<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Kinerja APBN di Awal 2020, Penerimaan Negara Baru 4,6%</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan kinerja Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) bulan Januari tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/22/20/2172089/fakta-kinerja-apbn-di-awal-2020-penerimaan-negara-baru-4-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/22/20/2172089/fakta-kinerja-apbn-di-awal-2020-penerimaan-negara-baru-4-6"/><item><title>Fakta Kinerja APBN di Awal 2020, Penerimaan Negara Baru 4,6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/22/20/2172089/fakta-kinerja-apbn-di-awal-2020-penerimaan-negara-baru-4-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/22/20/2172089/fakta-kinerja-apbn-di-awal-2020-penerimaan-negara-baru-4-6</guid><pubDate>Sabtu 22 Februari 2020 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/21/20/2172089/fakta-kinerja-apbn-di-awal-2020-penerimaan-negara-baru-4-6-2weQcTnMSx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">APBN (Situs Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/21/20/2172089/fakta-kinerja-apbn-di-awal-2020-penerimaan-negara-baru-4-6-2weQcTnMSx.jpg</image><title>APBN (Situs Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan kinerja Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) bulan Januari tahun 2020. Kinerja APBN 2020 Indonesia masih dipengaruhi perekonomian global yang masih turun.
Selain itu, pelemahan ekonomi dunia juga turut mempengaruhi pendapatan negara yang mengalami penurunan. Hal serupa juga terjadi dalam angka defisit APBN, realisasi belanja dan pembiayaan utang bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penerimaan Lesu, Defisit APBN Awal 2020 Tembus Rp36 Triliun
Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (22/2/2020), Okezone merangkum fakta terkait kinerja APBN Januari 2020:
 
1. Penurunan Angka Defisit APBN Januari 2020
Kementerian Keuangan mencatatkan realisasi defisit APBN sebesar Rp36,1 triliun dan setara dengan 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
&quot;Defisit APBN kita Rp36,1 triliun atau 0,21% dari PDB. Dibandingkan tahun lalu lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang defisitnya Rp45,1 triliun,&quot; ujarnya Menteri Keuangan Sri Mulyani.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fakta Menarik Jokowi Percepat Belanja Anggaran Kementerian
 
2. Pertumbuhan Pendapatan yang Rendah Pengaruhi Defisit APBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani kemudian menambahkan, defisit APBN hingga akhir Januari 2020 didorong oleh pertumbuhan penerimaan yang lebih rendah dari laju pertumbuhan belanja negara. Menurutnya hal ini disebabkan adanya tekanan pada penerimaan negara imbas dari pelemahan ekonomi global.
&quot;Konsisten pelemahan ekonomi di 2019 terlihat pada PPh koorporasi. Mereka melakukan adjusment, sehingga normalisasi kinerja 2019 akan tercermin di PPh koorporasi,&quot; tambah Sri Mulyani.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Penyaluran Dana Bos Dilakukan dalam 3 Tahap
 
3. Penerimaan Negara Capai 4,6% dari Target APBN
Sementara itu, penerimaan negara tercatat mencapai angka Rp103,7 triliun. Angka ini sudah tercapai 4,6% dari target APBN 2020 yang sebesar Rp2.333,2 triliun. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, penerimaan negara mengalami penurunan.
&quot;Pendapatan negara sudah terealisasi 4,6% dari target di tengah pelemahan situasi global,&quot; ujar Sri Mulyani.
 
4. Realisasi Belanja Negara Capai 5,5% dari APBN 2020
Realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp139,8 triliun atau sudah 5,5% dari pagu APBN 2020 yang sebesar Rp2.540,4 triliun. Angka ini turun 9,1% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
&quot;Belanja negara sudah terealisasi 5,5% dari target, memberikan stimulus ke perekonomian,&quot; tambah Sri.
 
5. Pembiayaan Utang Capai 22,2% dari Target APBN
Selain itu, Kementerian Keuangan juga mencatat pembiayaan utang hingga Januari 2020 sebesar Rp68,2 triliun atau sebesar 22,2% dari target APBN yang sebesar Rp351,2 triliun. Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang angkanya mencapai Rp123 triliun.
 
