496/bi-soroti-penyaluran-kredit-perbankan-yang-masih-minim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171496/bi-soroti-penyaluran-kredit-perbankan-yang-masih-minim</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2020 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/20/320/2171496/bi-soroti-penyaluran-kredit-perbankan-yang-masih-minim-cGXZQAWx7o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/20/320/2171496/bi-soroti-penyaluran-kredit-perbankan-yang-masih-minim-cGXZQAWx7o.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyoroti masih rendahnya pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit pada Desember 2019 sebesar 6,08% (yoy), yang menurun dari 7,05% (yoy) pada November 2019.
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 12% Tahun Ini?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga belum kuat dan tercatat sedikit menurun dari sebesar 6,72% (yoy) pada November 2019 menjadi 6,54% (yoy) pada Desember 2019.

&quot;Ke depan, fungsi intermediasi akan terus didorong sehingga dapat menopang momentum pertumbuhan ekonomi,&quot; jelas dia, Kamis (20/2/2020).
Baca Juga: Tumbuh Melambat, Penyaluran Kredit Kuartal I-2020 Lebih Ketat
Dia melanjutkan, kredit pada 2020 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 9%-11% sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kisaran 10%-12% sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020.

&quot;Pertumbuhan kredit 2021 diprakirakan kembali meningkat pada kisaran 10%-12% didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi,&quot; ungkap dia.
Sementara itu, DPK pada 2020 dan 2021 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 8%-10%.

&quot;Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang  akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga  dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi  intermediasi perbankan,&quot; jelas dia.

Sementara itu, stabilitas sistem keuangan tampaknya masih terjaga.  Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy  Ratio/CAR) perbankan Desember 2019 yang tinggi yakni 23,31%, dan rasio  kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni  2,53% (gross) atau 1,18% (net).

&quot;Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan terus menjadi perhatian,&quot; jelas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyoroti masih rendahnya pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit pada Desember 2019 sebesar 6,08% (yoy), yang menurun dari 7,05% (yoy) pada November 2019.
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 12% Tahun Ini?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga belum kuat dan tercatat sedikit menurun dari sebesar 6,72% (yoy) pada November 2019 menjadi 6,54% (yoy) pada Desember 2019.

&quot;Ke depan, fungsi intermediasi akan terus didorong sehingga dapat menopang momentum pertumbuhan ekonomi,&quot; jelas dia, Kamis (20/2/2020).
Baca Juga: Tumbuh Melambat, Penyaluran Kredit Kuartal I-2020 Lebih Ketat
Dia melanjutkan, kredit pada 2020 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 9%-11% sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kisaran 10%-12% sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020.

&quot;Pertumbuhan kredit 2021 diprakirakan kembali meningkat pada kisaran 10%-12% didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi,&quot; ungkap dia.
Sementara itu, DPK pada 2020 dan 2021 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 8%-10%.

&quot;Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang  akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga  dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi  intermediasi perbankan,&quot; jelas dia.

Sementara itu, stabilitas sistem keuangan tampaknya masih terjaga.  Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy  Ratio/CAR) perbankan Desember 2019 yang tinggi yakni 23,31%, dan rasio  kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni  2,53% (gross) atau 1,18% (net).

&quot;Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan terus menjadi perhatian,&quot; jelas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
