<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendag Kumpulkan Eksportir, Bahas Peluang Ekspor ke Australia</title><description>Kementerian   Perdagangan   menggelar   pertemuan   dengan   para   eksportir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172073/kemendag-kumpulkan-eksportir-bahas-peluang-ekspor-ke-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172073/kemendag-kumpulkan-eksportir-bahas-peluang-ekspor-ke-australia"/><item><title>Kemendag Kumpulkan Eksportir, Bahas Peluang Ekspor ke Australia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172073/kemendag-kumpulkan-eksportir-bahas-peluang-ekspor-ke-australia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/21/320/2172073/kemendag-kumpulkan-eksportir-bahas-peluang-ekspor-ke-australia</guid><pubDate>Jum'at 21 Februari 2020 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/21/320/2172073/kemendag-kumpulkan-eksportir-bahas-peluang-ekspor-ke-australia-K5fGVNJe1U.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/21/320/2172073/kemendag-kumpulkan-eksportir-bahas-peluang-ekspor-ke-australia-K5fGVNJe1U.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian   Perdagangan   menggelar   pertemuan   dengan   para   eksportir terutama  anggota  Customer  Service  Center  (CSC)  Direktorat  Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) di Jakarta. Direktur Jenderal PEN Dody Edward yang membuka secara resmi  acara  tersebut  mengatakan,  pertemuan  ini  akan  memberikan  semangat  dan  inspirasi  bagi seluruh eksportir yang hadir, juga Kemendag sendiri.
&amp;ldquo;Kami mengajak  para  perusahaan  anggota  CSC  untuk  memanfaatkan  pertemuan  ini  sebaik-baiknya.  Diharapkan,  melalui  pertemuan  ini  terjadi  komunikasi  yang  lebih  baik  dan  adanya pertukaran  ilmu  antara  para  pelaku  ekspor  yang  mempunyai  jejaring  yang  lebih  luas  dengan pelaku  ekspor  yang  pemula  atau  belum  memiliki  jaringan  yang  luas.  Dengan  demikian,  ekspor pengusaha  yang  masih  kurang  luas  jaringannya  dapat  terdorong  sehingga  mampu  berkontribusi untuk mewujudkan peningkatan kinerja ekspor nasional,&amp;rdquo; jelas Dody dilansir dari laman Kemendag, Jumat (21/2/2020).
Baca juga: Ekspor Salak Tembus Pasar Jerman hingga Inggris
Dody  melanjutkan,  pertemuan  ini    juga  berfungsi  sebagai  wadah  bagi  CSC  Membership  Services, Permanent Trade Display, serta para alumni pelatihan ekspor Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Ekspor  Indonesia  (BBPPEI)  untuk  berdialog,  berdiskusi,  bertukar  pikiran  dan  masukan,  serta berbagi informasi seputar kegiatan ekspor.
&amp;ldquo;Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai potensi produk, peluang pasar,  dan hal-hal lain terkait upaya peningkatan ekspor ke negara-negara yang sudah  memiliki  FTA/CEPA/EPA  dengan  Indonesia  seperti  Australia, terutama  setelah  Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diratifikasi oleh DPR RI pada 6 Februari 2020 lalu,&amp;rdquo;lanjut Dody.
Baca juga: Produk AC Diekspor ke Nigeria, Industri Elektronik Tembus Pasar Nontradisional
Terkait  IA-CEPA,  Dody  melanjutkan,  beberapa  poin  penting  yang  dapat  diambil  manfaatnya  bagi kedua  negara  meliputi  antara  lain  akses  pasar  bagi  perdagangan  barang,    perdagangan  jasa, investasi,   dan   kerjasama   ekonomi   lainnya,   yang   dapat   dimanfaatkan   lebih   jauh   untuk mengembangkan perekonomian Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian   Perdagangan   menggelar   pertemuan   dengan   para   eksportir terutama  anggota  Customer  Service  Center  (CSC)  Direktorat  Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) di Jakarta. Direktur Jenderal PEN Dody Edward yang membuka secara resmi  acara  tersebut  mengatakan,  pertemuan  ini  akan  memberikan  semangat  dan  inspirasi  bagi seluruh eksportir yang hadir, juga Kemendag sendiri.
&amp;ldquo;Kami mengajak  para  perusahaan  anggota  CSC  untuk  memanfaatkan  pertemuan  ini  sebaik-baiknya.  Diharapkan,  melalui  pertemuan  ini  terjadi  komunikasi  yang  lebih  baik  dan  adanya pertukaran  ilmu  antara  para  pelaku  ekspor  yang  mempunyai  jejaring  yang  lebih  luas  dengan pelaku  ekspor  yang  pemula  atau  belum  memiliki  jaringan  yang  luas.  Dengan  demikian,  ekspor pengusaha  yang  masih  kurang  luas  jaringannya  dapat  terdorong  sehingga  mampu  berkontribusi untuk mewujudkan peningkatan kinerja ekspor nasional,&amp;rdquo; jelas Dody dilansir dari laman Kemendag, Jumat (21/2/2020).
Baca juga: Ekspor Salak Tembus Pasar Jerman hingga Inggris
Dody  melanjutkan,  pertemuan  ini    juga  berfungsi  sebagai  wadah  bagi  CSC  Membership  Services, Permanent Trade Display, serta para alumni pelatihan ekspor Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Ekspor  Indonesia  (BBPPEI)  untuk  berdialog,  berdiskusi,  bertukar  pikiran  dan  masukan,  serta berbagi informasi seputar kegiatan ekspor.
&amp;ldquo;Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai potensi produk, peluang pasar,  dan hal-hal lain terkait upaya peningkatan ekspor ke negara-negara yang sudah  memiliki  FTA/CEPA/EPA  dengan  Indonesia  seperti  Australia, terutama  setelah  Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diratifikasi oleh DPR RI pada 6 Februari 2020 lalu,&amp;rdquo;lanjut Dody.
Baca juga: Produk AC Diekspor ke Nigeria, Industri Elektronik Tembus Pasar Nontradisional
Terkait  IA-CEPA,  Dody  melanjutkan,  beberapa  poin  penting  yang  dapat  diambil  manfaatnya  bagi kedua  negara  meliputi  antara  lain  akses  pasar  bagi  perdagangan  barang,    perdagangan  jasa, investasi,   dan   kerjasama   ekonomi   lainnya,   yang   dapat   dimanfaatkan   lebih   jauh   untuk mengembangkan perekonomian Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
