<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Percepat Pembangunan Bendungan untuk Antisipasi Banjir</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan  proyek bendung yang digadang dapat mengendalikan banjir Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/23/320/2172521/fakta-percepat-pembangunan-bendungan-untuk-antisipasi-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/23/320/2172521/fakta-percepat-pembangunan-bendungan-untuk-antisipasi-banjir"/><item><title>Fakta Percepat Pembangunan Bendungan untuk Antisipasi Banjir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/23/320/2172521/fakta-percepat-pembangunan-bendungan-untuk-antisipasi-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/23/320/2172521/fakta-percepat-pembangunan-bendungan-untuk-antisipasi-banjir</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2020 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/22/320/2172521/fakta-percepat-pembangunan-bendungan-untuk-antisipasi-banjir-Ft7YbISIHc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan Sabo Dam (IG: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/22/320/2172521/fakta-percepat-pembangunan-bendungan-untuk-antisipasi-banjir-Ft7YbISIHc.jpg</image><title>Bendungan Sabo Dam (IG: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan proyek bendung yang digadang dapat mengendalikan banjir Jakarta. Bendungan biasanya teraliri oleh air dan digunakan untuk keperluan irigasi atau air baku.

Namun sangat berbeda dengan bendungan yang sedang dalam proses pembangunan yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Melansir unggahan Instagram resmi Kemen PUPR, kedua bendungan ini sengaja tidak dialiri air sehingga penampakannya terlihat kering.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Progres Bendungan Kering Pertama RI, si Pengendali Banjir Jakarta 
Selain bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi, ada bendungan lain yang menjadi proyek KemenPUPR yang akan rampung tahun ini. Diantaranya ada Bendung Gerak, Bendungan Bendo,Bendungan Tukul, Bendungan Gongseng, Bendungan Tapin, Bendungan Gondang, dan masih banyak lagi.

Berikut Okezone sudah mengumpulkan fakta bendungan yang rampung tahun ini, Minggu (23/2/2020) :

 
1. Bendungan Kering untuk Menangkal Banjir Jakarta
Bendungan kering memang bukan dibuat untuk keperluan irigasi atau air baku, tetapi untuk pengendalian banjir. Saat hujan datang, bendungan ini akan menampung air dan memperlambat aliran air hujan ke daerah yang lebih rendah.

Fungsi utama kedua bendungan ini adalah untuk mengurangi resiko banjir di Jakarta. Kedua bendungan kering ini merupakan bendungan kering pertama yang ada di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bendungan Keureuto Disiapkan untuk Atasi Risiko Banjir di Aceh Utara
Saat ini progres penyelesaian Bendungan Ciawi telah mencapai 45%, sedangkan Bendungan Sukamahi sedang mendekati 40% penyelesaian.

 
2. Bendungan Gerak Sudah Selesai Dibangun dan Telah Beroperasi
Tindakan mengendalikan banjir tidak hanya dilakukan di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang sering kali menjadi langganan banjir. Ibukota provinsi Jawa Tengah juga melakukan pengendalian banjir.

Pengendalian banjir ini bernama Pembangunan Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat (KBB). Bendung Gerak saat ini sudah selesai dibangun dan telah beroperasi.

&amp;ldquo;Bendung tersebut berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang,&amp;rdquo; tulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui akun Instagram resminya @kemenpupr.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rampung Tahun Ini, 8 Bendungan Tampungan Air sebesar 408,89 Juta Meter Kubik
 
3. 3 Bendungan di Jawa Timur Bisa Meningkatkan Jumlah Tampungan Air
Pemerintah akan merampungkan pengerjaan tiga bendungan yang ada di Jawa Timur pada tahun ini. Ketiga bendungan terebut yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya ketiga bendungan itu akan rampung dan diisi (implouding) oleh air pada tahun ini. Dengan diisinya ketiga bendungan itu akan bisa meningkatkan jumlah tampungan air yang ada di Indonesia.

Perlu diketahui, pembangun ketiga bendungan bertujuan untuk memenuhi misa ketahanan pangan dan ketahanan air. Ketiga bendungan di Jawa Timur tersebut merupakan bendungan multiguna yang berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, sumber air daerah irigasi dan juga pembangkit listrik.

