<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Kekeringan, 1.000 Embung Baru Dibangun dalam 5 Tahun ke Depan</title><description>Infrastruktur tersebut sebagai upaya pengelolaan air untuk mencegah kekeringan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174521/cegah-kekeringan-1-000-embung-baru-dibangun-dalam-5-tahun-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174521/cegah-kekeringan-1-000-embung-baru-dibangun-dalam-5-tahun-ke-depan"/><item><title>Cegah Kekeringan, 1.000 Embung Baru Dibangun dalam 5 Tahun ke Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174521/cegah-kekeringan-1-000-embung-baru-dibangun-dalam-5-tahun-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/320/2174521/cegah-kekeringan-1-000-embung-baru-dibangun-dalam-5-tahun-ke-depan</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hansel Jevera</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/320/2174521/cegah-kekeringan-1-000-embung-baru-dibangun-dalam-5-tahun-ke-depan-mgNPzeCDSv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan 1.000 Embung dalam 5 Tahun ke Depan. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/320/2174521/cegah-kekeringan-1-000-embung-baru-dibangun-dalam-5-tahun-ke-depan-mgNPzeCDSv.jpg</image><title>Pembangunan 1.000 Embung dalam 5 Tahun ke Depan. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan lima tahun ke depan akan membangun 1.000 embung baru. Infrastruktur tersebut sebagai upaya pengelolaan air untuk mencegah kekeringan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyediaan sarana dan prasarana air bertujuan untuk ketahanan air dan kedaulatan pangan. Salah satunya pembangunan embung dengan kapasitas tampung antara 1.000 hingga 500.000 m3 dan kedalaman di bawah 15 meter.
Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Laboratorium hingga Bengkel Elektro 4 Perguruan Tinggi di Sumbar
&amp;ldquo;Di beberapa daerah terdapat masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu berupaya menyediakan infrastruktur salah satunya melalui pembangunan embung,&amp;rdquo; ujar Basuki, dalam keterangannya, Rabu (26/2/2020).
Tercatat selama lima tahun sejak 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 1.053 embung dan dalam lima tahun ke depan akan dilanjutkan dengan pembangunan 1.000 embung baru.
Baca Juga: Bangun 2 Pasar di Sumbar, Menteri PUPR: Kita Pertahankan Kearifan Lokal
Salah satu embung yang telah diselesaikan pembangunannya oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III pada 2019 adalah Embung Sungsang di Bangkinang Ibu Kota Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Embung tersebut dibangun di atas tanah seluas 25 hektar (Ha) dengan luas genangan 5,5 Ha dan kapasitas tampung 123.750 m3Embung Sungsang  dibangun untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air  baku rumah tangga di Kabupaten Kampar dengan debit pengambilan sebesar  100 liter/detik setara 80.000 Sambungan Rumah (SR). Sebelumnya kapasitas  eksisting PDAM di Kabupaten tersebut sebesar 40 liter/detik atau setara  32.000 SR, yang bersumber dari Sungai Kampar.
Dengan dibangunnya Embung Sungsang, maka pemenuhan kebutuhan air di  Kabupaten Kampar tidak lagi hanya bersumber dari Sungai Kampar yang  debit airnya menurun pada musim kemarau. Embung sebagai tampungan air  dapat menampung kelebihan air pada musim penghujan dan dimanfaatkan pada  musim kemarau, sehingga menjamin keberlangsungan ketersediaan air di  Ibu Kota Kabupaten Kampar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan lima tahun ke depan akan membangun 1.000 embung baru. Infrastruktur tersebut sebagai upaya pengelolaan air untuk mencegah kekeringan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyediaan sarana dan prasarana air bertujuan untuk ketahanan air dan kedaulatan pangan. Salah satunya pembangunan embung dengan kapasitas tampung antara 1.000 hingga 500.000 m3 dan kedalaman di bawah 15 meter.
Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Laboratorium hingga Bengkel Elektro 4 Perguruan Tinggi di Sumbar
&amp;ldquo;Di beberapa daerah terdapat masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu berupaya menyediakan infrastruktur salah satunya melalui pembangunan embung,&amp;rdquo; ujar Basuki, dalam keterangannya, Rabu (26/2/2020).
Tercatat selama lima tahun sejak 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 1.053 embung dan dalam lima tahun ke depan akan dilanjutkan dengan pembangunan 1.000 embung baru.
Baca Juga: Bangun 2 Pasar di Sumbar, Menteri PUPR: Kita Pertahankan Kearifan Lokal
Salah satu embung yang telah diselesaikan pembangunannya oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III pada 2019 adalah Embung Sungsang di Bangkinang Ibu Kota Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Embung tersebut dibangun di atas tanah seluas 25 hektar (Ha) dengan luas genangan 5,5 Ha dan kapasitas tampung 123.750 m3Embung Sungsang  dibangun untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air  baku rumah tangga di Kabupaten Kampar dengan debit pengambilan sebesar  100 liter/detik setara 80.000 Sambungan Rumah (SR). Sebelumnya kapasitas  eksisting PDAM di Kabupaten tersebut sebesar 40 liter/detik atau setara  32.000 SR, yang bersumber dari Sungai Kampar.
Dengan dibangunnya Embung Sungsang, maka pemenuhan kebutuhan air di  Kabupaten Kampar tidak lagi hanya bersumber dari Sungai Kampar yang  debit airnya menurun pada musim kemarau. Embung sebagai tampungan air  dapat menampung kelebihan air pada musim penghujan dan dimanfaatkan pada  musim kemarau, sehingga menjamin keberlangsungan ketersediaan air di  Ibu Kota Kabupaten Kampar.</content:encoded></item></channel></rss>
