<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Drainase Kecil, Jadi Penyebab Banjir Jakarta</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap penyebab banjir di sejumlah wilayah Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174229/drainase-kecil-jadi-penyebab-banjir-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174229/drainase-kecil-jadi-penyebab-banjir-jakarta"/><item><title>   Drainase Kecil, Jadi Penyebab Banjir Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174229/drainase-kecil-jadi-penyebab-banjir-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174229/drainase-kecil-jadi-penyebab-banjir-jakarta</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 09:56 WIB</pubDate><dc:creator>Hansel Jevera</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/320/2174229/drainase-kecil-jadi-penyebab-banjir-jakarta-jThYdZz4vR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Ungkap Penyebab Banjir (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/320/2174229/drainase-kecil-jadi-penyebab-banjir-jakarta-jThYdZz4vR.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Ungkap Penyebab Banjir (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap penyebab banjir di sejumlah wilayah Jakarta yang terjadi pada Selasa 25 Februari 2020 pagi. Menurutnya, banjir terjadi karena drainase yang lebih kecil dibandingkan curah hujan.
Baca Juga: 3 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir Pagi Ini
Basuki menyampaikan bahwa kondisi sungai pada Selasa 25 Februari yang status siaga 2 hanya di Pintu Air Manggarai dan Karet, yang lainnya masih 4 dan 3.

&amp;rdquo;Jadi itu kesimpulannya memang drainasenya yang mungkin kapasitas drainasenya yang lebih kecil dari volume air, intensitas hujannya,&amp;rdquo; kata Basuki seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Baca Juga: Menteri PUPR Sebut Banjir Jakarta Tanggung Jawab Semua
Kementerian PUPR, menurut Basuki, sekarang sedang membuat pompa yang di Sentiong, jadi di hilir pompa Ancol, dibuat open sekarang ini sehingga kalau air pasang masuk ke sini, makanya Kali Item sekarang banjir.

&amp;rdquo;Nah ini nanti kita bikin, sudah lelang sekarang, kita bikin pintu sehingga kalau air masuk ke sini kita pompa sehingga air laut sudah enggak bisa lagi masuk. Itu mudah-mudahan tahun depan sudah selesai itu karena masang besar sekali pompanya, saya lupa kapasitasnya tetapi itu pompa banjir yang besar, hampir Rp600 miliar biaya konstruksinya,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/25/61487/316119_medium.jpg&quot; alt=&quot;Banjir Melanda Kawasan Green Garden&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Kalau yang di Kemayoran, menurut Menteri PUPR, sudah di-review semua  drainase sistemnya, termasuk sudah dibesarkan kapasitas untuk Embung  Kemayorannya.

&amp;rdquo;Makanya sekarang yang underpass-nya agak sedikit berkurang, 2,4  meter kan tebalnya, karena sebagian sudah bisa masuk ke Embung Kemayoran  kemudian kita pompa. Saya kira yang perlu kita sentuh sekarang adalah  memang drainasenya kapasitasnya harus, minimal harus dibersihkan semua,&amp;rdquo;  kata Menteri PUPR.

Selain itu, menurut Menteri PUPR sekarang disiapkan pompa-pompa yang  mobile lebih banyak. &amp;rdquo;Saya kira. kan saya sudah dengan Pak Erick,  Menteri BUMN, saya minta BUMN karya untuk membeli pompa-pompa mobile,  menjadi asetnya mereka tetapi pada saat begini kita akan memanfaatkan  bersama,&amp;rdquo; ujarnya.

Pompa-pompa tersebut, menurut Menteri PUPR semua nantinya diserahkan  kepada Gubernur sebagaimana jalan nasional agar dapat di-manage dalam  satu tangan.

&amp;rdquo;Pompa-pompa yang dikerjakan oleh APBN itu ada 104 sistem pompa,  Pluit, Ancol, Melati, Karet, itu semua APBN, kita serahkan supaya  dikelola mereka. Makanya kami tidak mau bangun lagi yang di Kali Item,  enggak masalah,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap penyebab banjir di sejumlah wilayah Jakarta yang terjadi pada Selasa 25 Februari 2020 pagi. Menurutnya, banjir terjadi karena drainase yang lebih kecil dibandingkan curah hujan.
Baca Juga: 3 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir Pagi Ini
Basuki menyampaikan bahwa kondisi sungai pada Selasa 25 Februari yang status siaga 2 hanya di Pintu Air Manggarai dan Karet, yang lainnya masih 4 dan 3.

&amp;rdquo;Jadi itu kesimpulannya memang drainasenya yang mungkin kapasitas drainasenya yang lebih kecil dari volume air, intensitas hujannya,&amp;rdquo; kata Basuki seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Baca Juga: Menteri PUPR Sebut Banjir Jakarta Tanggung Jawab Semua
Kementerian PUPR, menurut Basuki, sekarang sedang membuat pompa yang di Sentiong, jadi di hilir pompa Ancol, dibuat open sekarang ini sehingga kalau air pasang masuk ke sini, makanya Kali Item sekarang banjir.

&amp;rdquo;Nah ini nanti kita bikin, sudah lelang sekarang, kita bikin pintu sehingga kalau air masuk ke sini kita pompa sehingga air laut sudah enggak bisa lagi masuk. Itu mudah-mudahan tahun depan sudah selesai itu karena masang besar sekali pompanya, saya lupa kapasitasnya tetapi itu pompa banjir yang besar, hampir Rp600 miliar biaya konstruksinya,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/25/61487/316119_medium.jpg&quot; alt=&quot;Banjir Melanda Kawasan Green Garden&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Kalau yang di Kemayoran, menurut Menteri PUPR, sudah di-review semua  drainase sistemnya, termasuk sudah dibesarkan kapasitas untuk Embung  Kemayorannya.

&amp;rdquo;Makanya sekarang yang underpass-nya agak sedikit berkurang, 2,4  meter kan tebalnya, karena sebagian sudah bisa masuk ke Embung Kemayoran  kemudian kita pompa. Saya kira yang perlu kita sentuh sekarang adalah  memang drainasenya kapasitasnya harus, minimal harus dibersihkan semua,&amp;rdquo;  kata Menteri PUPR.

Selain itu, menurut Menteri PUPR sekarang disiapkan pompa-pompa yang  mobile lebih banyak. &amp;rdquo;Saya kira. kan saya sudah dengan Pak Erick,  Menteri BUMN, saya minta BUMN karya untuk membeli pompa-pompa mobile,  menjadi asetnya mereka tetapi pada saat begini kita akan memanfaatkan  bersama,&amp;rdquo; ujarnya.

Pompa-pompa tersebut, menurut Menteri PUPR semua nantinya diserahkan  kepada Gubernur sebagaimana jalan nasional agar dapat di-manage dalam  satu tangan.

&amp;rdquo;Pompa-pompa yang dikerjakan oleh APBN itu ada 104 sistem pompa,  Pluit, Ancol, Melati, Karet, itu semua APBN, kita serahkan supaya  dikelola mereka. Makanya kami tidak mau bangun lagi yang di Kali Item,  enggak masalah,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