&quot;Selain itu, bendungan ini bisa menyalurkan air baku sebesar 780 liter per detik, pembangkit listrik sebesar 4 MW dan mereduksi banjir 490 meter kubik per detik,&amp;rdquo; jelas Basuki.

 4. Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan sudah 95%
Salah satu proyek pembangunan bendungan di Indonesia sudah memasuki  tahap akhir. Artinya, tidak lama lagi bendungan sudah siap digunakan dan  dioperasikan.

Bendungan itu ialah Bendungan Tapin yang terletak di Kalimantan  Selatan. Bendungan ini sudah memasuki tahap akhir dan ditargetkan  rampung pada tahun ini.

&amp;ldquo;Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan telah memasuki tahap akhir  pembangunan dengan progres 95% pada akhir Januari lalu dan ditargetkan  selesai tahun ini,&amp;rdquo; tulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR) melalui akun Instagram resminya @kemenpupr, Jakarta,  Selasa (4/2/2020).

Bendungan ini memiliki kapasitas 70,52 m3 dan mengaliri lahan seluas 5.472 hektar di Kabupaten Tapin.

 
5. 8 Bendungan juga Akan Rampung
Pemerintah terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia.  Untuk tahun ini, ada delapan penyelesaian pembangunan bendungan baru di  sejumlah provinsi lumbung pangan nasional untuk mendukung ketahanan air  dan pangan nasional.

&amp;ldquo;Namun potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang  dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan  begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim  kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk penampungan  air,&amp;rdquo; tutur Basuki, dalam keterangannya.

Adapun delapan bendungan yang rampung tahun ini di antaranya,  Bendungan Paselloreng di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bendungan  Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Bendungan Tapin Provinsi  Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kemudian, Bendungan Way Sekampung Provinsi Lampung, Bendungan  Kuningan Provinsi Jawa Barat, dan tiga bendungan di Provinsi Jawa Timur  yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan dan  Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

 
6. Bendungan Keureuto Berguna Atasi Banjir Aceh Utara
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan  pembangunan Bendungan Keureuto selesai akhir tahun ini. Di mana progres  pengerjaan hingga saat ini mencapai 68 %.

Pembangunan bendungan merupakan bagian dari rencana induk (master  plan) pengendalian banjir. Diharapkan bendungan ini dapat mengurangi  risiko bencana banjir dari hulu ke hilir di Kabupaten Aceh Utara,  Provinsi Aceh.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, perubahan iklim menjadi  tantangan dalam pengelolaan SDA di Indonesia. Pergeseran dan perubahan  masa musim hujan dan kemarau, perubahan temperatur, cuaca, serta pola  hujan cenderung durasinya lebih pendek namun dengan intensitas yang  tinggi sehingga kerap mengakibatkan banjir.

&quot;Untuk itu kita memerlukan banyak bendungan agar risiko banjir dapat  dikurangi secara signifikan&amp;rdquo; katanya, dalam keterangan tertulisnya.

Bendungan ini berpotensi menjadi sumber pembangkit listrik sebesar  (PLTA) sebesar 6,34 MW. Serta memilki manfaat untuk pemenuhan kebutuhan  air bersih dan penyediaan air baku sebesar 0,50 m3/detik, menyuplai air  irigasi seluas 9.420 hektar yang terdiri dari intensifikasi Daerah  Irigasi (DI) Alue Ubay seluas 2.743 hektar dan ekstensifikasi DI Pasee  Kanan seluas 6.677 hektar.

 
7. Bendungan Karian Tangkal Banjir Banten
Komisi V DPR RI meminta Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah  Provinsi Banten untuk terlibat aktif dalam membantu Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka percepatan  pembangunan Bendungan Karian, khususnya dalam melakukan pembebasan  lahan. Pasalnya, bendungan ini nantinya diyakinkan mampu mengatasi  permasalahan banjir di Provinsi Banten.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae saat  melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Karian yang terletak di Kecamatan  Rangkasbitung Kabupaten Lebak Pronvinsi Banten. Menurutnya, meskipun  pembangunan belum rampung, bendungan ini sudah mampu mengatasi banjir di  Banten.

