<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Daya Saing, Menteri Teten: UMKM dan Koperasi Harus Naik Kelas</title><description>Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, mendorong koperasi dan UMKM untuk bisa naik kelas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173252/tingkatkan-daya-saing-menteri-teten-umkm-dan-koperasi-harus-naik-kelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173252/tingkatkan-daya-saing-menteri-teten-umkm-dan-koperasi-harus-naik-kelas"/><item><title>Tingkatkan Daya Saing, Menteri Teten: UMKM dan Koperasi Harus Naik Kelas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173252/tingkatkan-daya-saing-menteri-teten-umkm-dan-koperasi-harus-naik-kelas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173252/tingkatkan-daya-saing-menteri-teten-umkm-dan-koperasi-harus-naik-kelas</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173252/tingkatkan-daya-saing-menteri-teten-umkm-dan-koperasi-harus-naik-kelas-0YWb2SmEoI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173252/tingkatkan-daya-saing-menteri-teten-umkm-dan-koperasi-harus-naik-kelas-0YWb2SmEoI.jpg</image><title>Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Foto: Okezone.com)</title></images><description>SLEMAN &amp;ndash; Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, mendorong koperasi dan UMKM untuk bisa naik kelas. Produk yang dihasilkan harus lebih kompetitif. Branding produk lokal harus mampu meningkatkan daya saing dari kompetitor.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita terus berupaya mengembangkan UMKM agar bisa naik kelas, koperasi juga. Salah satunya dengan branding produk lokal,&amp;rdquo; jelas Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, dalam Pembukaan &amp;rdquo;Kolaborasi untuk #KoperasiKeren dan #UMKMNaikKelas&amp;rdquo; di Grand Tjokro Hotel, Yogyakarta, Senin (24/2/2020).
Baca Juga: Kemenkop UKM Dorong Usaha Menengah Masuk Pasar Ekspor
Salah satu kata kunci, adalah meningkatkan kualitas SDM. Mereka sangat diperlukan agar mampu mentransfer pengetahuan dan mendorong makin banyak UMKM yang memiliki brand-brand lokal.
Produk lokal ini, sebenarnya banyak dimintai investor. Sehingga ketika mereka mampu naik kelas, mereka bisa berkoordinasi dengan investor. Pemerintah sendiri bertugas untuk memoderasi dan mencarikan investor.
&amp;ldquo;Daya saing produk lokal harus meningkat, harus berani dengan produk impor,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Biaya Logistik dan Internet Masih Jadi Kendala UKM di Luar Pulau Jawa
Presiden telah meminta agar masalah pembangunan SDM harus dilakukan agar menghasilkan SDM yang tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan peradaban tinggi dan menjadi negara maju.
Sudah ada tiga Strategi Nasional (STRANAS) Pengembangan Koperasi dan UMKM, melalui 3 pilar. Yaitu Peningkatan Kapasitas Usaha, Mendorong Lembaga Keuangan Ramah Bagi KUMKM serta meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor Untuk Mendukung Ekosistem KUMKM. Tiga pilar ini sudah dijabarkan dalam Perluasan Akses Pasar, Meningkatkan Daya Saing, Pengembangan Kewirausahaan, Akselerasi Pembiayaan dan Investasi, Kemudahan dan Kesempatan Berusaha, dan Koordinasi Lintas Sektor.&amp;ldquo;Kita juga melakukan Akselerasi Pembiayaan dan Investasi dengan  Memperkuat Soft Infrastruktur Pembiayaan, dan Pembiayaan Non Bank.   Termasuk memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha dengan  Penyederhanaan Perizinan Usaha dan Standarisasi Produk, kebijakan yang  pihak dan Proteksi, akan dilakukan Pembentukan pusat Bantuan  Hukum,  serta mendorong Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar,&amp;rdquo; jelasnya.
Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan meningkatkan Koordinasi  Lintas Sektor dengan program One  Gate Policy dan mengajak Peningkatan  Peran Pemerintah Daerah.
Pelatihan di Yogyakarta ini, merupakan salah satu upaya untuk  mendukung pariwisata super prioritas, penyangga Candi Borobudur. Saat  ini wirausaha yang ada baru sebesar 3,47% dari jumlah penduduk, tahun  2021 ditargetkan 3,64% dari jumlah penduduk  Indonesia. Jumlah tersebut  masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di  negara maju yang mencapai 14%.
Deputi Bidang SDM, Arif Rahman Hakim mengatakan target wirausaha yang  mendapatkan pelatihan tahun 2020 sebanyak 57.700 orang, meningkatkan  Rasio Kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64%. Sedangkan Rasio Wirausaha  berbasis peluang menjadi 10,30% yang akan dikerjakan bersama-sama dengan  lintas kementerian/lembaga.
