<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara RI Perkuat Ekspor ke Korsel</title><description>Pemerintah  Indonesia  terus  berupaya  mendorong barang  dan  jasa  Indonesia  masuk  ke  pasar  Korea  Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173247/cara-ri-perkuat-ekspor-ke-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173247/cara-ri-perkuat-ekspor-ke-korsel"/><item><title>Cara RI Perkuat Ekspor ke Korsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173247/cara-ri-perkuat-ekspor-ke-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173247/cara-ri-perkuat-ekspor-ke-korsel</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173247/cara-ri-perkuat-ekspor-ke-korsel-ex4WTjKk9L.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173247/cara-ri-perkuat-ekspor-ke-korsel-ex4WTjKk9L.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  (PEN)  Kementerian Perdagangan  Dody  Edward  mengungkapkan, pemerintah  Indonesia  terus  berupaya  mendorong barang  dan  jasa  Indonesia  masuk  ke  pasar  Korea  Selatan.  Salah  satu  caranya  ialah  dengan berpartisipasi pada program promosi dalam kerangka kemitraan antara ASEAN dan Korea Selatan.
Hal  tersebut  disampaikan  Dody  dalam  pertemuan  tahunan  Council  Director  ASEAN--Korea Centre ke-12 yang  mengusung  tema &amp;ldquo;Connecting  People,  Sharing  Prosperity&amp;rdquo;di  Seoul,  Korea  Selatan. Hadir  pada  pertemuan  tersebut  seluruh  perwakilan  10  negara ASEAN dan Korea Selatan.
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia memahami pentingnya promosi perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan  dalam  mencapai  pertumbuhan  perdagangan  yang  saling menguntungkan. Kami optimistis program    pengembangan    ekspor    dalam    berbagai    bentuk    akan    membawa    hasil    positif meningkatkan peluang bisnis bagi pengusaha Indonesia,&amp;rdquo; ujar  Dody dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).
Baca juga: Ekspor Salak Tembus Pasar Jerman hingga Inggris
Dody  melanjutkan, strategi  yang  diambil  untuk  mendapatkan  manfaat  dari  kerja  sama  ini  yakni dengan  mendorong  terciptanya  manfaat  timbal  balik  dalam  perdagangan  barang  konsumsi, memaparkan   peluang   bisnis   dalam   sektor   industri   berbasis   kecerdasan   buatan   (artificial intelligence),  dan  mendukung  pembangunan  infrastruktur  berkelanjutan.  Adapun beberapa sektor yang  menjadi  perhatian  Indonesia  dalam  kerangka  kerja  sama  ini  antara  lain  peningkatan  akses pasar  produk  kosmetik;  makanan  olahan;  furnitur;  produk  jasa  kreatif  seperti  animasi,  gim,  dan film; serta pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property) dari kreasi lokal.
Dody  menambahkan,  salah  satu  kegiatan  penting  dalam  strategi  Indonesia  mendorong  produk ekspor  berkualitas  yaitu  dengan  mengambil  bagian  dalam  kegiatan  ASEAN  Beauty  Showcasing  di Seoul  pada  April  mendatang.  Dody  berpandangan,  kegiatan  pameran  produk  kecantikan  itu  akan menjadi  sarana  promosi  yang  baik  bagi  penggunaan  kosmetik khas berbahan baku dari Indonesia, termasuk di dalamnya kosmetik bersertifikasi halal.
Baca juga: Produk AC Diekspor ke Nigeria, Industri Elektronik Tembus Pasar Nontradisional
&amp;ldquo;Selain  memamerkan  produk  kosmetik  untuk  konsumen  Korea  Selatan,  melalui  kegiatan ini Indonesia   juga   menawarkan   kemungkinan   untuk   menjadi   bagian   dari  rantai  pasok  industri kosmetik  Korea  Selatan  dengan  memanfaatkan  sumber  daya  bahan  baku  yang  melimpah  di alam Indonesia,&amp;rdquo; ujar Dody. Selain  pengembangan  di  sektor  perdagangan,  pertemuan  tahunan  ASEAN  dan  Korea  Selatan  ini juga   sepakat   mendorong   pengembangan  sektor  investasi,  kebudayaan,  dan  pariwisata  yang berkelanjutan.  Beberapa  kegiatan  yang  disepakati  untuk  dilakukan,  seperti  ASEAN  Week  2020 dalam bidang parawisata, dan ASEAN Start-up  Week dalam bidang investasi.