&amp;ldquo;Kita dengar tadi cerita dari Wakil Bupati Lebak dan Kepala Balai  (BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian) bahwa hampir saja Banten ini tenggelam  habis, untung saja ada bendungan (Karian), yang meskipun belum kelar  sudah mampu mengatasi banjir di Banten, yang penting bagaimana semua  bekerja sama agar bendungan ini bisa diselesaikan dan dapat dirasakan  manfaatnya,&amp;rdquo; tutur Ridwan Bae seperti dikutip dari laman Kementerian  PUPR.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan proyek bendung yang digadang dapat mengendalikan banjir Jakarta. Bendungan biasanya teraliri oleh air dan digunakan untuk keperluan irigasi atau air baku.

Namun sangat berbeda dengan bendungan yang sedang dalam proses pembangunan yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Melansir unggahan Instagram resmi Kemen PUPR, kedua bendungan ini sengaja tidak dialiri air sehingga penampakannya terlihat kering.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Progres Bendungan Kering Pertama RI, si Pengendali Banjir Jakarta 
Selain bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi, ada bendungan lain yang menjadi proyek KemenPUPR yang akan rampung tahun ini. Diantaranya ada Bendung Gerak, Bendungan Bendo,Bendungan Tukul, Bendungan Gongseng, Bendungan Tapin, Bendungan Gondang, dan masih banyak lagi.

Berikut Okezone sudah mengumpulkan fakta bendungan yang rampung tahun ini, Minggu (23/2/2020) :

 
1. Bendungan Kering untuk Menangkal Banjir Jakarta
Bendungan kering memang bukan dibuat untuk keperluan irigasi atau air baku, tetapi untuk pengendalian banjir. Saat hujan datang, bendungan ini akan menampung air dan memperlambat aliran air hujan ke daerah yang lebih rendah.

Fungsi utama kedua bendungan ini adalah untuk mengurangi resiko banjir di Jakarta. Kedua bendungan kering ini merupakan bendungan kering pertama yang ada di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bendungan Keureuto Disiapkan untuk Atasi Risiko Banjir di Aceh Utara
Saat ini progres penyelesaian Bendungan Ciawi telah mencapai 45%, sedangkan Bendungan Sukamahi sedang mendekati 40% penyelesaian.

 
2. Bendungan Gerak Sudah Selesai Dibangun dan Telah Beroperasi
Tindakan mengendalikan banjir tidak hanya dilakukan di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang sering kali menjadi langganan banjir. Ibukota provinsi Jawa Tengah juga melakukan pengendalian banjir.

Pengendalian banjir ini bernama Pembangunan Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat (KBB). Bendung Gerak saat ini sudah selesai dibangun dan telah beroperasi.

&amp;ldquo;Bendung tersebut berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang,&amp;rdquo; tulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui akun Instagram resminya @kemenpupr.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rampung Tahun Ini, 8 Bendungan Tampungan Air sebesar 408,89 Juta Meter Kubik
 
3. 3 Bendungan di Jawa Timur Bisa Meningkatkan Jumlah Tampungan Air
Pemerintah akan merampungkan pengerjaan tiga bendungan yang ada di Jawa Timur pada tahun ini. Ketiga bendungan terebut yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya ketiga bendungan itu akan rampung dan diisi (implouding) oleh air pada tahun ini. Dengan diisinya ketiga bendungan itu akan bisa meningkatkan jumlah tampungan air yang ada di Indonesia.

Perlu diketahui, pembangun ketiga bendungan bertujuan untuk memenuhi misa ketahanan pangan dan ketahanan air. Ketiga bendungan di Jawa Timur tersebut merupakan bendungan multiguna yang berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, sumber air daerah irigasi dan juga pembangkit listrik.

&quot;Selain itu, bendungan ini bisa menyalurkan air baku sebesar 780 liter per detik, pembangkit listrik sebesar 4 MW dan mereduksi banjir 490 meter kubik per detik,&amp;rdquo; jelas Basuki.

 4. Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan sudah 95%
Salah satu proyek pembangunan bendungan di Indonesia sudah memasuki  tahap akhir. Artinya, tidak lama lagi bendungan sudah siap digunakan dan  dioperasikan.

