<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kelakar Bahlil di Depan Hary Tanoe: Virus Korona Tak Masuk Indonesia Karena Izinnya Susah</title><description>Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut masalah perizinan masih menjadi faktor pertama yang menghambat investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah"/><item><title>   Kelakar Bahlil di Depan Hary Tanoe: Virus Korona Tak Masuk Indonesia Karena Izinnya Susah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah-shlSDTlpZJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah-shlSDTlpZJ.jpg</image><title>Bahlil (Foto: Setkab)</title></images><description> 
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut masalah perizinan masih menjadi faktor pertama yang menghambat investasi di Indonesia. Banyak investor yang mengeluh jika perizinan di Indonesia begitu lama dan juga berbelit.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, lamanya proses perizinan di Indonesia bahkan sampai dibuat jokes. Adapun bunyi jokes tersebut menyebut jika alasan virus Korona sulit masuk ke Indonesia karena sulitnya perizinan.
Baca Juga: Wabah Korona Kian Mengglobal, Pasar Saham Dunia Jatuh
Jokes tersebut dilemparkan Bahlil dalam acara Manager Forum XLIV 'Kebijakan Investasi untuk Mendorong Perekonomian Nasional dan Coorporate Busines'. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

&quot;Sampai katanya virus korona enggak masuk ke Indonesia karena izinnya susah,&quot; ujarnya dalam acara Manager Forum MNC Group di Gedung Inews, Jakarta, Senin (24/2/2020)
Baca Juga: Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 Kumpul Bahas Virus Korona
Bahlil pun mencontohkan jika berbelitnya perizinan adalah terjadi pada proses perizinan yang diajukan PT Vale Indonesia Tbk. Untuk mendapatkan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sudah 3,5 tahun tak kunjung rampung.
&amp;nbsp;Bagaimana tidak, untuk mengajukan izin Amdal, PT Vale Indonesia harus  melewati beberapa lapis perizinan. Misalnya dari perizinan di  Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat.

&quot;Amdalnnya 3,5 tahun enggak selesai. Karena izinnya harus ke  kabupaten, provinsi dan pusat. Cuma tuhan dan nabi yang tahu kapan  selesainya,&quot; jelasnya

Padahal menurutnya, permasalahan Amdal ini bisa diselesaikan hanya  dalam beberapa bulan saja. Ketika itu, dirinya mengumpulkan dari mulai  Bupati hingga Menteri terkait dalam satu meja untuk sama-sama  menyelesaikan permasalahan izin Amdal tersebut.

&quot;Apakah dibenarkan dalam aturan. Saya tidak bilang ini dibenarkan  tapi saya tidak bilang itu dilarang. Kami selesaikan 2 bulan selesai.  Bupatinya kita datangi Gubernur kita datangi dan Menterinya kita  datangi,&quot; kata Bahlil.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut masalah perizinan masih menjadi faktor pertama yang menghambat investasi di Indonesia. Banyak investor yang mengeluh jika perizinan di Indonesia begitu lama dan juga berbelit.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, lamanya proses perizinan di Indonesia bahkan sampai dibuat jokes. Adapun bunyi jokes tersebut menyebut jika alasan virus Korona sulit masuk ke Indonesia karena sulitnya perizinan.
Baca Juga: Wabah Korona Kian Mengglobal, Pasar Saham Dunia Jatuh
Jokes tersebut dilemparkan Bahlil dalam acara Manager Forum XLIV 'Kebijakan Investasi untuk Mendorong Perekonomian Nasional dan Coorporate Busines'. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

&quot;Sampai katanya virus korona enggak masuk ke Indonesia karena izinnya susah,&quot; ujarnya dalam acara Manager Forum MNC Group di Gedung Inews, Jakarta, Senin (24/2/2020)
Baca Juga: Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 Kumpul Bahas Virus Korona
Bahlil pun mencontohkan jika berbelitnya perizinan adalah terjadi pada proses perizinan yang diajukan PT Vale Indonesia Tbk. Untuk mendapatkan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sudah 3,5 tahun tak kunjung rampung.
&amp;nbsp;Bagaimana tidak, untuk mengajukan izin Amdal, PT Vale Indonesia harus  melewati beberapa lapis perizinan. Misalnya dari perizinan di  Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat.

&quot;Amdalnnya 3,5 tahun enggak selesai. Karena izinnya harus ke  kabupaten, provinsi dan pusat. Cuma tuhan dan nabi yang tahu kapan  selesainya,&quot; jelasnya

Padahal menurutnya, permasalahan Amdal ini bisa diselesaikan hanya  dalam beberapa bulan saja. Ketika itu, dirinya mengumpulkan dari mulai  Bupati hingga Menteri terkait dalam satu meja untuk sama-sama  menyelesaikan permasalahan izin Amdal tersebut.

&quot;Apakah dibenarkan dalam aturan. Saya tidak bilang ini dibenarkan  tapi saya tidak bilang itu dilarang. Kami selesaikan 2 bulan selesai.  Bupatinya kita datangi Gubernur kita datangi dan Menterinya kita  datangi,&quot; kata Bahlil.
</content:encoded></item></channel></rss>
