<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Ancaman Virus Korona Bikin Harga Minyak Anjlok 3%</title><description>Harga minyak mentah turun hampir 3% pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174186/ancaman-virus-korona-bikin-harga-minyak-anjlok-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174186/ancaman-virus-korona-bikin-harga-minyak-anjlok-3"/><item><title>      Ancaman Virus Korona Bikin Harga Minyak Anjlok 3%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174186/ancaman-virus-korona-bikin-harga-minyak-anjlok-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174186/ancaman-virus-korona-bikin-harga-minyak-anjlok-3</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/320/2174186/ancaman-virus-korona-bikin-harga-minyak-anjlok-3-j8NJ9cDjVi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/320/2174186/ancaman-virus-korona-bikin-harga-minyak-anjlok-3-j8NJ9cDjVi.jpg</image><title>Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak mentah turun hampir 3% pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Penurunan ini terjadi tiga hari berturut-turut imbas kekhawatiran penyebaran virus korona atau coronavirus, setelah pemerintah AS memperingatkan masyarakat untuk bersiap-siap menghadapi wabah virus ini.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (26/2/2020), harga minyak mentah Brent turun USD1,35 atau 2,4% menjadi USD54,95 per barel. Sementara harga minyak mentah Texas Intermediate Barat turun USD1,53 atau 3%, menjadi USD49,90 per barel.
Baca Juga: Virus Korona Menyebar, Wall Street Anjlok 4 Hari Berturut-turut
Untuk bursa saham di seluruh dunia juga jatuh pada hari Selasa ke level terendah sejak awal Desember dan imbal hasil utang AS mencapai rekor terendah di tengah kekhawatiran tentang pukulan ekonomi dari penyebaran virus.

Inevestor melakukan aksi jual setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika mengatakan bahwa orang Amerika harus siap menghadapi penyebaran virus corona setelah menyebar ke beberapa negara.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun hingga 1%
&quot;Kekhawatiran permintaan menghapus semua keuntungan yang telah kami buat selama beberapa minggu terakhir,&quot; kata Direktur Energy Futures di Mizuho di New York Bob Yawger.

&quot;Ini bukan situasi yang tiba-tiba akan menjadi lebih baik,&quot; katanya.
Kekhawatiran tentang dampak permintaan dari virus telah mendorong  Brent turun hampir USD10 per barel tahun ini meskipun penutupan sebagian  besar output Libya dan pakta pasokan antara Organisasi Negara  Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia, sebuah kelompok yang  dikenal sebagai OPEC +.

Namun, minyak bisa mendapat tekanan lebih dari laporan pasokan mingguan AS terbaru.

Persediaan minyak mentah diperkirakan akan naik untuk minggu kelima  berturut-turut. American Petroleum Institute (API) mengatakan Selasa  malam bahwa stok minyak mentah naik 1,3 juta barel pekan lalu. Data  pemerintah yang dijadwalkan pada pukul 10:30 pagi EST (1530 GMT) pada  hari Rabu diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 2 juta barel</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak mentah turun hampir 3% pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Penurunan ini terjadi tiga hari berturut-turut imbas kekhawatiran penyebaran virus korona atau coronavirus, setelah pemerintah AS memperingatkan masyarakat untuk bersiap-siap menghadapi wabah virus ini.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (26/2/2020), harga minyak mentah Brent turun USD1,35 atau 2,4% menjadi USD54,95 per barel. Sementara harga minyak mentah Texas Intermediate Barat turun USD1,53 atau 3%, menjadi USD49,90 per barel.
Baca Juga: Virus Korona Menyebar, Wall Street Anjlok 4 Hari Berturut-turut
Untuk bursa saham di seluruh dunia juga jatuh pada hari Selasa ke level terendah sejak awal Desember dan imbal hasil utang AS mencapai rekor terendah di tengah kekhawatiran tentang pukulan ekonomi dari penyebaran virus.

Inevestor melakukan aksi jual setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika mengatakan bahwa orang Amerika harus siap menghadapi penyebaran virus corona setelah menyebar ke beberapa negara.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun hingga 1%
&quot;Kekhawatiran permintaan menghapus semua keuntungan yang telah kami buat selama beberapa minggu terakhir,&quot; kata Direktur Energy Futures di Mizuho di New York Bob Yawger.

&quot;Ini bukan situasi yang tiba-tiba akan menjadi lebih baik,&quot; katanya.
Kekhawatiran tentang dampak permintaan dari virus telah mendorong  Brent turun hampir USD10 per barel tahun ini meskipun penutupan sebagian  besar output Libya dan pakta pasokan antara Organisasi Negara  Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia, sebuah kelompok yang  dikenal sebagai OPEC +.

Namun, minyak bisa mendapat tekanan lebih dari laporan pasokan mingguan AS terbaru.

Persediaan minyak mentah diperkirakan akan naik untuk minggu kelima  berturut-turut. American Petroleum Institute (API) mengatakan Selasa  malam bahwa stok minyak mentah naik 1,3 juta barel pekan lalu. Data  pemerintah yang dijadwalkan pada pukul 10:30 pagi EST (1530 GMT) pada  hari Rabu diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 2 juta barel</content:encoded></item></channel></rss>
