<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan APEC 2020 Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Asia Pasifik</title><description>Malaysia  yang  mengusung  tema &amp;ldquo;Optimizing Human Potential for a Future of Shared Prosperity&amp;rdquo; untuk pertemuan APEC tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172066/pertemuan-apec-2020-fokus-ke-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-pasifik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172066/pertemuan-apec-2020-fokus-ke-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-pasifik"/><item><title>Pertemuan APEC 2020 Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Asia Pasifik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172066/pertemuan-apec-2020-fokus-ke-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-pasifik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172066/pertemuan-apec-2020-fokus-ke-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-pasifik</guid><pubDate>Jum'at 21 Februari 2020 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/21/320/2172066/pertemuan-apec-2020-fokus-ke-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-pasifik-LcZqWftx8O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/21/320/2172066/pertemuan-apec-2020-fokus-ke-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-pasifik-LcZqWftx8O.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia  mendukung  inisiasi  Malaysia  yang  mengusung  tema &amp;ldquo;Optimizing Human Potential for a Future of Shared Prosperity&amp;rdquo; untuk pertemuan APEC tahun 2020. Tema ini mengandung ajakan bagi anggota Ekonomi APEC untuk fokus kembali pada tujuan fundamental  APEC  yaitu  mencapai  pertumbuhan  ekonomi  yang  berkelanjutan  dan  kesejahteraan bagi  masyarakat  di  Kawasan  Asia  Pasifik.
Tema  ini  diusulkan  Malaysia  sebagai  tuan  rumah penyelenggaraan APEC 2020. Hal   ini   disampaikan   Direktur   Perundingan   APEC   dan   Organisasi   Internasional   Kementerian Perdagangan  Antonius  Yudi  Triantoro  saat  menghadiri  pertemuan  pertama  Komite  Perdagangan dan Investasi APEC (CTI1) di Putrajaya, Malaysia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pengusaha se-Asia Pasifik Kumpul di Jakarta Bahas Ekonomi Dunia, Ini Hasilnya
&amp;ldquo;Indonesia  memandang  penting  kontribusi  APEC  untuk  mengatasi  ketidakpastian  dalam perekonomian dan perdagangan global saat ini. Kontribusi ini dapat dicapai dengan meningkatkan potensi  sumber  daya   manusia  untuk  kemakmuran  bersama  di  masa  depan.  Ekonomi  APEC diharapkan  dapat  menjadi  pilar  kestabilan  ekonomi  dunia  dengan  berfokus  pada  kerja  sama ekonomi   yang   adil   agar   seluruh   lapisan   masyarakat   dapat   berpartisipasi   dan   menikmati kesejahteraan ekonomi secara merata,&quot; jelas Yudi dilansir dari laman Kemendag, Jumat (21/2/2020).
Yudi  juga  menyampaikan,  setidaknya  ada  dua  hal  yang  menjadikan  tahun  keketuaan  Malaysia sangat penting. Pertama, target pencapaian Bogor Goals yang disepakati tahun 1994 akan berakhir pada 2020 sehingga ekonomi APEC perlu menyusun visi baru paska Bogor Goals. Kedua, pada dua tahun terakhir yaitu 2018 dan 2019, forum APEC gagal mencapai kesepakatan di tingkat pemimpin APEC untuk mengatasi berbagai tantangan global.
Baca Juga: Presiden Jokowi hingga Sri Mulyani Bakal Ramaikan Pertemuan APEC Business Advisory Council
&amp;ldquo;Sebagai tuan rumah, Malaysia menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu pencapaian target Bogor  Goals yang  masih  belum  sesuai  harapan, tidak  mudahnya merumuskan  visi  baru  APEC pasca-2020   yang   dapat   mengakomodasi kepentingan   seluruh   ekonomi   APEC,   dan   besarnya harapan dapat disepakatinya deklarasi bersama tingkat pimpinan APEC tahun ini,&amp;rdquo; tambah Yudi.Untuk itu, Indonesia turut mendukung tiga prioritas utama yang  diangkat Malaysia guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Pertama,  perbaikan narasi perdagangan dan investasi. APEC sebagai forum ekonomi   harus  dapat  mengembalikan  kepercayaan  (trust)  negara-negara  di   Asia  Pasifik  terhadap perdagangan, investasi, dan sistem perdagangan  multilateral secara inklusif dan berkelanjutan. Kedua,  mengurangi   kesenjangan  di  era digital  melalui penguatan  kapasitas  sumber  daya   manusia dalam  penguasaan  teknologi  digital,  mendorong  partisipasi   seluruh  lapisan  masyarakat  termasuk peningkatan peran wanita serta  mendukung perkembangan perusahaan rintisan digital.
