<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Dorong Produsen Gula India Investasi di Indonesia</title><description>Menteri  Perdagangan  Agus  Suparmanto  mendorong  Asosiasi  Pabrik Gula  India untuk berinvestasi di  Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173243/mendag-dorong-produsen-gula-india-investasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173243/mendag-dorong-produsen-gula-india-investasi-di-indonesia"/><item><title>Mendag Dorong Produsen Gula India Investasi di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173243/mendag-dorong-produsen-gula-india-investasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173243/mendag-dorong-produsen-gula-india-investasi-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173243/mendag-dorong-produsen-gula-india-investasi-di-indonesia-DzSApsPyYs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173243/mendag-dorong-produsen-gula-india-investasi-di-indonesia-DzSApsPyYs.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri  Perdagangan  Agus  Suparmanto  mendorong  Asosiasi  Pabrik Gula India (Indian Sugar Mills Association/ISMA) untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan pabrik gula untuk mendukung industri makanan dan minuman di Indonesia. Hal  ini  disampaikan  Mendag  Agus  saat  menggelar  pertemuan  dengan  ISMA  di  New  Delhi,  India.
&quot;Dengan membangun pabrik gula di Indonesia, ISMA dapat lebih mudah menyuplai bahan baku untuk industri Indonesia,&quot; kata Mendag Agus dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).
Menurut   Mendag, pihak ISMA akan bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia dalam pengembangan pabrik gula. Untuk itu, diperlukan peran aktif pemerintah untuk kemudahan investasi. Mendag menyampaikan, selain investasi, pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama perdagangan  antara  kedua  negara.
Baca Juga: Bertemu Menkeu Arab Saudi, Sri Mulyani Bahas Masalah Pajak
&quot;Pertemuan  bertujuan untuk meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan India, termasuk ISMA dan anggotanya. Terutama untuk menyelesaikan isu-isu yang menjadi hambatan, agar kedua pihak dapat melangkah lebih jauh,&quot; ujarnya.
Mendag juga mengungkapkan, ISMA dan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembelian gula mentah di New Delhi, India, tahun lalu. Dalam MoU tersebut, AGRI akan mendatangkan gula mentah ke Indonesia untukdiolah menjadi gula rafinasi yang akan digunakan untuk keperluan industri.
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani soal Menariknya Ekonomi Saudi Arabia
&quot;Diharapkan MoU ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara, serta mendukung industri dalam negeri,&quot; kata Mendag.
Indonesia, lanjut  Mendag, telah mengurangi bea impor untuk gula mentah  India  berdasarkan  skema Persetujuan  Perdagangan  Bebas  (Free  Trade  Agreement/FTA)  ASEAN-India  menjadi  5%.  Hal  ini memberikan kesamaan level playing field bagi India sehingga setara dengan Australia dan Thailand.ISMA adalah asosiasi industri tertua di India. Asosiasi ini beranggotakan lebih dari 650 pabrik gula dan memproduksi lebih dari 50% total gula India.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri  Perdagangan  Agus  Suparmanto  mendorong  Asosiasi  Pabrik Gula India (Indian Sugar Mills Association/ISMA) untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan pabrik gula untuk mendukung industri makanan dan minuman di Indonesia. Hal  ini  disampaikan  Mendag  Agus  saat  menggelar  pertemuan  dengan  ISMA  di  New  Delhi,  India.
&quot;Dengan membangun pabrik gula di Indonesia, ISMA dapat lebih mudah menyuplai bahan baku untuk industri Indonesia,&quot; kata Mendag Agus dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).
Menurut   Mendag, pihak ISMA akan bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia dalam pengembangan pabrik gula. Untuk itu, diperlukan peran aktif pemerintah untuk kemudahan investasi. Mendag menyampaikan, selain investasi, pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama perdagangan  antara  kedua  negara.
Baca Juga: Bertemu Menkeu Arab Saudi, Sri Mulyani Bahas Masalah Pajak
&quot;Pertemuan  bertujuan untuk meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan India, termasuk ISMA dan anggotanya. Terutama untuk menyelesaikan isu-isu yang menjadi hambatan, agar kedua pihak dapat melangkah lebih jauh,&quot; ujarnya.
Mendag juga mengungkapkan, ISMA dan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembelian gula mentah di New Delhi, India, tahun lalu. Dalam MoU tersebut, AGRI akan mendatangkan gula mentah ke Indonesia untukdiolah menjadi gula rafinasi yang akan digunakan untuk keperluan industri.
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani soal Menariknya Ekonomi Saudi Arabia
&quot;Diharapkan MoU ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara, serta mendukung industri dalam negeri,&quot; kata Mendag.
Indonesia, lanjut  Mendag, telah mengurangi bea impor untuk gula mentah  India  berdasarkan  skema Persetujuan  Perdagangan  Bebas  (Free  Trade  Agreement/FTA)  ASEAN-India  menjadi  5%.  Hal  ini memberikan kesamaan level playing field bagi India sehingga setara dengan Australia dan Thailand.ISMA adalah asosiasi industri tertua di India. Asosiasi ini beranggotakan lebih dari 650 pabrik gula dan memproduksi lebih dari 50% total gula India.</content:encoded></item></channel></rss>