Dody  menekankan  kembali,  berbagai  upaya  promosi  ini  menunjukkan  komitmen  Pemerintah Indonesia  menjaga  pertumbuhan  ekonomi  dengan  memanfaatkan  seluruh  potensi  yang  tersedia. Hal   ini   juga   sekaligus  langkah  optimis  pemerintah  menghadapi  situasi  ekonomi  yang  tidak menentu  akibat  perang  dagang  Amerika  Serikat-Tiongkok  yang  terus  berlanjut,  proteksionisme dari negara-negara di dunia, serta penyebaran  virus Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  (PEN)  Kementerian Perdagangan  Dody  Edward  mengungkapkan, pemerintah  Indonesia  terus  berupaya  mendorong barang  dan  jasa  Indonesia  masuk  ke  pasar  Korea  Selatan.  Salah  satu  caranya  ialah  dengan berpartisipasi pada program promosi dalam kerangka kemitraan antara ASEAN dan Korea Selatan.
Hal  tersebut  disampaikan  Dody  dalam  pertemuan  tahunan  Council  Director  ASEAN--Korea Centre ke-12 yang  mengusung  tema &amp;ldquo;Connecting  People,  Sharing  Prosperity&amp;rdquo;di  Seoul,  Korea  Selatan. Hadir  pada  pertemuan  tersebut  seluruh  perwakilan  10  negara ASEAN dan Korea Selatan.
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia memahami pentingnya promosi perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan  dalam  mencapai  pertumbuhan  perdagangan  yang  saling menguntungkan. Kami optimistis program    pengembangan    ekspor    dalam    berbagai    bentuk    akan    membawa    hasil    positif meningkatkan peluang bisnis bagi pengusaha Indonesia,&amp;rdquo; ujar  Dody dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).
Baca juga: Ekspor Salak Tembus Pasar Jerman hingga Inggris
Dody  melanjutkan, strategi  yang  diambil  untuk  mendapatkan  manfaat  dari  kerja  sama  ini  yakni dengan  mendorong  terciptanya  manfaat  timbal  balik  dalam  perdagangan  barang  konsumsi, memaparkan   peluang   bisnis   dalam   sektor   industri   berbasis   kecerdasan   buatan   (artificial intelligence),  dan  mendukung  pembangunan  infrastruktur  berkelanjutan.  Adapun beberapa sektor yang  menjadi  perhatian  Indonesia  dalam  kerangka  kerja  sama  ini  antara  lain  peningkatan  akses pasar  produk  kosmetik;  makanan  olahan;  furnitur;  produk  jasa  kreatif  seperti  animasi,  gim,  dan film; serta pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property) dari kreasi lokal.
Dody  menambahkan,  salah  satu  kegiatan  penting  dalam  strategi  Indonesia  mendorong  produk ekspor  berkualitas  yaitu  dengan  mengambil  bagian  dalam  kegiatan  ASEAN  Beauty  Showcasing  di Seoul  pada  April  mendatang.  Dody  berpandangan,  kegiatan  pameran  produk  kecantikan  itu  akan menjadi  sarana  promosi  yang  baik  bagi  penggunaan  kosmetik khas berbahan baku dari Indonesia, termasuk di dalamnya kosmetik bersertifikasi halal.
Baca juga: Produk AC Diekspor ke Nigeria, Industri Elektronik Tembus Pasar Nontradisional
&amp;ldquo;Selain  memamerkan  produk  kosmetik  untuk  konsumen  Korea  Selatan,  melalui  kegiatan ini Indonesia   juga   menawarkan   kemungkinan   untuk   menjadi   bagian   dari  rantai  pasok  industri kosmetik  Korea  Selatan  dengan  memanfaatkan  sumber  daya  bahan  baku  yang  melimpah  di alam Indonesia,&amp;rdquo; ujar Dody. Selain  pengembangan  di  sektor  perdagangan,  pertemuan  tahunan  ASEAN  dan  Korea  Selatan  ini juga   sepakat   mendorong   pengembangan  sektor  investasi,  kebudayaan,  dan  pariwisata  yang berkelanjutan.  Beberapa  kegiatan  yang  disepakati  untuk  dilakukan,  seperti  ASEAN  Week  2020 dalam bidang parawisata, dan ASEAN Start-up  Week dalam bidang investasi.
Dody  menekankan  kembali,  berbagai  upaya  promosi  ini  menunjukkan  komitmen  Pemerintah Indonesia  menjaga  pertumbuhan  ekonomi  dengan  memanfaatkan  seluruh  potensi  yang  tersedia. Hal   ini   juga   sekaligus  langkah  optimis  pemerintah  menghadapi  situasi  ekonomi  yang  tidak menentu  akibat  perang  dagang  Amerika  Serikat-Tiongkok  yang  terus  berlanjut,  proteksionisme dari negara-negara di dunia, serta penyebaran  virus Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