Ketiga, perhatian terhadap kelestarian lingkungan dalam mendukung  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan   melalui   inovasi   pengelolaan    limbah   dan   pengembangan   energi   yang   ramah lingkungan.  Menurut  Yudi,  prioritas  tuan  rumah  Malaysia  dinilai  sejalan   dengan  hal-hal  yang  selama  ini diperjuangkan   Indonesia   pada    forum   APEC,   khususnya   pertumbuhan   ekonomi   inklusif   yang  menjamin   pemerataan   kesejahteraan   ekonomi   bagi   seluruh    lapisan   masyarakat. &quot;Dalam penyusunan  visi  APEC  pasca-2020,   Indonesia  terus  mendorong  agar  visi  APEC  mengedepankan inisiatif  yang mendukung pemberdayaan UMKM, pelaku bisnis perempuan, pembangunan  daerah pedesaan  dan  pengentasan  kemiskinan, serta  upaya   meningkatkan  daya  saing  sumber  daya manusia untuk mengurangi  kesenjangan digital,&amp;rdquo; imbuh Yudi.
Selain itu, lanjut Yudi, Indonesia juga berperan aktif sebagai negara  pelopor (champion economy) dalam mendukung implementasi cetak biru  (blueprint) APEC terkait rantai nilai global (GVC) untuk periode   2020-2025. &amp;ldquo;Peran aktif Indonesia ini  sesuai arahan Presiden  dalam   RPJMN  2020-2024 dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia, dari  ketergantungan pada sumber daya alam menjadi  ekonomi  yang  berdasar   pada  daya  saing  manufaktur  dan  jasa  modern  yang  bernilai tambah  tinggi. Indonesia juga  akan  bekerja sama dengan negara pelopor  lainnya,yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat, dalam merancang program  peningkatan kapasitas bagi Ekonomi APEC dalam mengambil manfaat lebih  dari GVC,&amp;rdquo; pungkas Yudi.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia  mendukung  inisiasi  Malaysia  yang  mengusung  tema &amp;ldquo;Optimizing Human Potential for a Future of Shared Prosperity&amp;rdquo; untuk pertemuan APEC tahun 2020. Tema ini mengandung ajakan bagi anggota Ekonomi APEC untuk fokus kembali pada tujuan fundamental  APEC  yaitu  mencapai  pertumbuhan  ekonomi  yang  berkelanjutan  dan  kesejahteraan bagi  masyarakat  di  Kawasan  Asia  Pasifik.
Tema  ini  diusulkan  Malaysia  sebagai  tuan  rumah penyelenggaraan APEC 2020. Hal   ini   disampaikan   Direktur   Perundingan   APEC   dan   Organisasi   Internasional   Kementerian Perdagangan  Antonius  Yudi  Triantoro  saat  menghadiri  pertemuan  pertama  Komite  Perdagangan dan Investasi APEC (CTI1) di Putrajaya, Malaysia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pengusaha se-Asia Pasifik Kumpul di Jakarta Bahas Ekonomi Dunia, Ini Hasilnya
&amp;ldquo;Indonesia  memandang  penting  kontribusi  APEC  untuk  mengatasi  ketidakpastian  dalam perekonomian dan perdagangan global saat ini. Kontribusi ini dapat dicapai dengan meningkatkan potensi  sumber  daya   manusia  untuk  kemakmuran  bersama  di  masa  depan.  Ekonomi  APEC diharapkan  dapat  menjadi  pilar  kestabilan  ekonomi  dunia  dengan  berfokus  pada  kerja  sama ekonomi   yang   adil   agar   seluruh   lapisan   masyarakat   dapat   berpartisipasi   dan   menikmati kesejahteraan ekonomi secara merata,&quot; jelas Yudi dilansir dari laman Kemendag, Jumat (21/2/2020).
