<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Virus Korona, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7% di Kuartal I</title><description>Dampak ekonomi dari wabah virus korona cukup terasa bagi perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/20/2174275/imbas-virus-korona-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-4-7-di-kuartal-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/20/2174275/imbas-virus-korona-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-4-7-di-kuartal-i"/><item><title>Imbas Virus Korona, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7% di Kuartal I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/20/2174275/imbas-virus-korona-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-4-7-di-kuartal-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/20/2174275/imbas-virus-korona-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-4-7-di-kuartal-i</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/20/2174275/imbas-virus-korona-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-4-7-di-kuartal-i-apvQK3pp1I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/20/2174275/imbas-virus-korona-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-4-7-di-kuartal-i-apvQK3pp1I.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Dampak ekonomi dari wabah virus korona cukup terasa bagi perekonomian Indonesia. Khususnya pada sektor riil, dampak dari virus Korona sudah mulai terasa adanya penurunan.
Baca Juga: Paket Fiskal dari Sri Mulyani, Hotel dan Restoran Bebas Pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dampak dari wabah virus korona bakal membuat ekonomi Indonesia terkoreksi. Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia bakal turun menjadi 4,7% di triwulan pertama tahun ini akibat wabah virus korona.

Menurut Sri Mulyani, penurunan ini dikarenakan sektor pariwisata mengalami anjlok khususnya dari negara-negara yang berasal dari China. Pasalnya, penerbangan dari dan menuju China distop untuk sementara oleh pemerintah.
Baca Juga: Insentif Pariwisata Rp298 Miliar demi Raup Devisa Rp13 Triliun
&quot;RRC itu pengaruhnya ke ekonomi bisa itu 0,3% dan 0,6% untuk korona sehingga kita bisa turun jadi 5% sampai 4,7% akibat korona,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Oleh karena itu lanjut Sri Mulyani, agar pertumbuhan ekonomi tidak  tergerus maka pemerintah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia  untuk membuat kebijakan di sektor moneter dan fiskal. Diharapkan  kebijakan yang dibuat ini bisa memberikan vitamin pada ekonomi Indonesia  dari pengaruh wabah virus korona.

Salah satu contoh kebijakan yang bisa menstimulus ekonomi Indonesia  dari sisi moneter adalah dengan penurunan suku bunga acuan alias BI Rate  sebesar 25 basis poin oleh Bank Indonesia. Disisi lain, Bank Indonesia  juga mengeluarkan kebijakan moneter lainnya.

&quot;Kita di pemerintah dan Bank Indonesia menstimulus untuk mengambil  counter cycle kebijakan yang ada di dalam masing-masing menyambut baik  penurunan suku bunga,&quot; jelasnya.

Sementara itu, dari sisi kebijakan fiskalnya, pemerintah menyiapkan  insentif untuk mendongrak sektor pariwisata. Insentif yang diberikan  berupa diskon tiket pesawat baik untuk penerbangan murah atau Low Cost  Carrier (LCC) maupun penerbangan full service.


&quot;Ini instrumen yang kita siapkan yang mana negara-negara juga  membahas ini seperti di negara G20 dalam mendorong ekonomi Indonesia,&quot;  jelasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Dampak ekonomi dari wabah virus korona cukup terasa bagi perekonomian Indonesia. Khususnya pada sektor riil, dampak dari virus Korona sudah mulai terasa adanya penurunan.
Baca Juga: Paket Fiskal dari Sri Mulyani, Hotel dan Restoran Bebas Pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dampak dari wabah virus korona bakal membuat ekonomi Indonesia terkoreksi. Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia bakal turun menjadi 4,7% di triwulan pertama tahun ini akibat wabah virus korona.

Menurut Sri Mulyani, penurunan ini dikarenakan sektor pariwisata mengalami anjlok khususnya dari negara-negara yang berasal dari China. Pasalnya, penerbangan dari dan menuju China distop untuk sementara oleh pemerintah.
Baca Juga: Insentif Pariwisata Rp298 Miliar demi Raup Devisa Rp13 Triliun
&quot;RRC itu pengaruhnya ke ekonomi bisa itu 0,3% dan 0,6% untuk korona sehingga kita bisa turun jadi 5% sampai 4,7% akibat korona,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Oleh karena itu lanjut Sri Mulyani, agar pertumbuhan ekonomi tidak  tergerus maka pemerintah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia  untuk membuat kebijakan di sektor moneter dan fiskal. Diharapkan  kebijakan yang dibuat ini bisa memberikan vitamin pada ekonomi Indonesia  dari pengaruh wabah virus korona.

Salah satu contoh kebijakan yang bisa menstimulus ekonomi Indonesia  dari sisi moneter adalah dengan penurunan suku bunga acuan alias BI Rate  sebesar 25 basis poin oleh Bank Indonesia. Disisi lain, Bank Indonesia  juga mengeluarkan kebijakan moneter lainnya.

&quot;Kita di pemerintah dan Bank Indonesia menstimulus untuk mengambil  counter cycle kebijakan yang ada di dalam masing-masing menyambut baik  penurunan suku bunga,&quot; jelasnya.

Sementara itu, dari sisi kebijakan fiskalnya, pemerintah menyiapkan  insentif untuk mendongrak sektor pariwisata. Insentif yang diberikan  berupa diskon tiket pesawat baik untuk penerbangan murah atau Low Cost  Carrier (LCC) maupun penerbangan full service.


&quot;Ini instrumen yang kita siapkan yang mana negara-negara juga  membahas ini seperti di negara G20 dalam mendorong ekonomi Indonesia,&quot;  jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
