<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggarkan Rp1,5 Triliun, Beli Rumah Dapat Subsidi Mulai April</title><description>Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk menguatkan ekonomi Indonesia terhadap dampak virus korona</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/470/2174637/dianggarkan-rp1-5-triliun-beli-rumah-dapat-subsidi-mulai-april</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/470/2174637/dianggarkan-rp1-5-triliun-beli-rumah-dapat-subsidi-mulai-april"/><item><title>Dianggarkan Rp1,5 Triliun, Beli Rumah Dapat Subsidi Mulai April</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/470/2174637/dianggarkan-rp1-5-triliun-beli-rumah-dapat-subsidi-mulai-april</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/26/470/2174637/dianggarkan-rp1-5-triliun-beli-rumah-dapat-subsidi-mulai-april</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 20:17 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/470/2174637/dianggarkan-rp1-5-triliun-beli-rumah-dapat-subsidi-mulai-april-xCiDCF2tYd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Insentif untuk Properti. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/470/2174637/dianggarkan-rp1-5-triliun-beli-rumah-dapat-subsidi-mulai-april-xCiDCF2tYd.jpg</image><title>Insentif untuk Properti. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk menguatkan ekonomi Indonesia terhadap dampak virus korona. Selain sektor pariwisata yang diberika insentif berupa diskon tiket pesawat hingga 50%, pemerintah juga menyiapkan insentif untuk properti.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain insentif diskon tiket pesawat %, pemerintah  mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menambahkan subsidi dalam sektor properti.
Baca Juga: Imbas Virus Korona, Pemerintah Beri Diskon Tiket Pesawat Besar-besaran ke-10 Destinasi Wisata
&quot;Seperti pembelian rumah. Di mana insentif perumahan akan dilaksanakan mulai bulan April. Jadi sudah disepakati, dalam rangka korona ini ada stimulus perumahan sebesar Rp1,5 triliun,&amp;rdquo; ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Basuki menerangkan, pemberian insentif terhadap sektor properti bisa menjadi penangkal akan dampak korona ke perekonomian. Karena, setiap pembangunan satu rumah, terdapat 150 industri yang diberdayakan.
Baca Juga: Jadi Gedung Kosong, Bagaimana Nasib Wisma Atlet Kemayoran?
&quot;Apabila itu bisa beli, berarti menggerakkan 150 industri lain. Ada yang beli kipas angin, ada yang beli rice cooker, kulkas, tempat tidur, macam-macam. Jadi itu menggerakkan ekonomi lainnya,&quot; tutur dia.
Pemerintah pun akan membagi Rp800 miliar untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Rp700 miliar untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Dan diimplementasikan pada April mendatang.&quot;Itu segera direalisasikan bulan April 2020,&quot; ungkap dia.
Dia menambahkan penambahan subsidi untuk pembelian rumah rakyat ini  di luar kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang  sudah ada sebelumnya.
&quot;Jadi itu di samping FLPP yang sudah ada sekarang, itu tambahannya,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk menguatkan ekonomi Indonesia terhadap dampak virus korona. Selain sektor pariwisata yang diberika insentif berupa diskon tiket pesawat hingga 50%, pemerintah juga menyiapkan insentif untuk properti.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain insentif diskon tiket pesawat %, pemerintah  mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menambahkan subsidi dalam sektor properti.
Baca Juga: Imbas Virus Korona, Pemerintah Beri Diskon Tiket Pesawat Besar-besaran ke-10 Destinasi Wisata
&quot;Seperti pembelian rumah. Di mana insentif perumahan akan dilaksanakan mulai bulan April. Jadi sudah disepakati, dalam rangka korona ini ada stimulus perumahan sebesar Rp1,5 triliun,&amp;rdquo; ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Basuki menerangkan, pemberian insentif terhadap sektor properti bisa menjadi penangkal akan dampak korona ke perekonomian. Karena, setiap pembangunan satu rumah, terdapat 150 industri yang diberdayakan.
Baca Juga: Jadi Gedung Kosong, Bagaimana Nasib Wisma Atlet Kemayoran?
&quot;Apabila itu bisa beli, berarti menggerakkan 150 industri lain. Ada yang beli kipas angin, ada yang beli rice cooker, kulkas, tempat tidur, macam-macam. Jadi itu menggerakkan ekonomi lainnya,&quot; tutur dia.
Pemerintah pun akan membagi Rp800 miliar untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Rp700 miliar untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Dan diimplementasikan pada April mendatang.&quot;Itu segera direalisasikan bulan April 2020,&quot; ungkap dia.
Dia menambahkan penambahan subsidi untuk pembelian rumah rakyat ini  di luar kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang  sudah ada sebelumnya.
&quot;Jadi itu di samping FLPP yang sudah ada sekarang, itu tambahannya,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
