<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Asosiasi Bisnis India, Cara Mendag Kejar Target Perdagangan USD50 Miliar</title><description>Agus Suparmanto menyampaikan, kolaborasi dengan Konfederasi Industri  India merupakan salah satu upaya  mencapai target perdagangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173257/bertemu-asosiasi-bisnis-india-cara-mendag-kejar-target-perdagangan-usd50-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173257/bertemu-asosiasi-bisnis-india-cara-mendag-kejar-target-perdagangan-usd50-miliar"/><item><title>Bertemu Asosiasi Bisnis India, Cara Mendag Kejar Target Perdagangan USD50 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173257/bertemu-asosiasi-bisnis-india-cara-mendag-kejar-target-perdagangan-usd50-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173257/bertemu-asosiasi-bisnis-india-cara-mendag-kejar-target-perdagangan-usd50-miliar</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173257/bertemu-asosiasi-bisnis-india-cara-mendag-kejar-target-perdagangan-usd50-miliar-6TEdKpBGaz.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/320/2173257/bertemu-asosiasi-bisnis-india-cara-mendag-kejar-target-perdagangan-usd50-miliar-6TEdKpBGaz.jpeg</image><title>Kerjasama Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, kolaborasi dengan Konfederasi Industri India (Confederationof India Industry/CII) merupakan salah satu upaya mencapai target perdagangan yang ditetapkan kedua Pemimpin Negara sebesar USD50 miliar pada 2025. Hal  itu ditekankan Mendag Agus usai bertemu dengan perwakilan CII.
&amp;ldquo;Pertemuan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha di India guna mendorong ekspor produk Indonesia ke India. Bagi kami, India adalah salah satu mitra dagang terbesar dan sangat penting,&amp;rdquo; kata Mendag Agus dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga: IA-CEPA Berpotensi Tingkatkan Ekspor Tekstil hingga Furnitur ke Australia
Pada  pertemuan  tersebut,  Mendag  Agus  mengungkapkan masih  banyak peluang kerja  sama dan bisnis yang dapat dikembangkan di sektor konstruksi dan energi. &amp;ldquo;Indonesia saat ini menempatkan infrastruktur  dan  pengembangan energi  alternatif sebagai  prioritas  utama. Oleh  karena  itu, kami menjajaki peluang kerja sama di sektor konstruksi dan energi dengan CII,&amp;rdquo; ujar Mendag.
Selain  itu, Mendag juga menyebutkan adanya peluang kerjasama di sektor energi yaitu konversi batu bara ke gas untuk  bahan bakar pembangkit  listrik. Mendag menjelaskan, Indonesia memiliki pasar  yang  potensial.  Sehingga  kerja  sama  di  sektor lain  pun  semakin  terbuka. Kerja  sama  kedua negara   semakin   terbuka   lebar karena regulasi   di   Indonesia   saat   ini semakin   memberikan kemudahan guna mendorong peningkatan ekspor. Pihak CII menyebutkan beberapa peluang kerja sama lain yang dapat dijajaki kedua negara antara lain pertambangan, mobil listrik, pertanian, kesehatan, dan farmasi.
Baca Juga: Presiden Jokowi: IA-CEPA Bawa Keuntungan bagi Rakyat Indonesia dan Australia
Sebelumnya,   Mendag   Agus bertemu dengan Asosiasi   Produsen   Minyak Nabati   India   (India Vegetable  Oil Producers  Association/IVPA)di  tempat  yang  sama. IVPA  adalah  asosiasi  khusus industri  yang  terdiri  dari produsen Vanaspati,  minyak  sulingan,  minyak  nabati  lainnya  yang terhidrogenasi.Pada  kesempatan  tersebut,  Mendag menekankan  pentingnya   kolaborasi  untuk  mengembangkan citra  positif  minyak  sawit  di   India.&amp;ldquo;Saya  ingin  kita  berkolaborasi  untuk mengembangkan  citra  positif minyak sawit di India,&amp;rdquo;kata Mendag.Selain itu, Mendag juga  mendorong anggota IVPA untuk mulai membeli produk hilir minyak sawit  Indonesia sebagai isyarat untuk membuktikan keberlanjutan produk minyak  sawit Indonesia.
