<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Jatuh Imbas Anjloknya Saham Microsoft hingga Amazon</title><description>Investor terkejut yang membuat saham-saham yang berada dalam indeks S&amp;amp;P 500 turun lebih dari 1%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/278/2171867/wall-street-jatuh-imbas-anjloknya-saham-microsoft-hingga-amazon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/278/2171867/wall-street-jatuh-imbas-anjloknya-saham-microsoft-hingga-amazon"/><item><title>Wall Street Jatuh Imbas Anjloknya Saham Microsoft hingga Amazon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/278/2171867/wall-street-jatuh-imbas-anjloknya-saham-microsoft-hingga-amazon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/278/2171867/wall-street-jatuh-imbas-anjloknya-saham-microsoft-hingga-amazon</guid><pubDate>Jum'at 21 Februari 2020 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/21/278/2171867/wall-street-jatuh-imbas-anjloknya-saham-microsoft-hingga-amazon-fcX7imOa1w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Melemah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/21/278/2171867/wall-street-jatuh-imbas-anjloknya-saham-microsoft-hingga-amazon-fcX7imOa1w.jpg</image><title>Wall Street Melemah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Kamis karena anjloknya saham perusahaan teknologi kelas berat. Hal ini setelah laporan kasus virus corona baru di China dan negara-negara lain mengintensifkan kekhawatiran tentang penyebaran dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Investor pun terkejut yang membuat saham-saham yang berada dalam indeks S&amp;amp;P 500 turun lebih dari 1%. Saham Microsoft Corp, Apple Inc dan Amazon.com Inc jatuh.
Baca Juga: Indeks S&amp;amp;P dan Nasdaq Naik ke Level Tertinggi Ditopang Kebijakan China
S&amp;amp;P 500 kehilangan 12,92 poin atau 0,38% menjadi 3.373,23. Dow Jones Industrial Average turun 128,05 poin, atau 0,44% menjadi 29.219,98. Nasdaq Composite turun 66,22 poin, atau 0,67% menjadi 9.750,97.
Beijing melaporkan 36 kasus baru terkait virus corona. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang potensi peningkatan infeksi di ibu kota China.
Baca Juga: Apple Prediksi Pendapatannya Turun, 2 Indeks Wall Street Anjlok
Laporan itu pun membuat investor semakin khawatir karena sebelumnya Jepang juga melaporkan dua kematian baru dan di Korea Selatan ada  peningkatan infeksi baru. Penelitian menunjukkan virus itu menyebar lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
&quot;Pertanyaan yang mendasari adalah ketidakpastian mengenai coronavirus dan apakah itu akan menyebar lebih lanjut dan berdampak pada kegiatan ekonomi global sebelum semuanya stabil dan akhirnya menjadi lebih baik,&quot; kata Direktur Eksekutif   RDM Financial Group Michael Sheldon, dilansir dari Reuters, Jumat (21/2/2020).
Sebenarnya pasar saham mendapatkan sentimen positif usai Bank Sentral  China melakukan pelonggaran kebijakan baru-baru ini. Musim pendapatan  kuartal keempat pun diprediksi jauh lebih baik dari perkiraan dan  berharap pelemahan  ekonomi akibat corona hanya jangka pendek.
Sementara itu, volume pertukaran AS  sebesar 8,36 miliar saham atau  naik dibandingkan dengan rata-rata 7,63 miliar untuk sesi penuh selama  20 hari perdagangan terakhir.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Kamis karena anjloknya saham perusahaan teknologi kelas berat. Hal ini setelah laporan kasus virus corona baru di China dan negara-negara lain mengintensifkan kekhawatiran tentang penyebaran dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Investor pun terkejut yang membuat saham-saham yang berada dalam indeks S&amp;amp;P 500 turun lebih dari 1%. Saham Microsoft Corp, Apple Inc dan Amazon.com Inc jatuh.
Baca Juga: Indeks S&amp;amp;P dan Nasdaq Naik ke Level Tertinggi Ditopang Kebijakan China
S&amp;amp;P 500 kehilangan 12,92 poin atau 0,38% menjadi 3.373,23. Dow Jones Industrial Average turun 128,05 poin, atau 0,44% menjadi 29.219,98. Nasdaq Composite turun 66,22 poin, atau 0,67% menjadi 9.750,97.
Beijing melaporkan 36 kasus baru terkait virus corona. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang potensi peningkatan infeksi di ibu kota China.
Baca Juga: Apple Prediksi Pendapatannya Turun, 2 Indeks Wall Street Anjlok
Laporan itu pun membuat investor semakin khawatir karena sebelumnya Jepang juga melaporkan dua kematian baru dan di Korea Selatan ada  peningkatan infeksi baru. Penelitian menunjukkan virus itu menyebar lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
&quot;Pertanyaan yang mendasari adalah ketidakpastian mengenai coronavirus dan apakah itu akan menyebar lebih lanjut dan berdampak pada kegiatan ekonomi global sebelum semuanya stabil dan akhirnya menjadi lebih baik,&quot; kata Direktur Eksekutif   RDM Financial Group Michael Sheldon, dilansir dari Reuters, Jumat (21/2/2020).
Sebenarnya pasar saham mendapatkan sentimen positif usai Bank Sentral  China melakukan pelonggaran kebijakan baru-baru ini. Musim pendapatan  kuartal keempat pun diprediksi jauh lebih baik dari perkiraan dan  berharap pelemahan  ekonomi akibat corona hanya jangka pendek.
Sementara itu, volume pertukaran AS  sebesar 8,36 miliar saham atau  naik dibandingkan dengan rata-rata 7,63 miliar untuk sesi penuh selama  20 hari perdagangan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
