<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Virus Korona Menyebar, Wall Street Anjlok 4 Hari Berturut-turut</title><description>Wall Street kembali jatuh pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/278/2174182/virus-korona-menyebar-wall-street-anjlok-4-hari-berturut-turut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/278/2174182/virus-korona-menyebar-wall-street-anjlok-4-hari-berturut-turut"/><item><title>   Virus Korona Menyebar, Wall Street Anjlok 4 Hari Berturut-turut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/278/2174182/virus-korona-menyebar-wall-street-anjlok-4-hari-berturut-turut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/278/2174182/virus-korona-menyebar-wall-street-anjlok-4-hari-berturut-turut</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/278/2174182/virus-korona-menyebar-wall-street-anjlok-4-hari-berturut-turut-XjxAFTdewW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Melemah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/278/2174182/virus-korona-menyebar-wall-street-anjlok-4-hari-berturut-turut-XjxAFTdewW.jpg</image><title>Wall Street Melemah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Wall Street kembali jatuh pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat dengan indeks Dow Jones dan indeks S&amp;amp;P 500 anjlok 3%.

Wall Street jatuh empat hari berturut-turut imbas kekhawatiran penyebaran virus korona yang kian meluas. Investor pun melepas aset yang berisiko saat mereka berjuang mengukur dampak ekonominya.
Baca Juga: Investor Kabur ke Emas, Wall Street Dibuka Anjlok hingga 2,5% di Awal Pekan
Kedua indeks utama Wall Street tersebut mencatat penurunan persentase empat hari terbesar mereka sejak aksi jual besar-besaran pada Desember 2018, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai rekor terendah.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (26/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 879,44 poin, atau 3,15% ke level 27.081,36 dan indeks S&amp;amp;P 500 turun 97,68 poin, atau 3,03% ke 3.128,21. Sementara indeks Nasdaq Composite  turun 255,67 poin atau 2,77% menjadi 8.965.61.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Imbas Sektor Teknologi 'Terserang' Virus Korona
Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan kapitalisasi pasar hingga USD2,138 selama empat sesi terakhir, menurut analis Indeks S&amp;amp;P Dow Jones Howard Silverblatt.

Kekhawatiran pandemi meningkat setelah virus corona menyebar ke Spanyol dan puluhan negara, mulai dari Korea Selatan hingga Italia, mempercepat tindakan darurat sementara jumlah kematian virus Iran naik menjadi 16, tertinggi di luar China.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  mengatakan orang Amerika harus bersiap untuk kemungkinan penyebaran  virus di masyarakat.

&quot;Pasar menyadari bahwa meskipun laju infeksi tampak seperti melambat,  itu masih menyebar secara global,&quot; kata manajer strategi pedagang di TD  Ameritrade di Jersey City New Jersey  Shawn Cruz.

Sementara para investor berharap dampak ekonomi dari virus itu akan  tertahan hingga kuartal pertama, Cruz mengatakan banyak yang sekarang  memperkirakan bahwa &quot;itu akan berdampak pada paruh pertama tahun 2020  dan mungkin melampauinya,&quot;</description><content:encoded>NEW YORK - Wall Street kembali jatuh pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat dengan indeks Dow Jones dan indeks S&amp;amp;P 500 anjlok 3%.

Wall Street jatuh empat hari berturut-turut imbas kekhawatiran penyebaran virus korona yang kian meluas. Investor pun melepas aset yang berisiko saat mereka berjuang mengukur dampak ekonominya.
Baca Juga: Investor Kabur ke Emas, Wall Street Dibuka Anjlok hingga 2,5% di Awal Pekan
Kedua indeks utama Wall Street tersebut mencatat penurunan persentase empat hari terbesar mereka sejak aksi jual besar-besaran pada Desember 2018, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai rekor terendah.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (26/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 879,44 poin, atau 3,15% ke level 27.081,36 dan indeks S&amp;amp;P 500 turun 97,68 poin, atau 3,03% ke 3.128,21. Sementara indeks Nasdaq Composite  turun 255,67 poin atau 2,77% menjadi 8.965.61.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Imbas Sektor Teknologi 'Terserang' Virus Korona
Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan kapitalisasi pasar hingga USD2,138 selama empat sesi terakhir, menurut analis Indeks S&amp;amp;P Dow Jones Howard Silverblatt.

Kekhawatiran pandemi meningkat setelah virus corona menyebar ke Spanyol dan puluhan negara, mulai dari Korea Selatan hingga Italia, mempercepat tindakan darurat sementara jumlah kematian virus Iran naik menjadi 16, tertinggi di luar China.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  mengatakan orang Amerika harus bersiap untuk kemungkinan penyebaran  virus di masyarakat.

&quot;Pasar menyadari bahwa meskipun laju infeksi tampak seperti melambat,  itu masih menyebar secara global,&quot; kata manajer strategi pedagang di TD  Ameritrade di Jersey City New Jersey  Shawn Cruz.

Sementara para investor berharap dampak ekonomi dari virus itu akan  tertahan hingga kuartal pertama, Cruz mengatakan banyak yang sekarang  memperkirakan bahwa &quot;itu akan berdampak pada paruh pertama tahun 2020  dan mungkin melampauinya,&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