6. Penurunan Pembiayaan Utang Sebagai Strategi Jaga Sinergisnya Fiskal APBN 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penurunan pembiayaan utang tersebut khususnya terjadi pada pembiayaan utang lewat Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesinambungan fiskal APBN 2020. &quot;Hal ini menunjukkan kredibilitas fiskal tetap terjaga,&quot; ucapnya.
Adapun rincian dari pembiayaan utang hingga akhir Januari 2020, pembiayaan lewat SBN tercatat sebesar Rp72 triliun di akhir Januari. Angka ini turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp119,5 triliun pada tahun lalu.
&quot;Perkembangan SBN setelah korona. Dalam hal ini yield SBN Kita masih stabil. Terbukti kemarin melkukan lelang dan masuk bidingnya 5 kali lipat. Itu menggambarkan SBN menjadi SBN dianggap safe haven,&quot; jelas Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan kinerja Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) bulan Januari tahun 2020. Kinerja APBN 2020 Indonesia masih dipengaruhi perekonomian global yang masih turun.
Selain itu, pelemahan ekonomi dunia juga turut mempengaruhi pendapatan negara yang mengalami penurunan. Hal serupa juga terjadi dalam angka defisit APBN, realisasi belanja dan pembiayaan utang bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penerimaan Lesu, Defisit APBN Awal 2020 Tembus Rp36 Triliun
Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (22/2/2020), Okezone merangkum fakta terkait kinerja APBN Januari 2020:
 
1. Penurunan Angka Defisit APBN Januari 2020
Kementerian Keuangan mencatatkan realisasi defisit APBN sebesar Rp36,1 triliun dan setara dengan 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
&quot;Defisit APBN kita Rp36,1 triliun atau 0,21% dari PDB. Dibandingkan tahun lalu lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang defisitnya Rp45,1 triliun,&quot; ujarnya Menteri Keuangan Sri Mulyani.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fakta Menarik Jokowi Percepat Belanja Anggaran Kementerian
 
2. Pertumbuhan Pendapatan yang Rendah Pengaruhi Defisit APBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani kemudian menambahkan, defisit APBN hingga akhir Januari 2020 didorong oleh pertumbuhan penerimaan yang lebih rendah dari laju pertumbuhan belanja negara. Menurutnya hal ini disebabkan adanya tekanan pada penerimaan negara imbas dari pelemahan ekonomi global.
&quot;Konsisten pelemahan ekonomi di 2019 terlihat pada PPh koorporasi. Mereka melakukan adjusment, sehingga normalisasi kinerja 2019 akan tercermin di PPh koorporasi,&quot; tambah Sri Mulyani.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Penyaluran Dana Bos Dilakukan dalam 3 Tahap
 
3. Penerimaan Negara Capai 4,6% dari Target APBN
Sementara itu, penerimaan negara tercatat mencapai angka Rp103,7 triliun. Angka ini sudah tercapai 4,6% dari target APBN 2020 yang sebesar Rp2.333,2 triliun. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, penerimaan negara mengalami penurunan.
&quot;Pendapatan negara sudah terealisasi 4,6% dari target di tengah pelemahan situasi global,&quot; ujar Sri Mulyani.
 
4. Realisasi Belanja Negara Capai 5,5% dari APBN 2020
Realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp139,8 triliun atau sudah 5,5% dari pagu APBN 2020 yang sebesar Rp2.540,4 triliun. Angka ini turun 9,1% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
&quot;Belanja negara sudah terealisasi 5,5% dari target, memberikan stimulus ke perekonomian,&quot; tambah Sri.
 
5. Pembiayaan Utang Capai 22,2% dari Target APBN
Selain itu, Kementerian Keuangan juga mencatat pembiayaan utang hingga Januari 2020 sebesar Rp68,2 triliun atau sebesar 22,2% dari target APBN yang sebesar Rp351,2 triliun. Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang angkanya mencapai Rp123 triliun.
 
6. Penurunan Pembiayaan Utang Sebagai Strategi Jaga Sinergisnya Fiskal APBN 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penurunan pembiayaan utang tersebut khususnya terjadi pada pembiayaan utang lewat Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesinambungan fiskal APBN 2020. &quot;Hal ini menunjukkan kredibilitas fiskal tetap terjaga,&quot; ucapnya.
Adapun rincian dari pembiayaan utang hingga akhir Januari 2020, pembiayaan lewat SBN tercatat sebesar Rp72 triliun di akhir Januari. Angka ini turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp119,5 triliun pada tahun lalu.
&quot;Perkembangan SBN setelah korona. Dalam hal ini yield SBN Kita masih stabil. Terbukti kemarin melkukan lelang dan masuk bidingnya 5 kali lipat. Itu menggambarkan SBN menjadi SBN dianggap safe haven,&quot; jelas Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