Bendungan itu ialah Bendungan Tapin yang terletak di Kalimantan  Selatan. Bendungan ini sudah memasuki tahap akhir dan ditargetkan  rampung pada tahun ini.

&amp;ldquo;Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan telah memasuki tahap akhir  pembangunan dengan progres 95% pada akhir Januari lalu dan ditargetkan  selesai tahun ini,&amp;rdquo; tulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR) melalui akun Instagram resminya @kemenpupr, Jakarta,  Selasa (4/2/2020).

Bendungan ini memiliki kapasitas 70,52 m3 dan mengaliri lahan seluas 5.472 hektar di Kabupaten Tapin.

 
5. 8 Bendungan juga Akan Rampung
Pemerintah terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia.  Untuk tahun ini, ada delapan penyelesaian pembangunan bendungan baru di  sejumlah provinsi lumbung pangan nasional untuk mendukung ketahanan air  dan pangan nasional.

&amp;ldquo;Namun potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang  dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan  begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim  kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk penampungan  air,&amp;rdquo; tutur Basuki, dalam keterangannya.

Adapun delapan bendungan yang rampung tahun ini di antaranya,  Bendungan Paselloreng di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bendungan  Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Bendungan Tapin Provinsi  Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kemudian, Bendungan Way Sekampung Provinsi Lampung, Bendungan  Kuningan Provinsi Jawa Barat, dan tiga bendungan di Provinsi Jawa Timur  yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan dan  Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

 
6. Bendungan Keureuto Berguna Atasi Banjir Aceh Utara
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan  pembangunan Bendungan Keureuto selesai akhir tahun ini. Di mana progres  pengerjaan hingga saat ini mencapai 68 %.

Pembangunan bendungan merupakan bagian dari rencana induk (master  plan) pengendalian banjir. Diharapkan bendungan ini dapat mengurangi  risiko bencana banjir dari hulu ke hilir di Kabupaten Aceh Utara,  Provinsi Aceh.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, perubahan iklim menjadi  tantangan dalam pengelolaan SDA di Indonesia. Pergeseran dan perubahan  masa musim hujan dan kemarau, perubahan temperatur, cuaca, serta pola  hujan cenderung durasinya lebih pendek namun dengan intensitas yang  tinggi sehingga kerap mengakibatkan banjir.

&quot;Untuk itu kita memerlukan banyak bendungan agar risiko banjir dapat  dikurangi secara signifikan&amp;rdquo; katanya, dalam keterangan tertulisnya.

Bendungan ini berpotensi menjadi sumber pembangkit listrik sebesar  (PLTA) sebesar 6,34 MW. Serta memilki manfaat untuk pemenuhan kebutuhan  air bersih dan penyediaan air baku sebesar 0,50 m3/detik, menyuplai air  irigasi seluas 9.420 hektar yang terdiri dari intensifikasi Daerah  Irigasi (DI) Alue Ubay seluas 2.743 hektar dan ekstensifikasi DI Pasee  Kanan seluas 6.677 hektar.

 
7. Bendungan Karian Tangkal Banjir Banten
Komisi V DPR RI meminta Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah  Provinsi Banten untuk terlibat aktif dalam membantu Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka percepatan  pembangunan Bendungan Karian, khususnya dalam melakukan pembebasan  lahan. Pasalnya, bendungan ini nantinya diyakinkan mampu mengatasi  permasalahan banjir di Provinsi Banten.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae saat  melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Karian yang terletak di Kecamatan  Rangkasbitung Kabupaten Lebak Pronvinsi Banten. Menurutnya, meskipun  pembangunan belum rampung, bendungan ini sudah mampu mengatasi banjir di  Banten.

&amp;ldquo;Kita dengar tadi cerita dari Wakil Bupati Lebak dan Kepala Balai  (BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian) bahwa hampir saja Banten ini tenggelam  habis, untung saja ada bendungan (Karian), yang meskipun belum kelar  sudah mampu mengatasi banjir di Banten, yang penting bagaimana semua  bekerja sama agar bendungan ini bisa diselesaikan dan dapat dirasakan  manfaatnya,&amp;rdquo; tutur Ridwan Bae seperti dikutip dari laman Kementerian  PUPR.</content:encoded></item></channel></rss>