Yudi  juga  menyampaikan,  setidaknya  ada  dua  hal  yang  menjadikan  tahun  keketuaan  Malaysia sangat penting. Pertama, target pencapaian Bogor Goals yang disepakati tahun 1994 akan berakhir pada 2020 sehingga ekonomi APEC perlu menyusun visi baru paska Bogor Goals. Kedua, pada dua tahun terakhir yaitu 2018 dan 2019, forum APEC gagal mencapai kesepakatan di tingkat pemimpin APEC untuk mengatasi berbagai tantangan global.
Baca Juga: Presiden Jokowi hingga Sri Mulyani Bakal Ramaikan Pertemuan APEC Business Advisory Council
&amp;ldquo;Sebagai tuan rumah, Malaysia menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu pencapaian target Bogor  Goals yang  masih  belum  sesuai  harapan, tidak  mudahnya merumuskan  visi  baru  APEC pasca-2020   yang   dapat   mengakomodasi kepentingan   seluruh   ekonomi   APEC,   dan   besarnya harapan dapat disepakatinya deklarasi bersama tingkat pimpinan APEC tahun ini,&amp;rdquo; tambah Yudi.Untuk itu, Indonesia turut mendukung tiga prioritas utama yang  diangkat Malaysia guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Pertama,  perbaikan narasi perdagangan dan investasi. APEC sebagai forum ekonomi   harus  dapat  mengembalikan  kepercayaan  (trust)  negara-negara  di   Asia  Pasifik  terhadap perdagangan, investasi, dan sistem perdagangan  multilateral secara inklusif dan berkelanjutan. Kedua,  mengurangi   kesenjangan  di  era digital  melalui penguatan  kapasitas  sumber  daya   manusia dalam  penguasaan  teknologi  digital,  mendorong  partisipasi   seluruh  lapisan  masyarakat  termasuk peningkatan peran wanita serta  mendukung perkembangan perusahaan rintisan digital.
Ketiga, perhatian terhadap kelestarian lingkungan dalam mendukung  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan   melalui   inovasi   pengelolaan    limbah   dan   pengembangan   energi   yang   ramah lingkungan.  Menurut  Yudi,  prioritas  tuan  rumah  Malaysia  dinilai  sejalan   dengan  hal-hal  yang  selama  ini diperjuangkan   Indonesia   pada    forum   APEC,   khususnya   pertumbuhan   ekonomi   inklusif   yang  menjamin   pemerataan   kesejahteraan   ekonomi   bagi   seluruh    lapisan   masyarakat. &quot;Dalam penyusunan  visi  APEC  pasca-2020,   Indonesia  terus  mendorong  agar  visi  APEC  mengedepankan inisiatif  yang mendukung pemberdayaan UMKM, pelaku bisnis perempuan, pembangunan  daerah pedesaan  dan  pengentasan  kemiskinan, serta  upaya   meningkatkan  daya  saing  sumber  daya manusia untuk mengurangi  kesenjangan digital,&amp;rdquo; imbuh Yudi.
Selain itu, lanjut Yudi, Indonesia juga berperan aktif sebagai negara  pelopor (champion economy) dalam mendukung implementasi cetak biru  (blueprint) APEC terkait rantai nilai global (GVC) untuk periode   2020-2025. &amp;ldquo;Peran aktif Indonesia ini  sesuai arahan Presiden  dalam   RPJMN  2020-2024 dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia, dari  ketergantungan pada sumber daya alam menjadi  ekonomi  yang  berdasar   pada  daya  saing  manufaktur  dan  jasa  modern  yang  bernilai tambah  tinggi. Indonesia juga  akan  bekerja sama dengan negara pelopor  lainnya,yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat, dalam merancang program  peningkatan kapasitas bagi Ekonomi APEC dalam mengambil manfaat lebih  dari GVC,&amp;rdquo; pungkas Yudi.</content:encoded></item></channel></rss>
