<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harta Karun! Cadangan Emas Ditemukan di Sumbawa</title><description>Deposit bijih tembaga-emas Onto ditemukan di wilayah Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171704/harta-karun-cadangan-emas-ditemukan-di-sumbawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171704/harta-karun-cadangan-emas-ditemukan-di-sumbawa"/><item><title>Harta Karun! Cadangan Emas Ditemukan di Sumbawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171704/harta-karun-cadangan-emas-ditemukan-di-sumbawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/20/320/2171704/harta-karun-cadangan-emas-ditemukan-di-sumbawa</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2020 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/20/320/2171704/harta-karun-cadangan-emas-ditemukan-di-sumbawa-om2uWC6KKo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tambang Emas (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/20/320/2171704/harta-karun-cadangan-emas-ditemukan-di-sumbawa-om2uWC6KKo.jpg</image><title>Tambang Emas (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Deposit bijih tembaga-emas Onto ditemukan di wilayah Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, setelah PT Sumbawa Timur Mining (STM) melakukan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah KK Proyek Hu'u sejak tahun 2010.
Baca Juga: Cadangan Emas Menipis, Antam Tak Tertarik Caplok Saham Nusa Halmahera
Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyebut bahwa penemuan ini menjadi titik penting bagi PT STM ke depannya, juga memberikan multiplier effect yang lebih besar pada tahap selanjutnya.


&quot;Saat ini proyek tersebut mempekerjakan hampir 600 karyawan termasuk kontraktor, dimana 70% di antaranya berasal dari lingkungan sekitar proyek eksplorasi,&quot; ungkap Agung seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Baca Juga: Cadangan Emas Indonesia Bakal Habis 28 Tahun Lagi
Selanjutnya, imbuh Agung, STM akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan kemenerusan kedalaman dari mineralisasi. &quot;Pastinya tenaga kerja setempat akan terus bertambah, meneruskan eksporasi, dan lebih-lebih nanti jika berlanjut ke fase eksploitasi,&quot; kata Agung.

STM merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu'u dan merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80%), anak perusahaan yang 100% sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk. (20%).

Deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013 dan sejak saat itu sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61.000 m) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.
Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per  Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76  miliar ton @ 0,93% tembaga dan 0,56 g/t emas serta total sumber daya  mineral tereka sebesar 0,96 miliar ton @ 0,87% tembaga dan 0,44 g/t  emas.

Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton @ 0,89% tembaga dan  0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di  sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton @ 0,20,7%  tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas.

&quot;Penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang  yang dimiliki Proyek Hu'u. Saat ini Proyek Hu'u berada pada tahap  eksplorasi, dan kami berharap dapat melanjutkan proyek ini dengan tujuan  untuk membangun sebuah operasi penambangan kelas dunia di Indonesia,&quot;  kata Presiden Direktur STM Bede Evans.

Perusahaan ini telah menyelesaikan negosiasi amandemen KK dengan  Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan  melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menentukan sumber daya dan  cadangan mineral di wilayah KK PT STM. Dengan Amandemen KK ini,  perusahaan akan memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi  penambangan block cave Proyek Hu'u.

</description><content:encoded>JAKARTA - Deposit bijih tembaga-emas Onto ditemukan di wilayah Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, setelah PT Sumbawa Timur Mining (STM) melakukan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah KK Proyek Hu'u sejak tahun 2010.
Baca Juga: Cadangan Emas Menipis, Antam Tak Tertarik Caplok Saham Nusa Halmahera
Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyebut bahwa penemuan ini menjadi titik penting bagi PT STM ke depannya, juga memberikan multiplier effect yang lebih besar pada tahap selanjutnya.


&quot;Saat ini proyek tersebut mempekerjakan hampir 600 karyawan termasuk kontraktor, dimana 70% di antaranya berasal dari lingkungan sekitar proyek eksplorasi,&quot; ungkap Agung seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Baca Juga: Cadangan Emas Indonesia Bakal Habis 28 Tahun Lagi
Selanjutnya, imbuh Agung, STM akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan kemenerusan kedalaman dari mineralisasi. &quot;Pastinya tenaga kerja setempat akan terus bertambah, meneruskan eksporasi, dan lebih-lebih nanti jika berlanjut ke fase eksploitasi,&quot; kata Agung.

STM merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu'u dan merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80%), anak perusahaan yang 100% sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk. (20%).

Deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013 dan sejak saat itu sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61.000 m) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.
Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per  Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76  miliar ton @ 0,93% tembaga dan 0,56 g/t emas serta total sumber daya  mineral tereka sebesar 0,96 miliar ton @ 0,87% tembaga dan 0,44 g/t  emas.

Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton @ 0,89% tembaga dan  0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di  sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton @ 0,20,7%  tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas.

&quot;Penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang  yang dimiliki Proyek Hu'u. Saat ini Proyek Hu'u berada pada tahap  eksplorasi, dan kami berharap dapat melanjutkan proyek ini dengan tujuan  untuk membangun sebuah operasi penambangan kelas dunia di Indonesia,&quot;  kata Presiden Direktur STM Bede Evans.

Perusahaan ini telah menyelesaikan negosiasi amandemen KK dengan  Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan  melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menentukan sumber daya dan  cadangan mineral di wilayah KK PT STM. Dengan Amandemen KK ini,  perusahaan akan memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi  penambangan block cave Proyek Hu'u.

</content:encoded></item></channel></rss>
