<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Virus Korona Hambat Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung</title><description>Dampak wabah virus korona terhadap pembangunan kontruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172025/virus-korona-hambat-pembangunan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172025/virus-korona-hambat-pembangunan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung"/><item><title>   Virus Korona Hambat Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172025/virus-korona-hambat-pembangunan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172025/virus-korona-hambat-pembangunan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung</guid><pubDate>Jum'at 21 Februari 2020 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/21/320/2172025/virus-korona-hambat-pembangunan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-rFk7ovZLxU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/21/320/2172025/virus-korona-hambat-pembangunan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-rFk7ovZLxU.jpg</image><title>Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengakui adanya dampak wabah virus korona terhadap pembangunan kontruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, banyak pekerja asal China pada akhirnya tak bisa datang ke Indonesia.

&quot;Ini pengaruh korona, banyak tenaga yang pulang, ternyata level enggak hanya bawah, tapi juga di atasnya, manajemennya. keputusan kan harus cepat,&quot; ujarnya ditemui di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Baca Juga: KCIC&amp;lrm; Benarkan Pekerja Kontrak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Suspect Virus Korona
Dia menyatakan, sekitar 300 pekerja asal China yang terlibat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tertahan di negaranya. Semua pekerja itu berada di level manajer hingga konsultan.

Mereka kembali ke negara asalnya untuk memperingati Imlek, hingga akhirnya tak bisa datang ke Indonesia lantaran penerbangan dari dan ke China dilarang oleh pemerintah pada saat ini. Hal ini tak lepas dari upaya untuk menekan penyebaran virus korona yang berasal dari Wuhan, China.
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2021, KCIC Butuh 2.400 Pekerja Baru
&quot;Kami mesti tunggu keputusan pemerintah, kan penerbangan China juga ditutup. Bagaimana, kami mau datangkan (pekerja asal chiba) kalau ditutup (penerbangannya),&quot; imbuh dia.

Oleh sebab itu Chandra enggan mengungkapkan target dari penyelesaian  kontruksi pada tahun ini. Menurutnya, hingga saat ini progres konstruksi  kereta cepat itu sudah mencapai 45%.

Menurutnya, perusahaan akan tetap mendorong kontraktor untuk  melakukan pembangunan kontruksi di tengah kondisi saat ini. Pihaknya pun  telah meminta kontraktor untuk membuat rancangan yang sesuai terkait  kebutuhan pekerja hingga material yang banyak berasal dari China.

&quot;Sudut pandang mereka bentar lagi selesai.  Saya tekankan (ke  kontraktor), 'anda jangan pikir seperti itu, kayak SARS itu kan 6 bulan  juga baru selesai. Jadi kalau enggak dateng (pekerja asal China),  bagaimana caranya (mengatasi). Saya push kontraktor bikin plan  (perencanaan) sesuai dengan situasi saat ini,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengakui adanya dampak wabah virus korona terhadap pembangunan kontruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, banyak pekerja asal China pada akhirnya tak bisa datang ke Indonesia.

&quot;Ini pengaruh korona, banyak tenaga yang pulang, ternyata level enggak hanya bawah, tapi juga di atasnya, manajemennya. keputusan kan harus cepat,&quot; ujarnya ditemui di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Baca Juga: KCIC&amp;lrm; Benarkan Pekerja Kontrak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Suspect Virus Korona
Dia menyatakan, sekitar 300 pekerja asal China yang terlibat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tertahan di negaranya. Semua pekerja itu berada di level manajer hingga konsultan.

Mereka kembali ke negara asalnya untuk memperingati Imlek, hingga akhirnya tak bisa datang ke Indonesia lantaran penerbangan dari dan ke China dilarang oleh pemerintah pada saat ini. Hal ini tak lepas dari upaya untuk menekan penyebaran virus korona yang berasal dari Wuhan, China.
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2021, KCIC Butuh 2.400 Pekerja Baru
&quot;Kami mesti tunggu keputusan pemerintah, kan penerbangan China juga ditutup. Bagaimana, kami mau datangkan (pekerja asal chiba) kalau ditutup (penerbangannya),&quot; imbuh dia.

Oleh sebab itu Chandra enggan mengungkapkan target dari penyelesaian  kontruksi pada tahun ini. Menurutnya, hingga saat ini progres konstruksi  kereta cepat itu sudah mencapai 45%.

Menurutnya, perusahaan akan tetap mendorong kontraktor untuk  melakukan pembangunan kontruksi di tengah kondisi saat ini. Pihaknya pun  telah meminta kontraktor untuk membuat rancangan yang sesuai terkait  kebutuhan pekerja hingga material yang banyak berasal dari China.

&quot;Sudut pandang mereka bentar lagi selesai.  Saya tekankan (ke  kontraktor), 'anda jangan pikir seperti itu, kayak SARS itu kan 6 bulan  juga baru selesai. Jadi kalau enggak dateng (pekerja asal China),  bagaimana caranya (mengatasi). Saya push kontraktor bikin plan  (perencanaan) sesuai dengan situasi saat ini,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