Menyikapi kepentingan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama  perdagangan, Mendag Agus mengundang para pengusaha India untuk  menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 di Indonesia yang akan  diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. India  merupakan negara   tujuan  ekspor  ke-4  terbesar  dan sumber  impor  produk  bahan  baku   dan dan  bahan  penolong  ke-9  bagi  Indonesia. Total  nilai   perdagangan  Indonesia-India  pada  2019 tercatat  sebesar  USD16   miliar.  Ekspor  Indonesia  ke  India  untuk  periode  yang  sama   tercatat sebesar USD11,78 miliar dan impor Indonesia dari India tercatat  sebesar USD4,29 miliar. Surplus untuk Indonesia tercatat sebesar  USD7,48 miliar. Produk  ekspor  utama  Indonesia  ke  India  pada  2019   yaitu  batubara,  minyak  kelapa  sawit  dan turunannya,  produk  baja,   karet  alam, serta asam  lemak  monokarboksilat  industri.  Sedangkan,beberapa produk impor  utama  Indonesia  dari  India  adalah   daging  kerbau,  hidrokarbon  siklik, kacang tanah, pemanas air, dan  kendaraan bermotor.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, kolaborasi dengan Konfederasi Industri India (Confederationof India Industry/CII) merupakan salah satu upaya mencapai target perdagangan yang ditetapkan kedua Pemimpin Negara sebesar USD50 miliar pada 2025. Hal  itu ditekankan Mendag Agus usai bertemu dengan perwakilan CII.
&amp;ldquo;Pertemuan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha di India guna mendorong ekspor produk Indonesia ke India. Bagi kami, India adalah salah satu mitra dagang terbesar dan sangat penting,&amp;rdquo; kata Mendag Agus dilansir dari laman Kemendag, Senin (24/2/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga: IA-CEPA Berpotensi Tingkatkan Ekspor Tekstil hingga Furnitur ke Australia
Pada  pertemuan  tersebut,  Mendag  Agus  mengungkapkan masih  banyak peluang kerja  sama dan bisnis yang dapat dikembangkan di sektor konstruksi dan energi. &amp;ldquo;Indonesia saat ini menempatkan infrastruktur  dan  pengembangan energi  alternatif sebagai  prioritas  utama. Oleh  karena  itu, kami menjajaki peluang kerja sama di sektor konstruksi dan energi dengan CII,&amp;rdquo; ujar Mendag.
Selain  itu, Mendag juga menyebutkan adanya peluang kerjasama di sektor energi yaitu konversi batu bara ke gas untuk  bahan bakar pembangkit  listrik. Mendag menjelaskan, Indonesia memiliki pasar  yang  potensial.  Sehingga  kerja  sama  di  sektor lain  pun  semakin  terbuka. Kerja  sama  kedua negara   semakin   terbuka   lebar karena regulasi   di   Indonesia   saat   ini semakin   memberikan kemudahan guna mendorong peningkatan ekspor. Pihak CII menyebutkan beberapa peluang kerja sama lain yang dapat dijajaki kedua negara antara lain pertambangan, mobil listrik, pertanian, kesehatan, dan farmasi.
Baca Juga: Presiden Jokowi: IA-CEPA Bawa Keuntungan bagi Rakyat Indonesia dan Australia
Sebelumnya,   Mendag   Agus bertemu dengan Asosiasi   Produsen   Minyak Nabati   India   (India Vegetable  Oil Producers  Association/IVPA)di  tempat  yang  sama. IVPA  adalah  asosiasi  khusus industri  yang  terdiri  dari produsen Vanaspati,  minyak  sulingan,  minyak  nabati  lainnya  yang terhidrogenasi.Pada  kesempatan  tersebut,  Mendag menekankan  pentingnya   kolaborasi  untuk  mengembangkan citra  positif  minyak  sawit  di   India.&amp;ldquo;Saya  ingin  kita  berkolaborasi  untuk mengembangkan  citra  positif minyak sawit di India,&amp;rdquo;kata Mendag.Selain itu, Mendag juga  mendorong anggota IVPA untuk mulai membeli produk hilir minyak sawit  Indonesia sebagai isyarat untuk membuktikan keberlanjutan produk minyak  sawit Indonesia.
Menyikapi kepentingan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama  perdagangan, Mendag Agus mengundang para pengusaha India untuk  menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 di Indonesia yang akan  diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. India  merupakan negara   tujuan  ekspor  ke-4  terbesar  dan sumber  impor  produk  bahan  baku   dan dan  bahan  penolong  ke-9  bagi  Indonesia. Total  nilai   perdagangan  Indonesia-India  pada  2019 tercatat  sebesar  USD16   miliar.  Ekspor  Indonesia  ke  India  untuk  periode  yang  sama   tercatat sebesar USD11,78 miliar dan impor Indonesia dari India tercatat  sebesar USD4,29 miliar. Surplus untuk Indonesia tercatat sebesar  USD7,48 miliar. Produk  ekspor  utama  Indonesia  ke  India  pada  2019   yaitu  batubara,  minyak  kelapa  sawit  dan turunannya,  produk  baja,   karet  alam, serta asam  lemak  monokarboksilat  industri.  Sedangkan,beberapa produk impor  utama  Indonesia  dari  India  adalah   daging  kerbau,  hidrokarbon  siklik, kacang tanah, pemanas air, dan  kendaraan bermotor.</content:encoded></item></channel></rss>