&amp;ldquo;Tahun 2021 akan memprioritaskan pelatihan yang mengarah kepada  pemecahan masalah/studi kasus dan mulai dilakukan langkah-langkah  revitalisasi Balai Latihan Koperasi (BALATKOP) sebagai UKM Centre  sebagai Centre of Excellent pengembangan KUKM di setiap provinsi.</description><content:encoded>SLEMAN &amp;ndash; Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, mendorong koperasi dan UMKM untuk bisa naik kelas. Produk yang dihasilkan harus lebih kompetitif. Branding produk lokal harus mampu meningkatkan daya saing dari kompetitor.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita terus berupaya mengembangkan UMKM agar bisa naik kelas, koperasi juga. Salah satunya dengan branding produk lokal,&amp;rdquo; jelas Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, dalam Pembukaan &amp;rdquo;Kolaborasi untuk #KoperasiKeren dan #UMKMNaikKelas&amp;rdquo; di Grand Tjokro Hotel, Yogyakarta, Senin (24/2/2020).
Baca Juga: Kemenkop UKM Dorong Usaha Menengah Masuk Pasar Ekspor
Salah satu kata kunci, adalah meningkatkan kualitas SDM. Mereka sangat diperlukan agar mampu mentransfer pengetahuan dan mendorong makin banyak UMKM yang memiliki brand-brand lokal.
Produk lokal ini, sebenarnya banyak dimintai investor. Sehingga ketika mereka mampu naik kelas, mereka bisa berkoordinasi dengan investor. Pemerintah sendiri bertugas untuk memoderasi dan mencarikan investor.
&amp;ldquo;Daya saing produk lokal harus meningkat, harus berani dengan produk impor,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Biaya Logistik dan Internet Masih Jadi Kendala UKM di Luar Pulau Jawa
Presiden telah meminta agar masalah pembangunan SDM harus dilakukan agar menghasilkan SDM yang tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan peradaban tinggi dan menjadi negara maju.
Sudah ada tiga Strategi Nasional (STRANAS) Pengembangan Koperasi dan UMKM, melalui 3 pilar. Yaitu Peningkatan Kapasitas Usaha, Mendorong Lembaga Keuangan Ramah Bagi KUMKM serta meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor Untuk Mendukung Ekosistem KUMKM. Tiga pilar ini sudah dijabarkan dalam Perluasan Akses Pasar, Meningkatkan Daya Saing, Pengembangan Kewirausahaan, Akselerasi Pembiayaan dan Investasi, Kemudahan dan Kesempatan Berusaha, dan Koordinasi Lintas Sektor.&amp;ldquo;Kita juga melakukan Akselerasi Pembiayaan dan Investasi dengan  Memperkuat Soft Infrastruktur Pembiayaan, dan Pembiayaan Non Bank.   Termasuk memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha dengan  Penyederhanaan Perizinan Usaha dan Standarisasi Produk, kebijakan yang  pihak dan Proteksi, akan dilakukan Pembentukan pusat Bantuan  Hukum,  serta mendorong Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar,&amp;rdquo; jelasnya.
Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan meningkatkan Koordinasi  Lintas Sektor dengan program One  Gate Policy dan mengajak Peningkatan  Peran Pemerintah Daerah.
Pelatihan di Yogyakarta ini, merupakan salah satu upaya untuk  mendukung pariwisata super prioritas, penyangga Candi Borobudur. Saat  ini wirausaha yang ada baru sebesar 3,47% dari jumlah penduduk, tahun  2021 ditargetkan 3,64% dari jumlah penduduk  Indonesia. Jumlah tersebut  masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di  negara maju yang mencapai 14%.
Deputi Bidang SDM, Arif Rahman Hakim mengatakan target wirausaha yang  mendapatkan pelatihan tahun 2020 sebanyak 57.700 orang, meningkatkan  Rasio Kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64%. Sedangkan Rasio Wirausaha  berbasis peluang menjadi 10,30% yang akan dikerjakan bersama-sama dengan  lintas kementerian/lembaga.
&amp;ldquo;Tahun 2021 akan memprioritaskan pelatihan yang mengarah kepada  pemecahan masalah/studi kasus dan mulai dilakukan langkah-langkah  revitalisasi Balai Latihan Koperasi (BALATKOP) sebagai UKM Centre  sebagai Centre of Excellent pengembangan KUKM di setiap provinsi.</content:encoded></item></channel></rss>
